SUARA UTAMA, Malang – Keprihatinan dan solidaritas insan pers terus mengalir menyusul hilangnya kontak lima jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten.

Kelima jurnalis tersebut diketahui berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin, 7 September 2026. Mereka terdiri atas M. Bagus Khoirunnas, Arie Basuki, Yudistiro Pranoto (Yudhis), Firdaus Wajdi (Daus), dan Donal Husni. Dalam perjalanan tersebut, mereka bersama tiga orang lainnya, yakni nakhoda, anak buah kapal (ABK), dan pemandu.
Komunikasi dengan rombongan kemudian terputus. Hingga Minggu, 13 September 2026, upaya pencarian oleh tim SAR gabungan masih dilakukan dengan memperluas wilayah penyisiran di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau dan Selat Sunda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Andre Hariyanto: Jurnalis Bekerja untuk Publik, Keselamatan Harus Menjadi Prioritas
Founder Yayasan Suara Utama Indonesia (YSUI), Andre Hariyanto, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Menurutnya, tugas jurnalistik memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, namun keselamatan jurnalis juga harus menjadi perhatian bersama.
“Kami dari Yayasan Suara Utama Indonesia turut prihatin dan mendoakan saudara-saudara kita yang sedang menjalankan tugas jurnalistik di sekitar Gunung Anak Krakatau. Semoga seluruh jurnalis dan kru yang masih dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga,” ujar Andre Hariyanto.
Andre yang juga dikenal sebagai bagian dari insan pers menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa profesi jurnalistik tidak selalu berada dalam situasi yang mudah dan aman.
“Di balik sebuah berita, ada perjuangan seorang jurnalis di lapangan. Mereka hadir untuk mencari informasi, mendokumentasikan peristiwa dan memberikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian bersama,” lanjutnya.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar media, jurnalis, wartawan, pewarta foto, organisasi pers, serta masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa.
Doa dan Solidaritas untuk Para Jurnalis
Doa untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal juga telah dilakukan oleh sejumlah komunitas dan organisasi pers di berbagai daerah. Segenap redaksi media online nasional, insan pers turut menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral terhadap proses pencarian.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia juga menyatakan harapan agar kelima jurnalis segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga serta orang-orang terdekat.
Andre Hariyanto mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berhenti mendoakan mereka.
“Semoga Allah SWT memberikan perlindungan, kekuatan dan keselamatan kepada seluruh jurnalis serta kru yang sedang dalam pencarian. Semoga tim SAR diberikan kemudahan, kekuatan dan petunjuk dalam menjalankan operasi pencarian. Dan semoga kabar baik segera datang kepada keluarga yang sedang menunggu.”
Ia menambahkan, solidaritas terhadap sesama jurnalis bukan sekadar rasa simpati, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap perjuangan insan pers dalam menjalankan tugasnya.
“Mari kita bersama-sama berdoa. Semoga mereka segera ditemukan, selamat, sehat dan dapat kembali ke pelukan keluarga,” pungkas Andre.
SUARA UTAMA turut menyampaikan doa dan solidaritas bagi M. Bagus Khoirunnas, Arie Basuki, Yudistiro Pranoto, Firdaus Wajdi, Donal Husni serta tiga kru kapal yang hingga kini masih dalam pencarian. Semoga seluruh proses pencarian diberikan kelancaran dan hasil terbaik.
Penulis : Andre Hariyanto
Editor : Aisyah Putri Widodo
Sumber Berita: Redaksi Suara Utama & Berbagai Sumber











