Larangan Study Tour Gubernur Dedi Mulyadi: Solusi Protektif atau Hambatan Edukasi?

- Publisher

Kamis, 31 Juli 2025 - 12:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar-Ilustrasi-Penampakan-para-siswa-siswi-melaksanakan-study-tour-dengan-menaiki-sebuah-bus._rri_11zon1-scaled.jpg

Gambar-Ilustrasi-Penampakan-para-siswa-siswi-melaksanakan-study-tour-dengan-menaiki-sebuah-bus._rri_11zon1-scaled.jpg

Realitas di Balik Seragam: Antara Pembelajaran Lapangan dan Tekanan Biaya

SUARA UTAMA  – Di tengah semangat pendidikan yang inklusif dan merata, kegiatan study tour di lingkungan sekolah justru memunculkan ironi. Program yang idealnya menjadi sarana pembelajaran luar kelas dan pengembangan karakter, kini memicu diskusi serius di masyarakat. Apakah study tour benar-benar investasi pendidikan, atau justru beban finansial terselubung bagi orang tua?

Perspektif Teoritis: Belajar Tak Harus di Kelas

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teori pendidikan progresif seperti yang dikemukakan oleh John Dewey menekankan bahwa pengalaman langsung adalah bagian penting dalam proses belajar. Dewey berpendapat bahwa “education is not preparation for life; education is life itself,” dan salah satu wujudnya adalah pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Studi dari Kolb (1984) dalam Experiential Learning Theory juga menunjukkan bahwa proses belajar akan lebih efektif ketika siswa mengalami secara langsung siklus belajar: mengalami – merefleksikan – berpikir – bertindak.

BACA JUGA :  Mengembalikan Marwah Penegakan Hukum

Dengan kata lain, konsep study tour secara teoritis sangat kuat sebagai metode pendidikan alternatif. Kunjungan ke situs sejarah, pusat sains, atau tempat industri bisa memberikan konteks nyata yang tak bisa didapat di ruang kelas.

Pendapat Pakar Pendidikan

Dr. Elin Driana, M.Pd., pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, menyatakan bahwa study tour bisa sangat bermanfaat untuk pembentukan karakter sosial, kemandirian, dan empati siswa. Namun, ia menekankan bahwa perencanaan yang bijak dan proporsional sangat penting.

“Jangan sampai nilai edukatifnya kalah dengan aspek rekreasinya. Apalagi kalau sampai ada eksklusi sosial karena siswa tidak mampu ikut,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dr. Indra Charismiadji, pengamat kebijakan pendidikan, menegaskan bahwa:

“Ketika sekolah mulai kehilangan fokus pada pendidikan karakter dan justru memfokuskan destinasi ke tempat wisata elit, saat itulah study tour kehilangan makna edukatifnya.”

BACA JUGA :  Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Media Sorotan: Antara Pro dan Kontra

Media nasional seperti Kompas (2024) dan Tempo (2023) telah beberapa kali menyoroti kontroversi biaya study tour yang dianggap membebani. Sebuah laporan investigasi Kompas menyebutkan bahwa lebih dari 40% orang tua di sekolah menengah merasa terbebani secara ekonomi oleh program study tour, apalagi jika kegiatan tersebut diadakan di luar pulau atau bahkan luar negeri.

Sementara itu, detik.com dan CNN Indonesia sempat memuat curhatan viral orang tua siswa yang anaknya tidak diikutsertakan dalam sesi foto kelas hanya karena tidak ikut study tour. Fenomena ini memperlihatkan dimensi sosial yang lebih dalam: terjadi segregasi psikologis yang bertentangan dengan semangat pendidikan merata.

Solusi: Menata Ulang Makna dan Mekanisme

Untuk menyelamatkan esensi study tour, ada beberapa langkah konkret yang perlu dipertimbangkan oleh pihak sekolah, pemerintah daerah, dan komite pendidikan:

  1. Audit dan transparansi biaya oleh sekolah serta pelibatan penuh komite orang tua.
  2. Fokus pada lokasi edukatif lokal yang terjangkau namun tetap berkualitas.
  3. Penerapan subsidi silang bagi siswa yang kurang mampu agar tidak terjadi eksklusi.
  4. Menyisipkan evaluasi akademik dan refleksi setelah kegiatan, agar tujuan pendidikan tetap menjadi yang utama.
  5. Evaluasi dari Dinas Pendidikan, agar kegiatan ini tidak lepas dari standar mutu dan keberpihakan sosial.
BACA JUGA :  Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Penutup: Edukasi atau Prestise?

Study tour bukan sekadar jalan-jalan berlabel edukasi. Ini seharusnya menjadi medium pembelajaran kontekstual yang membentuk perspektif baru siswa. Namun, ketika biaya menjadi penghalang dan orientasinya bergeser ke hiburan dan prestise, maka saatnya kita bertanya ulang: siapa sebenarnya yang diuntungkan?

Dalam masyarakat yang masih berjuang mengatasi ketimpangan sosial dan akses pendidikan, pendidikan yang bermakna bukan yang mahal, melainkan yang adil dan menyentuh semua lapisan.

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
OD Summit 2026 Dorong Pemimpin Organisasi Menemukan Arah Baru di Tengah Perubahan
Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga
Koperasi Desa: Kesejahteraan atau Kontrol Negara?
Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab
Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong
Pernyataan Hotman Paris, Pemred SUARA UTAMA Ajak Hormati Profesi Wartawan
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:08 WIB

OD Summit 2026 Dorong Pemimpin Organisasi Menemukan Arah Baru di Tengah Perubahan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Koperasi Desa: Kesejahteraan atau Kontrol Negara?

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/