Warung Remang-Remang di Mentawak Makan Korban, Herman Terkapar Usai Dikeroyok 5 Orang

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Merangin – Keributan berdarah kembali terjadi di salah satu warung remang-remang penjual tuak di wilayah Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin. Seorang warga Pasar Atas Bangko bernama Herman menjadi korban pengeroyokan brutal hingga mengalami luka serius dan tak sadarkan diri.

Peristiwa itu terjadi pada Senin malam (malam Selasa) di sebuah warung tuak yang berada di Simpang Mentawak. Berdasarkan keterangan saksi mata yang dihimpun media ini, korban dikelilingi dan dihajar oleh lebih dari lima orang di lokasi kejadian.

Seorang saksi berinisial BW yang merupakan kawan dekat korban menuturkan kronologi kejadian.

“Tadi malam terjadi keributan di warung tuak Simpang Mentawak. Kawan saya Herman dikeroyok lebih dari lima orang. Saat saya datang, dia sudah terkapar dan tidak sadarkan diri. Langsung saya bawa ke rumah sakit karena lukanya sangat serius,” ungkap BW kepada media ini.

BW dan beberapa warga mengecam keberadaan warung remang-remang yang menjual minuman keras, karena kerap jadi pemicu keributan dan aksi kriminal.

BACA JUGA :  Marak PETI di Dam Betuk Desa Tambang Baru, Diduga Ada Oknum Aparat Jadi ‘Benteng’ Penambang

“Kami minta aparat menertibkan warung-warung semacam ini. Jangan tunggu jatuh korban lagi,” tegasnya.

Pihak keluarga korban juga menyampaikan harapan serupa. Mereka meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap tempat hiburan dan penjual minuman beralkohol yang beroperasi tanpa kontrol.

IMG 20251015 WA0037 Warung Remang-Remang di Mentawak Makan Korban, Herman Terkapar Usai Dikeroyok 5 Orang Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

Hingga berita ini diturunkan, Herman masih terbaring lemah di rumah sakit dan belum mampu berkomunikasi dengan baik akibat luka berat yang dialaminya.

Kasus ini sekaligus menjadi tamparan bagi Satpol PP Kabupaten Merangin. Setelah sebelumnya menertibkan warung remang-remang di jalur dua depan Kodim 0420, masyarakat kini menagih langkah serupa untuk warung-warung tuak lainnya yang masih bebas beroperasi di Kecamatan Nalo Tantan, terutama di wilayah Mentawak.

Desakan publik kini menguat agar aparat segera menangkap para pelaku pengeroyokan dan menutup sumber keributan yang meresahkan warga tersebut.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Sat Resnarkoba Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras Trihexyphenidyl di Pusat Kota
Status Irwan Saputra Dipertanyakan dalam Sidang Korupsi KUR BNI Kampar
Kedok “Duda” Berujung Penipuan: Saksi Kunci Bongkar Siasat Licin Terlapor di Polresta Samarinda
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Mahasiswa FH Unila Asal Tanggamus Raih Juara Nasional Lomba Dakwaan Hukum Tindak Pidana Lingkungan Hidup
Prabowo Siap ‘Mengejutkan’ Mafia Tambang dan Pengusaha Ilegal
Indonesia, Negara Hukum di Persimpangan Jalan
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:24

Sat Resnarkoba Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras Trihexyphenidyl di Pusat Kota

Rabu, 28 Januari 2026 - 00:48

Status Irwan Saputra Dipertanyakan dalam Sidang Korupsi KUR BNI Kampar

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:49

Kedok “Duda” Berujung Penipuan: Saksi Kunci Bongkar Siasat Licin Terlapor di Polresta Samarinda

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:57

Mahasiswa FH Unila Asal Tanggamus Raih Juara Nasional Lomba Dakwaan Hukum Tindak Pidana Lingkungan Hidup

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:16

Prabowo Siap ‘Mengejutkan’ Mafia Tambang dan Pengusaha Ilegal

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:38

Indonesia, Negara Hukum di Persimpangan Jalan

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Berita Terbaru