Pakopak Adu Argument Dengan Oknum Kepala SMK Negeri 1 Banyuanyar Ini Masalah nya

- Publisher

Sabtu, 15 November 2025 - 09:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

http://www.SuaraUtama.id

SUARA UTAMA, Probolinggo – Proyek Kegiatan bantuan pemerintah program Revitalisasi SMK Negeri 1 Banyuanyar tahun 2025. Mendapat sorotan Dewan Pengurus Cabang PROJAMIN yang tergabung di Komunitas PAKOPAK kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Proyek revitalisasi dengan total anggaran Rp.3.665.578.140,34. Untuk 10 Jenis pekerjaan beserta prabot di lingkup SMK Negeri 1 Banyuanyar. 15/11/2025.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021, tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta peraturan lain nya. Dalam pelaksanaan proyek swakelola, pada umumnya terdapat 3 team yang terlibat dalam penyelenggaraan swakelola tersebut. Diantarnya, Team Persiapan,Team Pelaksana dan Team Pengawas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, berbeda dengan pelaksanaan proyek swakelola SMK Negeri 1 Banyuanyar. Dalam pelaksanaan nya terindikasi dugaan 3 team tersebut tidak di manfaatkan sebagai mana mestinya. Khususnya dalam pengadaan meja dan kursi siswa, yang diduga kuat di handle oleh oknum kepala sekolah SMK Negeri 1 Banyuanyar.

Saat personil team Pakopak “Budi Harianto” mengklarifikasi oknum kepala SMK Negeri 1 Banyuanyar ” HS” dalam ruangan nya. Mereka berdua sempat bersitegang dan saling beradu argument perihal maksud kedatangan nya serta klarifikasi terkait pengadaan proyek Revitalisasi tersebut. Jum’at tanggal 14 November 2025.

BACA JUGA :  Gerebek Rumah di Sambaliung, Satresnarkoba Polres Berau Amankan Dua Pengedar Sabu

Oknum kepala SMK Negeri 1 Banyuanyar “HS” saat beradu argument mengatakan bahwa data yang diperlihatkan oleh personil team Pakopak (foto meja dan kursi). Ia menyebut data tersebut adalah data lama. menurut nya, sudah di nyatakan bagus oleh team pengawas dari jakarta.

“Data itu data yang lama, barusan ada team pengawas dari pusat dan di nyatakan bagus. “Ucap oknum kepala sekolah saat beradu argument dengan personil team Pakopak. Namun, seusai adu argument team media meminta wawancara terkait proyek tersebut, Ia mengatakan masih belum siap.

Kepada team media, Personil Pakopak menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan nya ke SMK Negeri 1 Banyuanyar. Ia mengaku Tabayun dan mengklarifikasi temuan nya terkait proyek revitalisasi, khususnya prabot kursi dan meja siswa.

“Maksud dan tujuan kedatangan kami adalah tabayun dan mengklarifikasi temuan kami terkait pengadaan prabot kursi dan meja yang kami duga bahan nya tidak sesuai spesifikasi dan harga yang diduga melambung tinggi. Namun, kami sangat menyayangkan, Kenapa oknum kepala sekolah yang sewot. kami kan mau klarifikasi kepada team pelaksana dan pengawas. Kepala sekolah adalah penanggung jawab. “Ucap nya.

BACA JUGA :  Publik Geram, Seurgensi Apa Hingga DPRD Kabupaten Probolinggo Menggelar Rapat di Hotel Surabaya Selama Dua Hari

Ia menambahkan, dengan ikut campur nya oknum kepala SMK Negeri 1 Banyuanyar.Semakin kuat dugaan bahwa prabot (meja dan kursi) tidak sesuai spesifikasi. Selain itu, Ia menduga dalam pelaksanaan proyek revitalisasi di handle oleh oknum kepala sekolah tersebut.

“Dengan ikut campur nya oknum kepala sekolah SMK Negeri 1 Banyuanyar, semakin kuat dugaan kami, bahwa oknum kepala sekolah sendiri yang belanja meja dan kursi siswa, bukan team panitia yang sudah di bentuk. Dengan mengatakan data kami data yang lama, secara tidak langsung, oknum Kepala sekolah mengakui bahwa dugaan kami itu benar dan sudah di perbaiki. “Imbuh nya.

Ketua team pelaksana “Hendro” saat di konfirmasi media di lokasi tumpukan meja serta kursi yang diduga bahan nya tidak sesuai spesifikasi dan harga yang melambung tinggi. Ia mengakui bahwa yang belanja adalah oknum kepala SMK Negeri 1 Banyuanyar..

BACA JUGA :  Warga Buntok Padati Taman Iring Witu, Meriahkan Jalan Santai HUT Bhayangkara ke-80

“Kalau masalah harga sesuai RAB satu meja satu kursi (satu stel) harganya Rp 750.000. sebanyak 50 stel. spesifikasi sesuai RAB. Yang belanja kemarin pakai rekanan nya “HS” oknum kepala sekolah. Yang belanja seharusnya team belanja tapi saya tidak ikut. “Ucap nya.

Sementara team pengawas “Wahyu pribadi” kepada team media mengatakan bahwa memang ada beberapa barang yang kurang bagus. Ia mengaku sudah menegur oknum kepala SMK Negeri 1 Banyuanyar untuk di perbaiki.

“Pekerjaan kebanyakan sesuai spesifikasi, dan konstruksi sesuai RAB. ada beberapa yang memang kurang sesuai spesifikasi. Terkait meja dan kursi memang plitur nya kurang bagus, saya sudah menegur oknum kepala sekolah agar plitur di ganti yang lebih bagus. Kayu kursi dan meja siswa seharusnya pakai kayu jati campur (hitam putih). “Pungkas nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab
Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP
BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026
Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas
Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan
Saudi Edu Expo 2026 Sukses Digelar, Antusiasme Pengunjung Melonjak Tiga Kali Lipat
Terindikasi Arogansi dan Tidak Kooperatif, ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Enggan Bertanggung jawab 
Berita ini 230 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:21 WIB

BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand