SUARA UTAMA – Surabaya, 6 Januari 2026 — Masa liburan akademik kerap dipandang sebagai waktu jeda dari aktivitas belajar formal. Namun, bagi Reyhan Alarico Stewart, mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), liburan justru dimaknai sebagai kesempatan untuk melanjutkan proses pembelajaran melalui cara yang lebih personal dan reflektif.
Reyhan yang akrab disapa Rico memilih mengisi masa libur dengan mengunjungi ruang-ruang literasi, seperti perpustakaan dan Gramedia Matraman di Jakarta. Di tempat-tempat tersebut, ia membaca berbagai buku sosiologi, filsafat, sejarah, hingga sastra, sekaligus menjadikannya ruang refleksi diri.
“Bagi saya, literasi itu penting karena dari membaca kita belajar memahami diri sendiri dan masyarakat. Generasi muda tidak boleh jauh dari buku, meskipun sekarang semuanya serba digital,” ujar Rico.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, perpustakaan dan toko buku berperan sebagai ruang alternatif pembelajaran di luar kelas. Suasana yang tenang, keberagaman koleksi bacaan, serta kehadiran pengunjung dari berbagai latar belakang menjadikan ruang literasi sebagai miniatur kehidupan sosial. Bagi mahasiswa sosiologi, kondisi ini menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual mengamati masyarakat sekaligus merenungkan teori yang dipelajari.
Rico menilai bahwa kebiasaan membaca di masa liburan merupakan sikap penting yang perlu ditanamkan pada generasi muda. Di tengah dominasi hiburan instan dan arus informasi cepat, literasi menjadi fondasi untuk berpikir kritis dan tidak mudah terjebak pada informasi dangkal.
“Liburan bukan berarti berhenti belajar. Justru ini waktu yang tepat untuk membaca dengan lebih tenang dan mendalam. Dari literasi, kita bisa membentuk cara berpikir yang lebih kritis dan dewasa,” tambahnya.
Melalui sikap tersebut, Rico dipandang sebagai contoh generasi muda yang tetap menempatkan literasi sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban akademik. Ia berharap semakin banyak mahasiswa memaknai perpustakaan sebagai ruang bertumbuh bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran sosial dan karakter.
Dengan menjadikan literasi sebagai bagian dari keseharian, masa liburan pun berubah makna: dari sekadar waktu jeda menjadi ruang alternatif pembelajaran yang memperkaya intelektual dan membentuk generasi muda yang peka terhadap realitas sosial.
Penulis : Odie Priambodo
Editor : Andre Hariyanto
Sumber Berita : Wartawan Suara Utama














