Pembangunan SPAM Desa La’uri Diduga Bermasalah: Masyakat Keluhkan Kualitas dan Pasokan Air

- Publisher

Rabu, 22 Januari 2025 - 00:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautama.id, Nias – Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di Desa La’uri, Kecamatan Sogaeadu, yang dibiayai melalui dana DAK APBD Kabupaten Nias tahun anggaran 2024 dengan nilai paket sebesar Rp. 1.618.119.000,00, kini memicu keluhan serius dari masyarakat. Proyek yang dimenangkan oleh CV. Gemilang Jaya ini diduga tidak memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat, bahkan menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas air dan keberlanjutan pasokan air bersih.

Masyarakat Desa La’uri menyampaikan bahwa distribusi air yang dijanjikan proyek ini tidak merata. Beberapa dusun di desa tersebut masih belum mendapatkan pasokan air yang cukup. Salah satu yang paling terdampak adalah Dusun 5 yang hingga kini masih mengalami kendala dalam mendapatkan air bersih. Sebagian warga mengungkapkan bahwa meskipun air sempat mengalir ke rumah mereka setelah proyek selesai, aliran tersebut hanya bertahan beberapa hari, dan kini mereka kembali kesulitan mendapatkan air bersih.

Lebih parah lagi, Hasil investigasi pada hari senin yang dilakukan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Kepulauan Nias, Agri Helpin Zebua kepada awak media hari ini, Selasa (21/01/25) mengatakan bahwa ia menemukan adanya sejumlah masalah fatal di lapangan. Salah satunya adalah jalur perpipaan yang tersumbat di sumber mata air yang seharusnya menjadi titik utama distribusi air. Sumber mata air yang semestinya mengalirkan air ke masyarakat tidak berfungsi dengan baik, bahkan aliran air ke beberapa wilayah, khususnya Dusun 5, terhenti sama sekali. Selain itu ia juga menemukan kebocoran pada persambungan pipa yang menuju bak penambungan, serta kondisi pipa yang rawan akan kerusakan dikarenakan secara bebas dibiarkan berada dipermukaan tanah.

Helpin menilai bahwa proyek ini dikerjakan dengan sangat buruk dan terkesan asal-asalan. Menurutnya, sejak awal hingga selesai, proyek tersebut tidak dilengkapi dengan papan informasi, yang menambah kesan tertutup dan tidak transparannya proyek ini. Belum lagi dengan bak penampungan pertama yang membendung titik mata air sangat kecil dan tidak tertutup sehingga sumber mata air bebas dan terbuka begitu saja.  Kepada awak media Masyarakat juga melaporkan bahwa mereka tidak pernah diberitahu secara jelas mengenai anggaran dan proses pelaksanaan proyek, yang seharusnya terbuka untuk umum.

BACA JUGA :  Bupati Merangin Ajak Insan Pers Perkuat Profesionalisme dan Sinergi Demi Informasi Berkualitas

Proyek yang bernilai hampir 1,6 miliar rupiah ini, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, malah menambah beban mereka. Alih-alih meningkatkan akses terhadap air bersih, proyek ini justru menjadi sumber masalah baru. Warga yang sempat merasa lega dengan aliran air yang masuk ke rumah mereka, kini kembali mengalami kesulitan dan kekhawatiran akan kualitas air yang terancam tercemar.

Selain itu, Helpin juga menyoroti potensi pencemaran di sumber mata air yang sangat mengkhawatirkan. Dalam pemeriksaan lapangan, beberapa warga menyampaikan kekhawatiran mereka terkait adanya praktik pencemaran sumber mata air, termasuk kemungkinan penyebaran racun ikan yang dapat merusak ekosistem dan mengancam kebersihan air. Hal ini semakin memperburuk citra proyek yang seharusnya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Nias kini dihadapkan pada tanggung jawab besar untuk menyelesaikan persoalan ini. Ketua DPW LSM KCBI mendesak agar pihak pemerintah kabupaten turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang sesungguhnya dan mendengarkan keluhan masyarakat. Ia juga meminta agar pihak rekanan, CV. Gemilang Jaya, segera memperbaiki jalur perpipaan yang tersumbat dan memastikan air dapat mengalir ke seluruh dusun secara merata.

BACA JUGA :  Semarak HUT ke-81 Republik Indonesia, Lapas Bangko Resmi Buka Pekan Olahraga Petugas dan Warga Binaan

Lebih jauh, Helpin menyarankan agar pemerintah kabupaten bekerja sama dengan pemerintah desa untuk membentuk manajemen pengelola SPAM yang dapat mengawasi dan menjaga keberlanjutan serta kebersihan sumber mata air. Tanpa adanya pengelolaan yang baik, ia khawatir masalah ini akan terus berlanjut dan semakin merugikan masyarakat.

Proyek senilai 1,6 miliar rupiah ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Nias. Masyarakat sudah memberikan kepercayaan penuh terhadap proyek ini, namun kenyataannya mereka malah merasa dikecewakan. Pemerintah harus bertindak tegas, mengusut tuntas masalah ini, dan memastikan bahwa anggaran yang sudah digelontorkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat benar-benar dapat terealisasi dengan baik. Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut dan merugikan rakyat yang membutuhkan air bersih sebagai kebutuhan dasar mereka.

Berita Terkait

BEMNUS Sulawesi Barat Soroti Rencana Pengangkatan Kembali Nakes PPPK di Mamuju : “Jangan Jadikan Tenaga Kesehatan Korban Kebijakan Anggaran
Bapelkum Bitung Dorong Pelayanan Hukum Makin Dekat dengan Masyarakat
Jam Pelayanan Masih Berlangsung, BEMNUS Sulbar Soroti Kosongnya Loket Layanan Disdikpora Majene
Semangat Pengayoman Menggelora, Bapelkum Bitung Meriahkan Fun Walk Sambut HUT RI ke-81
Semarak HUT RI ke-81, Lapas Kelas IIB Bangko Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Binaan, Keluarga dan Masyarakat
Bapelkum Bitung Tebar Kepedulian, Bagikan Sembako untuk Security dan TAD Sambut HUT RI ke-81
Bapelkum Bitung dan BNNK Perkuat Sinergi Sambut HUT RI ke-81
Diduga Minim Pelayanan Saat Jam Kerja, Warga Kampung Baruh Desak Evaluasi Kinerja Lurah dan Pegawai
Berita ini 184 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:24 WIB

BEMNUS Sulawesi Barat Soroti Rencana Pengangkatan Kembali Nakes PPPK di Mamuju : “Jangan Jadikan Tenaga Kesehatan Korban Kebijakan Anggaran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Bapelkum Bitung Dorong Pelayanan Hukum Makin Dekat dengan Masyarakat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:07 WIB

Jam Pelayanan Masih Berlangsung, BEMNUS Sulbar Soroti Kosongnya Loket Layanan Disdikpora Majene

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Semangat Pengayoman Menggelora, Bapelkum Bitung Meriahkan Fun Walk Sambut HUT RI ke-81

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Lapas Kelas IIB Bangko Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Binaan, Keluarga dan Masyarakat

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand