SDN 54 Lubuk Birah Membusuk Tanpa Rehab, Kepala Sekolah Jarang Masuk Jadi Sorotan

- Publisher

Selasa, 23 September 2025 - 20:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA,Merangin – Kinerja Kepala SD Negeri Nomor 54 Lubuk Birah, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, Jambi, menuai sorotan tajam. Pasalnya, berdasarkan hasil investigasi di lapangan, sekolah tersebut tampak kumuh dan mengalami berbagai kerusakan parah akibat diduga tidak diterapkannya program rehab ringan sekolah yang seharusnya dialokasikan dari Dana BOS.

Pantauan media ini, kondisi sekolah sangat memprihatinkan. Plafon jebol di beberapa ruangan, kaca jendela pecah, dinding retak bahkan rusak berat, hingga fasilitas belajar-mengajar tampak tidak layak. Padahal, dalam Juknis BOS, salah satu item penting yang bisa digunakan adalah untuk perbaikan ringan sarana prasarana sekolah.

BACA JUGA :  Bupati Yudas Tebai Tegaskan Beasiswa Dogiyai Harus Berkelanjutan

Namun ironisnya, di SDN 54 Lubuk Birah hal itu diduga tidak dijalankan. Sejumlah warga setempat bahkan menuding kepala sekolah, Arfan, telah memanipulasi penggunaan Dana BOS untuk kepentingan lain yang tidak semestinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seharusnya dana BOS itu jelas bisa dipakai untuk rehab ringan. Tapi faktanya sekolah rusak di mana-mana, kumuh, plafon jebol. Kepala sekolahnya pun jarang masuk, kadang sebulan sekali pun tak tentu,” ungkap salah satu warga kepada media ini dengan nada kesal.

BACA JUGA :  Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani

Kondisi tersebut membuat masyarakat kecewa dan menilai Kepala Sekolah SDN 54 Lubuk Birah tidak becus dalam mengelola sekolah. Alih-alih membawa perubahan dan kemajuan, justru sekolah terlihat makin terbengkalai.

BACA JUGA :  Mahasiswa STAI Samarinda Jalani PKL di Twonash Law Office, Belajar Praktik Hukum Langsung dari Advokat

Warga pun mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin untuk segera turun tangan mengevaluasi kinerja Kepala Sekolah Arfan. Menurut mereka, sudah sepatutnya jabatan tersebut diberikan kepada orang yang lebih peduli pada pendidikan dan kemajuan sekolah, bukan sekadar menduduki posisi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun Kepala Sekolah Arfan belum memberikan keterangan resmi. Media ini masih membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada yang bersangkutan.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Pemkab Dogiyai Serahkan 16 Calon Mahasiswa untuk Kuliah di UNPAR Bandung
Bupati Yudas Tebai Tegaskan Beasiswa Dogiyai Harus Berkelanjutan
Kabut Asap Pekat Selimuti Padang Pariaman, Masyarakat Diimbau Waspadai Gangguan Pernapasan
Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026
Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani
Siswa SDN 66 Jelatang I Diduga Dikeroyok Enam Teman di Dalam Kelas, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum
Perkuat Kapasitas Epidemiolog, Indonesia Ikuti Training of Trainers FETP di Bangkok Thailand
Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan
Berita ini 173 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Pemkab Dogiyai Serahkan 16 Calon Mahasiswa untuk Kuliah di UNPAR Bandung

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Bupati Yudas Tebai Tegaskan Beasiswa Dogiyai Harus Berkelanjutan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Kabut Asap Pekat Selimuti Padang Pariaman, Masyarakat Diimbau Waspadai Gangguan Pernapasan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp