SUARA UTAMA, Probolinggo – Bahan bakar utama yang paling banyak di andalkan oleh masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari (BBM Jenis pertalite) hilang dari pasaran wilayah kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Hilang nya pertalite eceran di wilayah kecamatan Tiris berdampak pada sulit nya transportasi, pembengkakan biaya hidup, hingga kelumpuhan ekonomi desa. keberadaan pengecer pertalite adalah urat nadi bagi masyarakat. 23/01/2026.
Bagi pekerja informal dengan mobilitas tinggi, khusus nya pedagang pentol keliling, bakso keliling, sosis keliling, Sempol keliling dan es krim keliling. BBM jenis pertalite bukan hanya sekedar bahan bakar, melainkan komponen pengeluaran usaha yang sangat vital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan sangat terpaksa para pedagang keliling beralih dengan menggunakan BBM jenis “Pertamax” dengan harga eceran yang jauh berbeda. Harga pertalite Rp. botol kecil Rp. 12.000.000. botol besar Rp. 18.000.000. Harga Pertamax Botol kecil Rp. 18.000.000 botol besar Rp. 28.000.000.
Salah satu pedagang keliling wilayah kecamatan Tiris “ZN” mengaku sangat merasakan dampak hilangnya BBM jenis pertalite eceran. Ia terpaksa beralih ke BBM jenis Pertamax yang harganya jauh lebih mahal, sehingga dirinya harus memikirkan rute lokasi penjualan daganganya.
“Sebagai pedagang keliling harus memperhitungkan ulang rute keliling kami. Jika kami membatasi jarak tempuh dan hanya berjualan di area terdekat, Pasti berdampak pada potensi pasar mengecil dan peluang untuk menghabiskan dagangan kami hilang. Kerugian sudah di depan mata. “Ungkap nya.
Di tempat terpisah “AD” pengguna BBM jenis pertalite yang setiap hari nya beraktivitas sebagai kuli pengangkut kayu sengon menggunakan sepeda motor dari Lahan ke jalan yang dapat di akses mobil. Ia mendesak pemerintah kabupaten Probolinggo segera mengambil sikap agar kelangkaan BBM Jenis pertalite tidak berkepanjangan.
“Kami berharap dan mendesak pemerintah kabupaten Probolinggo segera mengambil sikap dan solusi tepat agar kelangkaan BBM jenis pertalite tidak berkepanjangan. Kelangkaan ini apa penyebab nya, apa ada kekurangan pasokan dari Pertamina atau ada oknum penimbunan. “Tegas nya.
Penulis : Ali Misno












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.