Loyalitas dan Keikhlasan: Rahasia Kebahagiaan Sejati

Selasa, 15 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Imam Saokani, Mahasiswa asal Sembalun, Lombok Timur, NTB

SUARA UTAMA Dalam kehidupan, fokus pada diri sendiri, pengendalian diri, dan perhatian terhadap hal-hal kecil merupakan kunci menuju pencapaian yang besar. Melalui proses ini, tumbuhlah rasa percaya diri pada apa yang kita usahakan. Namun, satu hal yang perlu kita ingat adalah bahwa ego tidak akan membawa kita ke mana-mana. Justru, keikhlasanlah yang akan mengajarkan banyak hal, serta membawa kita pada kehidupan yang lebih baik.

Kisah Nabi Ibrahim AS memberi kita pelajaran berharga. Ketika diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya, Ismail, sebenarnya Allah tidak memerintahkannya untuk membunuh Ismail secara harfiah. Ibrahim hanya diminta untuk melepaskan rasa kepemilikan yang mendalam terhadap putranya. Sebab, pada hakikatnya, segala sesuatu di dunia ini adalah milik Allah.

BACA JUGA :  Ternyata Daun Kelor Dapat Meningkatkan Vitalitas Pria

Kita pun memiliki “Ismail” dalam hidup kita. “Ismail” bisa jadi adalah harta kita, karir kita, atau bahkan sesuatu yang sangat kita cintai dan pertahankan di dunia ini. Kisah Ibrahim mengajarkan tentang loyalitas tanpa batas kepada Allah, sementara Ismail menggambarkan keikhlasan tanpa pamrih.

Dalam kehidupan sehari-hari, jangan pernah merasa lebih baik dari orang lain hanya karena memiliki harta atau kekayaan duniawi. Semua itu tidak ada artinya di hadapan Allah. Keikhlasan, pengendalian diri, dan fokus pada pencapaian yang bermakna adalah apa yang akan membawa kita menuju kebahagiaan sejati.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita keshalihan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail, sehingga kita mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Imam Saokani

Editor : Mas Andre Hariyanto

Sumber Berita : Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus
Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles
Babak Baru Hukum Pidana Indonesia, KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku
Mahasiswa Sosiologi UINSA Padukan Rekreasi dan Refleksi Sosial di Kota Batu

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:35

Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:16

Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus

Senin, 19 Januari 2026 - 16:36

Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Sabtu, 3 Januari 2026 - 23:45

Babak Baru Hukum Pidana Indonesia, KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku

Jumat, 2 Januari 2026 - 16:11

Mahasiswa Sosiologi UINSA Padukan Rekreasi dan Refleksi Sosial di Kota Batu

Berita Terbaru