Keren Banget, Indonesia Jadi Rujukan Dunia: Gelombang Aksi Massa Demo Merebak Mancanegara hingga Sorotan PBB

- Penulis

Rabu, 10 September 2025 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi Aksi Massa Demo di Jakarta - 8/2025

Gambar Ilustrasi Aksi Massa Demo di Jakarta - 8/2025

SUARA UTAMA – Gelombang aksi massa di Indonesia kembali mencuri perhatian dunia. Bukan hanya karena jumlah pesertanya yang luar biasa besar, tetapi juga karena kedewasaan demokrasi yang ditunjukkan rakyat dalam menyampaikan aspirasi. Fenomena ini membuat Indonesia disebut sebagai salah satu rujukan dunia dalam mengekspresikan kebebasan sipil.

Indonesia Jadi Barometer Demokrasi Jalanan

Sejarah panjang reformasi sejak 1998 membentuk tradisi baru: rakyat tidak segan turun ke jalan untuk menyuarakan pendapatnya. Di banyak kesempatan, demonstrasi menjadi kanal sah yang memperkuat partisipasi politik masyarakat.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Keren Banget, Indonesia Jadi Rujukan Dunia: Gelombang Aksi Massa Demo Merebak Mancanegara hingga Sorotan PBB Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, aksi yang bermula di Jakarta, Surabaya, Medan, hingga Makassar bergema melampaui batas negara. Lini media sosial dunia dipenuhi tagar solidaritas bagi gerakan rakyat Indonesia. Di beberapa kota besar Asia dan Eropa, kelompok masyarakat sipil melakukan aksi simpatik dengan menjadikan Indonesia sebagai contoh keberanian menyuarakan suara rakyat.

Sorotan Dunia Internasional dan PBB

Badan Dunia PBB melalui beberapa lembaga resminya memberikan perhatian khusus. Sekretaris Jenderal PBB menegaskan pentingnya mendengar aspirasi rakyat sebagai fondasi tata kelola pemerintahan modern.

Sejumlah media internasional juga mengangkat fenomena ini. The Guardian menulis bahwa “Indonesia menunjukkan bagaimana demokrasi jalanan dapat berjalan tanpa terjebak dalam kekerasan.” Al Jazeera menilai gerakan di Indonesia sebagai simbol kebangkitan masyarakat sipil Asia. Sementara NHK Jepang menyebut aksi ini sebagai “energi sosial yang bisa menjadi model global.”

Pandangan Akademisi dan Pakar Politik

Pakar politik Universitas Indonesia menyebut bahwa sorotan dunia atas aksi di Indonesia menandakan kematangan demokrasi. “Rakyat tidak hanya berani menyampaikan aspirasi, tetapi juga mampu menjaga kedamaian dan kedisiplinan dalam gerakan,” ujarnya.

Sementara pengamat hubungan internasional dari UGM berpendapat, “Ketika PBB memberi atensi terhadap dinamika di Indonesia, itu berarti Indonesia tidak lagi hanya sekadar penonton di panggung global, tetapi menjadi aktor penting yang memberi inspirasi bagi negara lain.”

BACA JUGA :  Himatika Aljabar STKIP PGRI Lumajang Gelar Mathematics Competition (THETON)

Pandangan Ormas dan Organisasi Mahasiswa

Ketua Umum Muhammadiyah menyatakan bahwa aksi massa yang tertib dan damai menunjukkan kedewasaan demokrasi bangsa. “Selama aspirasi rakyat disampaikan dengan damai dan pemerintah mau membuka ruang dialog, maka gerakan ini akan menjadi modal sosial yang besar,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) menekankan pentingnya menjaga persatuan. “Demokrasi harus tetap berlandaskan ukhuwah dan persaudaraan. Aksi rakyat jangan sampai menimbulkan perpecahan, tetapi harus menjadi momentum memperkuat keadilan sosial,” ujar salah satu pengurus besar NU.

Dari kalangan mahasiswa, BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) menegaskan bahwa gerakan massa adalah bentuk nyata partisipasi generasi muda. “Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mahasiswa Indonesia tetap menjadi penjaga moral bangsa. Sorotan global harus membuat pemerintah lebih serius menanggapi tuntutan rakyat,” kata salah satu koordinator BEM SI.

Ujian bagi Pemerintah

Namun, sorotan dunia juga berarti ujian berat bagi pemerintah. Transparansi, dialog terbuka, dan kemampuan merespons tuntutan rakyat akan menjadi indikator keberhasilan pemerintah dalam menjaga legitimasi politik. Jika salah langkah, sorotan positif bisa berubah menjadi kritik tajam.

Penutup : Aksi massa di Indonesia yang kini merebak hingga mancanegara dan disorot PBB bukan sekadar fenomena lokal, melainkan bukti bahwa demokrasi Indonesia memiliki daya tarik global. Tantangan ke depan adalah bagaimana energi besar rakyat ini diarahkan menjadi kekuatan konstruktif untuk memperkuat persatuan bangsa sekaligus meneguhkan posisi Indonesia sebagai rujukan dunia.

Berita Terkait

Pemerintah Sesuaikan PTKP 2025 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Kaleidoskop 2025: Bukan Sekadar Bencana Alam, tetapi Bencana Tata Kelola
Pernah Berhadapan dengan Hukum, Eko Wahyu Pramono Kini Aktif di Advokasi Publik
Memahami SP2DK dari Kacamata Wajib Pajak dan Fiskus
Moekajat Fun Camp 2025 #1 Sukses Digelar, Pererat Kebersamaan Keluarga Lintas Generasi
FES 2025 Dorong Kolaborasi Positif Generasi Muda Lewat Sport, Expo, dan SEKSOS
Opini: Bayi Panda Raksasa Pertama Indonesia — Harapan Baru Konservasi dari Pelukan Sang Induk
Oknum BRI Unit Banyuanyar Bungkam, Diduga Tidak Profesional Karepe Dewe
Berita ini 127 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:16 WIB

Pemerintah Sesuaikan PTKP 2025 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:11 WIB

Kaleidoskop 2025: Bukan Sekadar Bencana Alam, tetapi Bencana Tata Kelola

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:30 WIB

Pernah Berhadapan dengan Hukum, Eko Wahyu Pramono Kini Aktif di Advokasi Publik

Jumat, 12 Desember 2025 - 17:49 WIB

Memahami SP2DK dari Kacamata Wajib Pajak dan Fiskus

Jumat, 12 Desember 2025 - 17:13 WIB

Moekajat Fun Camp 2025 #1 Sukses Digelar, Pererat Kebersamaan Keluarga Lintas Generasi

Jumat, 12 Desember 2025 - 16:54 WIB

FES 2025 Dorong Kolaborasi Positif Generasi Muda Lewat Sport, Expo, dan SEKSOS

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:45 WIB

Opini: Bayi Panda Raksasa Pertama Indonesia — Harapan Baru Konservasi dari Pelukan Sang Induk

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:25 WIB

Oknum BRI Unit Banyuanyar Bungkam, Diduga Tidak Profesional Karepe Dewe

Berita Terbaru