Sosialisasi Sekolah Lapang Tematik Pertanian di Ikuti Poktan dan Gapoktan  Pajarakan 

- Publisher

Selasa, 22 Juli 2025 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Sosialisasi sekolah lapang tematik pertanian Sub kegiatan pengembangan kelembagaan petani di kecamatan dan desa. DAK non fisik tahun 2025 Balai penyuluhan pertanian (BPP) kecamatan pajarakan Dinas pertanian kabupaten Probolinggo. bertempat di Desa karanggeger kecamatan pajarakan. 22/07/2015.

Acara tersebut di hadiri Forkopimcam Pajarakan, Kepala Desa karanggeger “Bawon Santoso” PPL Pajarakan. Koordinator BPP Pajarakan “Eko Budi Santoso” dan Petugas POPT “Didik Harianto” hadir pula dari  Kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari seluruh desa yang ada di kecamatan pajarakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ditemui team media seusai acara tersebut “Eko Budi Santoso” sebagai koordinator BPP Pajarakan menegaskan perbedaan antara Desa tematik dengan Sekolah lapang tematik pertanian. Ia mengaku salah satu dari team penilai lomba desa tematik.

BACA JUGA :  Perselisihan antar pekerja lokal dikutai timur. Pemutusan hubungan kerja, Belum menemui titik terang. 

“Kebetulan saya team penilai juga dalam lomba tematik desa, tematik tanaman hijau. tanaman hijau yang penilai nya dari pemerintah kabupaten Probolinggo. Dalam rangka mensukseskan program Gus Bupati. Dari 335 Desa itu terpilih ada 30 desa. termasuk diantaranya Dua Desa yang ada di pajarakan. yaitu, Desa karanggeger dan karangpranti. “Tegas nya.

Ia juga menegaskan tentang sekolah lapang tematik pertanian yang menurut nya wilayah kecamatan pajarakan di dominasi petani Padi. Ia menyebutnya ada tiga seperempat persen petani padi.

“Berkaitan dengan sekolah lapang tematik pertanian. ya itu tadi kembali kepada komunitas unggulan di kecamatan tersebut. kebetulan di kacamatan pajarakan lebih dominan tanaman padi. ada sekitar Tiga perempat persen tanaman padi nya. Selain tanaman bawang, tembakau dan lain sebagainya. “Tegas nya lagi.

Lebih lanjut “Eko Budi Santoso” menyinggung perang dagang dan menjelaskan Harga pembelian pemerintah (HPP) gabah yang sudah di tetapkan oleh pemerintah ketika nantinya petani padi panen.

BACA JUGA :  Terkesan Anti Kritik dan Alergi, Oknum Kepala DPMD kabupaten Probolinggo Diduga Blokir Nomor Whatsap Kabiro Media Online 

“Namanya perang dagang itu memang sudah lama ya. pemerintah itu mengupayakan masyarakat nya makmur, makanya HPP yang Rp 6500, kalau menurut petani ini sudah lumayan mahal harga yang dari pemerintah. Ternyata pedagang lebih dari harga itu, Tujuan pedagang mencari barang kepada petani. ya otomatis petani kan mencari yang lebih mahal. “Jelas nya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan Nominal Harga pembelian pemerintah (HPP) Gabah. menurut nya Harga Rp. 6500 per Kg itu adalah mahal. Ia juga yakin, nanti nya pedagang akan mengikuti harga yang sudah di tetapkan.

“Tapi perlu di ingat juga, yang namanya pedagang, jika nanti barang sudah banyak yang terserap oleh pemerintah, ujung ujungnya nanti pedagang akan memperbaiki harga juga, dan mengikuti HPP dari pemerintah. Selama pemerintah komitmen dengan harga Rp. 6500. ya, aman lah, pedagang tidak bisa main main. “Ujar nya.

BACA JUGA :  Pengukuhan DMI Kabupaten Kupang NTT Periode 2025 - 2030 

Koordinator BPP Pajarakan berharap kepada seluruh petani padi menjual nya kepada pemerintah tidak terpengaruh dengan iming iming harga lebih tinggi di karenakan nanti nya akan berdampak langsung kepada masyarakat saat membeli beras.

“Dengan harga yang lebih tinggi dari HPP akan berdampak kepada masyarakat, apa dampak nya, ya harga beras ke petani sekarang Rp. 13000 belum lagi sampai ke pedagang dan seterusnya. Jadi kami, mengedukasi masyarakat, agar menjual barang melalui Bulog sehingga HPP dari pemerintah ini dapat di laksanakan di tingkat bawah. jangan petani kita di iming imingi dengan harga yang tinggi. “Imbuh nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Barsel Kumpulkan 26 Kantong Darah Lewat Donor Massal
Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)
Lapas Kelas IIB Sarolangun Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Petugas, Kalapas: Kami Masih Lakukan Pendalaman Secara Menyeluruh
Lapas Kelas IIB Bangko dan BPS Merangin Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Perselisihan di Warung Mentawak Berujung Pemukulan, YL Lapor ke Polres Merangin  
Silatnas dan Milad 2026 Perkuat Ukhuwah, Komitmen, dan Kompetensi Anggota AR Learning Center serta Suara Utama
Raker Ma’had Ar-Rohmah Bogor Perkuat Mutu Pendidikan dan Prestasi Santri
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:17 WIB

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Barsel Kumpulkan 26 Kantong Darah Lewat Donor Massal

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:45 WIB

Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:45 WIB

Lapas Kelas IIB Sarolangun Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Petugas, Kalapas: Kami Masih Lakukan Pendalaman Secara Menyeluruh

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:11 WIB

Lapas Kelas IIB Bangko dan BPS Merangin Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 18:48 WIB

Perselisihan di Warung Mentawak Berujung Pemukulan, YL Lapor ke Polres Merangin  

Berita Terbaru

Berita Utama

Aliansi Lingkungan Soroti Rencana PT Conch di Barru

Selasa, 23 Jun 2026 - 21:43 WIB