Momen sakral yang mempertemukan modernitas industri dan keluhuran tradisi baru saja terukir. PYM Datu Amir MA, Raja Muda Perkasa, Memimpin ritual adat di wilayah PT Antasena.

simbol penghormatan mendalam dari PT Antasena terhadap kearifan lokal setempat.

- Publisher

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PYM Datu Amir MA, Raja Muda Perkasa,(Berbaju kuning). memimpin ritual adat di wilayah PT Antasena.

PYM Datu Amir MA, Raja Muda Perkasa,(Berbaju kuning). memimpin ritual adat di wilayah PT Antasena.

Suara utama, Berau – Di bawah langit pesisir Tanjung Batu yang membentang luas, Sebuah momen sakral yang mempertemukan modernitas industri dan keluhuran tradisi baru saja terukir. Pada Sabtu (23/05/2026), PYM Datu Amir MA, Raja Muda Perkasa, memimpin ritual adat di wilayah perairan PT Antasena.

Ritual ini bukan sekedar seremonial, melainkan simbol penghormatan mendalam dari PT Antasena terhadap kearifan lokal setempat.

Melalui prosesi ini, pihak manajemen perusahaan secara resmi mengetuk pintu dan meminta restu serta pamit kepada leluhur dan masyarakat adat sebelum memulai aktivitas operasional mereka di wilayah Kabupaten Berau.

Pihak PT Antasena menyatakan bahwa ritual ini adalah bentuk komitmen mereka untuk tidak hanya mengeruk keuntungan, tetapi juga menjaga keharmonisan lingkungan, keselamatan para pekerja, serta berkontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat Berau. Sebagai pemimpin adat dan spiritual, PYM Datu Amir MA menyampaikan pesan yang kuat dan penuh kebijaksanaan terkait kolaborasi ini.

“Laut dan tanah Berau ini adalah warisan leluhur yang menghidupi kita semua. Ketika PT Antasena datang dengan niat baik, menunjukkan rasa hormat yang besar terhadap adat istiadat kami, dan secara ksatria meminta izin untuk bekerja di wilayah ini, maka kami menyambutnya dengan tangan terbuka,”ungkapnya.

BACA JUGA :  Diduga Minim Pelayanan Saat Jam Kerja, Warga Kampung Baruh Desak Evaluasi Kinerja Lurah dan Pegawai

“Ritual yang kita laksanakan hari ini adalah jembatan spiritual agar aktivitas perusahaan selalu diberkahi keselamatan, dijauhkan dari marabahaya, dan membawa berkah bagi masyarakat luas. Kita tidak menolak kemajuan zaman, namun industri harus tahu diri dan tahu cara menghormati alam serta budaya tempatan. Saya berharap PT Antasena memegang teguh komitmen ini hingga akhir,” Tambahannya

BACA JUGA :  Bapelkum Bitung Ikuti Penguatan Kapasitas HAM untuk Dorong Pelayanan Publik Inklusif

Dengan selesainya ritual adat ini, PT Antasena siap melangkah maju memulai operasinya di Kabupaten Berau dengan mengantongi restu adat tertinggi.

Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan internasional dan nasional lainnya di Indonesia, bahwa kunci keberhasilan investasi jangka panjang adalah sinergi total dengan masyarakat dan adat setempat.

Berau kini bersiap menyaksikan bagaimana industri modern dapat tumbuh subur tanpa harus mencabut akar tradisi yang telah terjaga selama berabad-abad.

Penulis : Rudi Salam

Editor : R salam

Sumber Berita: Suara utama. Id

Berita Terkait

Bupati Merangin Siapkan Videotron Pertama, Perindah Kota Bangko dan Dorong PAD
Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian
PETI Gunakan Ekskavator Milik Cuncun di Pematang Kandis, Beranikah Aparat Bertindak ?
Rapuh Seperti Kue Sagon, Paving Block Anggaran Pokir Dikeluhkan Anggota DPRD Pandeglang
Jenazah Misterius Ditemukan di Pulau Enggano, Tim SAR dan Polisi Lakukan Pencocokan DNA Dengan Delapan Keluarga Korban Hilang Saat Peliputan Eerupsi Gunung Anak Krakatau
Lantik Ketua LPM Baru, Lurah Girian Weru Dua Harapkan Sinergi Kuat
Lapas Bangko Gelar Hening Cipta untuk Mengenang ASN Jayawijaya yang Gugur dalam Tugas
Sisir Rakata, Sertung, hingga Pulau Panjang, Tim Gabungan Belum Temukan 8 Orang yang Hilang
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:31 WIB

Bupati Merangin Siapkan Videotron Pertama, Perindah Kota Bangko dan Dorong PAD

Selasa, 15 September 2026 - 23:47 WIB

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian

Selasa, 15 September 2026 - 20:34 WIB

PETI Gunakan Ekskavator Milik Cuncun di Pematang Kandis, Beranikah Aparat Bertindak ?

Selasa, 15 September 2026 - 13:05 WIB

Rapuh Seperti Kue Sagon, Paving Block Anggaran Pokir Dikeluhkan Anggota DPRD Pandeglang

Senin, 14 September 2026 - 19:15 WIB

Jenazah Misterius Ditemukan di Pulau Enggano, Tim SAR dan Polisi Lakukan Pencocokan DNA Dengan Delapan Keluarga Korban Hilang Saat Peliputan Eerupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/