lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

Marxisme Jadi Nenengisme: Fanpage Ideologi Berubah Jadi Halaman Kebun

- Publisher

Senin, 14 Juli 2025 - 17:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Jakarta – Sebuah fenomena unik terjadi di media sosial setelah sebuah fan page Facebook yang sebelumnya bernama Marxisme Indonesia berubah nama menjadi Neneng Rosdiyana, nama seorang ibu rumah tangga yang aktif di komunitas perkebunan. Perubahan ini sontak menjadi perbincangan dan memunculkan istilah jenaka di kalangan warganet, yakni Nenengisme.

Fan page tersebut kini berisi aktivitas sehari-hari Neneng Rosdiyana, yang diketahui bukan merupakan tokoh akademik atau aktivis ideologi, melainkan penggiat pertanian rumah tangga. Tak disangka, halaman yang kini berisi konten tentang kebun dan kegiatan komunitas ibu-ibu itu sebelumnya merupakan wadah diskusi mengenai paham Marxisme.

Dalam keterangannya, Neneng mengaku tidak mengetahui sejarah halaman tersebut sebelum ia kelola.
“Setahun yang lalu saya aja baru denger nama Marxis. Saya kira itu nama band,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa nama fan page itu diganti sesuai namanya karena akan digunakan untuk promosi Facebook pribadi.

Neneng pun meminta warganet untuk berhenti menautkan dirinya dengan paham Marxisme.
“Jadi stop nanya-nanya dan nyebut saya penganut. Dan please lah buat kalian yang fans Marxis, terima kenyataan bahwa page ini sekarang emang udah jadi Neneng Rosdiyana,” tegasnya.

Hingga kini, halaman Facebook tersebut masih aktif dan memiliki sekitar 7.700 pengikut. Banyak dari mereka yang tetap berinteraksi di kolom komentar, sebagian besar dengan candaan yang memadukan istilah Marxisme dengan aktivitas perkebunan ala Neneng.

BACA JUGA :  Korban PRONA dan PTSL Belum Merdeka Secara Utuh, Oknum Kepala ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Diduga  Bersembunyi di Bawah Ketiak

Apa Itu Marxisme?

Marxisme merupakan sebuah teori sosial, ekonomi, dan politik yang berakar pada pemikiran Karl Marx. Inti dari Marxisme adalah pandangan bahwa masyarakat terbagi ke dalam kelas-kelas sosial yang saling bertentangan, khususnya antara pemilik modal (borjuasi) dan kelas pekerja (proletariat). Marx meyakini bahwa konflik antara kedua kelas ini akan memicu perubahan revolusioner menuju masyarakat tanpa kelas.

Paham ini menjadi dasar ideologi komunisme, dan dalam sejarah penerapannya sering dikaitkan dengan berbagai kontroversi, terutama terkait pelanggaran hak asasi manusia dan kegagalan ekonomi di beberapa negara yang mencoba menerapkannya secara ekstrem.

BACA JUGA :  Sarbumusi Kota Batu Peringati Harlah ke-71, Perkuat Silaturahmi dan Perjuangan Buruh

Reaksi Netizen

Istilah Nenengisme sendiri tidak memiliki makna ideologis atau filosofis yang jelas. Sebaliknya, istilah tersebut muncul sebagai candaan dan bentuk keheranan atas perubahan drastis isi halaman yang awalnya dianggap sebagai tempat diskusi serius tentang ideologi, namun kini berubah menjadi tempat berbagi tips berkebun dan aktivitas harian ibu rumah tangga.

Fenomena ini menjadi bukti bagaimana dunia digital, terutama media sosial, dapat menghadirkan pergeseran makna yang tidak terduga, bahkan memunculkan humor di tengah wacana yang sebenarnya serius.

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Ketua Panitia Ungkap Perjuangan Umat Persiapkan Peresmian Gereja Paroki Idakebo
Uskup Timika Bernadus Pemberkatan Goa Maria di Paroki Idakebo
Indonesia Gelar Dialog Global Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital
Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo
Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani
Umat Stase Goodide Kembangkan Literasi Iman melalui Buku 50 Tahun Pelayanan Katekis Germanus Goo
Bupati Yudas Tebai Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Peresmian Gereja
Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Timur
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Ketua Panitia Ungkap Perjuangan Umat Persiapkan Peresmian Gereja Paroki Idakebo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Uskup Timika Bernadus Pemberkatan Goa Maria di Paroki Idakebo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:59 WIB

Indonesia Gelar Dialog Global Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/