Lampu Jalan Solar Cell Senilai Rp100 Juta di Kelurahan Mampun Tabir Hancur, Warga Nilai Proyek Mubazir

- Penulis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUARA UTAMA, Merangin – Proyek pembangunan lampu jalan tenaga surya (solar cell) senilai Rp100 juta di Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi, kini menuai sorotan tajam. Pasalnya, fasilitas yang dibangun oleh Ormas CV Masyarakat Merangin Mandiri milik Aris Kurniawan pada pertengahan tahun 2024 lalu, kini sudah rusak parah dan tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Berdasarkan penelusuran di lapangan pada Rabu (7/8), kondisi fisik lampu jalan yang mengarah ke kawasan pemakaman sudah dalam keadaan patah-patah dan tidak berfungsi. Sejumlah tiang terlihat miring dan panel surya tak lagi terpasang dengan semestinya.

Seorang warga setempat berinisial RY mengaku kecewa dengan hasil proyek tersebut.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Lampu Jalan Solar Cell Senilai Rp100 Juta di Kelurahan Mampun Tabir Hancur, Warga Nilai Proyek Mubazir Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya itu bangunan lampu yang arah ke makam itu sudah hancur, Bang. Banyak yang patah. Jadi dengan dana segitu, terkesan mubazir aja,” ujar RY.

BACA JUGA :  Fantastis, Bupati Subang Teken MoU Revitalisasi Tambak Pantura: Langkah Serius Dukung Swasembada Pangan Nasional!

Ia juga menilai lemahnya pengawasan dari aparat penegak hukum turut berperan dalam buruknya kualitas proyek.

“Ini akibat lemahnya pengawasan dari aparat penegak hukum, sehingga para pemborong tidak mementingkan kualitas bangunan, dan lebih ingin mencari keuntungan besar. Untuk itu ke depannya ormas seperti ini tidak usah lagi dipakai,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak CV Masyarakat Merangin Mandiri maupun dari instansi pemerintah terkait mengenai rusaknya proyek tersebut.

Masyarakat berharap, pemerintah daerah dan penegak hukum dapat melakukan evaluasi serta tindakan tegas terhadap proyek-proyek infrastruktur yang tidak sesuai spesifikasi dan hanya membuang-buang anggaran negara.

 

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tim Medis IDI Cabang Kota Bogor Kirim Dokter ke Lokasi Bencana di Sibolga
Darurat Banjir Boentuka, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten TTS, Buka Program Bantuan
Kasus Dugaan Perdagangan Anak Libatkan Warga SAD, Mijak Tampung SH: “Ini Harus Diberantas!”
Eben Diduga Jadi Penampung Emas Ilegal di Desa Lantak Seribu, Warga Mendesak APH Bertindak
Perkuat Struktur Organisasi, DMI TTS Gelar Meeting Perdana
Humanitalk Lampung di Rujak Petir: Dompet Dhuafa Lampung Gaungkan Aksi Peduli Bencana Sumatera
Roadshow Peduli Sumatera 2025: Dompet Dhuafa Lampung Gandeng Fathur untuk Gerakkan Solidaritas Anak Muda
Cahaya Hijrah Launching Sanlat Akhir Tahun di Batuputih
Berita ini 176 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 21:08 WIB

Tim Medis IDI Cabang Kota Bogor Kirim Dokter ke Lokasi Bencana di Sibolga

Selasa, 9 Desember 2025 - 20:45 WIB

Darurat Banjir Boentuka, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten TTS, Buka Program Bantuan

Senin, 8 Desember 2025 - 20:58 WIB

Kasus Dugaan Perdagangan Anak Libatkan Warga SAD, Mijak Tampung SH: “Ini Harus Diberantas!”

Senin, 8 Desember 2025 - 07:35 WIB

Eben Diduga Jadi Penampung Emas Ilegal di Desa Lantak Seribu, Warga Mendesak APH Bertindak

Minggu, 7 Desember 2025 - 21:00 WIB

Perkuat Struktur Organisasi, DMI TTS Gelar Meeting Perdana

Minggu, 7 Desember 2025 - 20:02 WIB

Humanitalk Lampung di Rujak Petir: Dompet Dhuafa Lampung Gaungkan Aksi Peduli Bencana Sumatera

Minggu, 7 Desember 2025 - 16:36 WIB

Roadshow Peduli Sumatera 2025: Dompet Dhuafa Lampung Gandeng Fathur untuk Gerakkan Solidaritas Anak Muda

Minggu, 7 Desember 2025 - 15:56 WIB

Cahaya Hijrah Launching Sanlat Akhir Tahun di Batuputih

Berita Terbaru