Pentingnya Pengelolaan Anggaran yang Bijak dan Keadilan Pajak dalam RAPBN 2026

- Publisher

Senin, 18 Agustus 2025 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA – Jakarta, 18 Agustus 2025 – Praktisi perpajakan dan anggota Ikatan Wajib Pajak Indonesia (IWPI), Eko Wahyu Pramono, memberikan tanggapan terhadap pernyataan pemerintah mengenai pengelolaan penerimaan dan belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Menurut Eko Wahyu, meskipun defisit yang diperkirakan lebih rendah menjadi langkah positif, ia menekankan bahwa defisit yang masih besar tetap menjadi tantangan utama bagi keberlanjutan fiskal Indonesia.

“Defisit yang masih besar tetap menjadi masalah. Jika target penerimaan pajak tidak tercapai, pemerintah bisa menghadapi kesulitan dalam pembiayaan anggaran. Oleh karena itu, pengelolaan utang yang cermat serta penguatan sektor pajak menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan fiskal,” ujar Eko Wahyu.

BACA JUGA :  Sinergi Arsari Tambang dan Pemkot Pangkalpinang: Dorong Kesejahteraan Warga Lewat Program PPM 2027

Lebih lanjut, Eko Wahyu juga menyoroti peningkatan belanja yang signifikan dalam RAPBN 2026, yang dapat menjadi tantangan terkait efisiensi pengelolaan anggaran. Ia berpendapat bahwa peningkatan anggaran harus sejalan dengan kualitas pengelolaan yang efektif untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Eko Wahyu mengingatkan bahwa pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan anggaran menjadi faktor kunci untuk memastikan anggaran yang besar ini tidak berujung pada pemborosan.

“Saya melihat bahwa peningkatan anggaran harus sejalan dengan peningkatan kualitas belanja. Tanpa pengawasan yang ketat, belanja besar ini bisa menjadi pemborosan yang tidak efektif. Evaluasi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran sangat penting agar hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, keberhasilan RAPBN 2026 tidak hanya bergantung pada pencapaian target penerimaan pajak, tetapi juga pada pengelolaan belanja yang lebih bijak dan efisien. Pemerintah harus memastikan bahwa setiap anggaran yang dialokasikan untuk program prioritas dapat memberikan dampak positif dan langsung dirasakan oleh masyarakat.

BACA JUGA :  Publik Mendesak Pemkab Probolinggo Segera Fasilitas Izin Pertalite Ron 90 Jenis BBM Khusus Penugasan Bukan Subsidi Murni

Eko Wahyu juga menambahkan, “Penting untuk diingat bahwa pengumpulan pajak tidak hanya tentang meningkatkan jumlah yang diperoleh, tetapi juga tentang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan. Jangan hanya berburu wajib pajak seperti di kebun binatang dan menekan mereka tanpa memberikan keadilan dalam sistem perpajakan. Pajak harus dipungut dengan prinsip yang adil, sehingga masyarakat merasa bahwa kontribusi mereka benar-benar digunakan untuk kesejahteraan bersama, bukan untuk tujuan yang tidak jelas atau tidak transparan.”

 

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Barsel Kumpulkan 26 Kantong Darah Lewat Donor Massal
Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)
Lapas Kelas IIB Sarolangun Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Petugas, Kalapas: Kami Masih Lakukan Pendalaman Secara Menyeluruh
Lapas Kelas IIB Bangko dan BPS Merangin Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Perselisihan di Warung Mentawak Berujung Pemukulan, YL Lapor ke Polres Merangin  
Silatnas dan Milad 2026 Perkuat Ukhuwah, Komitmen, dan Kompetensi Anggota AR Learning Center serta Suara Utama
Raker Ma’had Ar-Rohmah Bogor Perkuat Mutu Pendidikan dan Prestasi Santri
PDI Perjuangan Makassar Lantik Pengurus Anak Cabang se-Kota Makassar
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:17 WIB

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Barsel Kumpulkan 26 Kantong Darah Lewat Donor Massal

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:45 WIB

Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:45 WIB

Lapas Kelas IIB Sarolangun Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Petugas, Kalapas: Kami Masih Lakukan Pendalaman Secara Menyeluruh

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:11 WIB

Lapas Kelas IIB Bangko dan BPS Merangin Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 18:48 WIB

Perselisihan di Warung Mentawak Berujung Pemukulan, YL Lapor ke Polres Merangin  

Berita Terbaru

Berita Utama

Aliansi Lingkungan Soroti Rencana PT Conch di Barru

Selasa, 23 Jun 2026 - 21:43 WIB