Terungkap, Oknum RSUD Waluyo jati Sering Meminjam Obat Kepada Beberapa RSUD Yang Kapasitasnya Lebih Kecil

- Publisher

Sabtu, 15 November 2025 - 09:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Anggaran pengadaan barang dan jasa di RSUD Waluyo jati Kraksaan kabupaten Probolinggo Jawa Timur terus menjadi sorotan publik. Sebelumnya, diduga ada oknum yang bermain dalam pengadaan gizi bahan kering dan basah. Kali ini, terendus ke publik dugaan oknum RSUD Waluyo jati sering meminjam obat kepada beberapa RSUD yang kapasitasnya lebih kecil. 15/11/2025.

Dengan demikian, anggaran pengadaan farmasi menjadi pusat perhatian masyarakat. Barapa besar nya anggaran untuk farmasi. sehingga mengalami kekurangan obat. Selain itu, seperti apa mekanisme pembelian obat RSUD Waluyo jati?. apakah melalui e-purchasing, melalui e-katalog atau pengadaan langsung kepada distributor resmi.

Sementara RSUD, wajib menjamin ketersediaan obat yang cukup sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan. Kewajiban ini diatur dalam beberapa peraturan diantarnya. Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Permenkes Nomor 5 Tahun 2019 tentang Perencanaan dan Pengadaan Obat Berdasarkan Katalog Elektronik.

Warga masyarakat kabupaten Probolinggo “BH” mengaku geram saat dirinya mendapat informasi oknum pihak RSUD Waluyo jati yang diduga sering pinjam obat ke RSUD yang kapasitasnya lebih kecil. Ia mengatakan, memang tidak ada pelanggan meminjam obat. Namun, Anggaran farmasi perlu di pertanyakan dan terbuka untuk publik.

BACA JUGA :  Ketua Umum FOR SANTRI Kukuhkan Pengurus Subkorwil V Jawa Timur di Kota Batu

“Anggaran pengadaan farmasi ini juga menjadi pertanyaan besar bagi kami sebagai masyarakat kecil. Apakah anggaran nya tidak cukup sehingga mengalami kekurangan obat?. Atau Jangan-jangan juga ada oknum yang bermain di dalam pengadaan ini. seperti nya, patut diduga ada ketidak beresan dalam setiap pengadaan barang dan jasa di RSUD Waluyo jati. “Ucap nya.

Selanjut nya, team media mengkonfirmasi kepala instalasi farmasi RSUD Waluyo jati “LL” pada tanggal 14 November 2025 melalui pesan singkat whatsap dengan 5 Poin. (1). Berapa anggaran pengadaan farmasi tahun 2024 – 2025 di RSUD waluyo jati?.. (2). CV atau PT apa pemenang tender farmasi tahun 2024 – 2025?..

BACA JUGA :  Deklarasi Balla Menggema, Masyarakat Adat Sulselbar Desak Negara Hentikan Perampasan Wilayah Adat

Adapun konfirmasi Media yang ke (3).Apakah benar pihak RSUD waluyo jati meminjam Obat kepada beberapa RSUD yang kapasitas nya lebih kecil?.( 4). Apakah meminjam obat tersebut sesuai prosedur dan mekanisme?..(5). Kenapa penyediaan obat sampai habis sehingga harus pinjam?..

Namun sangat di sayangkan “LL” Kepala instalasi farmasi RSUD Waluyo jati sampai berita ini di terbitkan hanya menjawab masih ingin berkoordinasi. “Waalaikumsalam. Terima kasih atas perhatian dan pertanyaannya. Siap kami koordinasikan dengan tim internal agar informasi yang disampaikan akurat. Dan dijawab oleh Humas rumah sakit. “Jawab nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab
Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP
BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026
Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas
Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan
Saudi Edu Expo 2026 Sukses Digelar, Antusiasme Pengunjung Melonjak Tiga Kali Lipat
Terindikasi Arogansi dan Tidak Kooperatif, ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Enggan Bertanggung jawab 
Berita ini 311 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:21 WIB

BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand