Ketua KWIP Merangin Kecam Pernyataan Kabag Protokol dan Kompim ‘Haidir’ yang Remehkan Profesi Wartawan

Kamis, 26 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Dugaan perilaku tidak terpuji terkait pernyataan Kepala Bagian (Kabag) Protokol dan Kompim Kabupaten Merangin, Haidir S.Ag, M.H., yang diduga meremehkan profesi wartawan secara sarkastik, menuai kecaman dari berbagai kalangan.

Pernyataan tersebut, yang didengar langsung oleh salah satu wartawan Merangin Dedi Aswida yang juga sebagai Kepala Biro Merangin media Satukomando pada Kamis (26/6/25).

Menurut informasi yang diperoleh, pernyataan tersebut diucapkan oleh Haidir di depan Dedi tepatnya di Kantor Bupati Merangin. dimana Haidir secara sarkastik menyampaikan komentar yang merendahkan profesi wartawan. Tindakan ini dinilai sangat tidak pantas dan melanggar kode etik komunikasi di lingkungan aparat pemerintah.

BACA JUGA :  Bupati Majene Hadiri Pawai Budaya “Messawe To Tamma”, Wujud Syukur Kelulusan dan Khatam Al-Qur'an

— “Kalau wartawan datang, sekali datang 50, sekali datang 3-4 orang”—

Demikian Kata Haidir

Ketua Komite Wartawan Indonesia Perjuangan (KWIP) Merangin Ady Lubis menyayangkan sikap tersebut dan menganggap bahwa meremehkan profesi wartawan merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji dan tidak dapat ditoleransi.

“Wartawan adalah mitra strategis dalam membangun informasi yang berimbang dan profesional. Tidak ada alasan untuk meremehkan profesi ini,” tegas ketua KWIP Merangin Ady Lubis

BACA JUGA :  Polemik 326 Kepsek Buka Temuan BOSP Rp30,9 Miliar

Sementara itu Dedi menyesalkan sikap Haidir yang tidak menghargai profesi wartawan tersebut. Ia menegaskan bahwa semua pihak harus menunjukkan rasa hormat terhadap peran wartawan sebagai pilar keempat demokrasi.

“Sikap arogan Haidir S.Ag, M.H., mengungkap ketidakmampuannya berhadapan dengan pertanyaan dan pengawasan dari media. Alih-alih menjelaskan secara transparan dan bertanggung jawab mengenai pengelolaan keuangan daerah, beliau malah memilih menghina dan meremehkan wartawan. Perilaku ini menunjukkan upaya untuk menghindari pertanggungjawaban dan menghalangi akses publik terhadap informasi yang seharusnya terbuka. Ini merupakan tindakan yang sangat berbahaya bagi prinsip demokrasi dan transparansi pemerintahan,” Demikian ungkapnya

BACA JUGA :  Diduga Abaikan SOP, Oknum Kepala SPPG Disorot: Relawan Mengeluh, Sistem Kerja Dinilai Semrawut.

Kejadian ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Pernyataan pejabat yang menghina wartawan merupakan tindakan yang tidak dapat dibiarkan begitu saja. Langkah tegas perlu diambil untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa dan untuk melindungi hak-hak wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Transparansi dan akuntabilitas pemerintahan adalah kunci kepercayaan publik, dan penghinaan terhadap wartawan hanya akan melemahkan kepercayaan tersebut.

 

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Transformasi IAI TABAH Lamongan Resmi menjadi Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan
Presiden DPP Aliansi Alam Bersatu Jaya Minta Polisi Usut Tuntas Kebakaran Kantor Organisasi
Wamenlu: Tugas Jurnalis Mengantar Publik dari Pendangkalan Menuju Pendalaman
TPA Langling Kian Memprihatinkan, Tumpukan Sampah Diduga Tak Terkelola, Akses Warga ke Kebun Lumpuh
Satu Unit HD Diduga Terbalik di Area Operasional PT PSG, Proses Investigasi Masih Berlangsung
Deklarasi Balla Menggema, Masyarakat Adat Sulselbar Desak Negara Hentikan Perampasan Wilayah Adat
Ahmad Fahmi Kecam Keras Provokasi Kades Renah Alai yang Picu Pengeroyokan Wartawan
Polisi Bergerak Cepat, Terduga Pelaku Penikaman di Kafe Sambaliung Ditangkap Kurang dari 1×24 Jam

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:35

Transformasi IAI TABAH Lamongan Resmi menjadi Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:29

Presiden DPP Aliansi Alam Bersatu Jaya Minta Polisi Usut Tuntas Kebakaran Kantor Organisasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:36

Wamenlu: Tugas Jurnalis Mengantar Publik dari Pendangkalan Menuju Pendalaman

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:22

TPA Langling Kian Memprihatinkan, Tumpukan Sampah Diduga Tak Terkelola, Akses Warga ke Kebun Lumpuh

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:59

Satu Unit HD Diduga Terbalik di Area Operasional PT PSG, Proses Investigasi Masih Berlangsung

Berita Terbaru