Generasi Demokrasi, Penerus FISIP UINSA yang Siap Mengawal Perubahan

- Publisher

Jumat, 12 September 2025 - 18:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Mahasiswa FISIP UINSA yang tergabung dalam Generasi Demokrasi berfoto bersama usai deklarasi pembentukan komunitas di Surabaya, 11 September 2025. Tampak hadir pula Gus Reyhan Alarico Stewart sebagai salah satu anggota yang menyuarakan pentingnya partisipasi mahasiswa dalam demokrasi.

Mahasiswa FISIP UINSA yang tergabung dalam Generasi Demokrasi berfoto bersama usai deklarasi pembentukan komunitas di Surabaya, 11 September 2025. Tampak hadir pula Gus Reyhan Alarico Stewart sebagai salah satu anggota yang menyuarakan pentingnya partisipasi mahasiswa dalam demokrasi.

SUARA UTAMA – Surabaya, 11 September 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) kembali melahirkan sebuah gerakan mahasiswa yang digadang-gadang menjadi penerus tongkat estafet demokrasi di kampus, yaitu Generasi Demokrasi. Komunitas ini hadir sebagai wadah bagi mahasiswa untuk belajar, berlatih, dan mengawal nilai-nilai demokrasi dalam lingkup akademik maupun sosial masyarakat.

Ketua Generasi Demokrasi, dalam sambutannya, menegaskan bahwa mahasiswa FISIP tidak hanya dibekali teori tentang politik, pemerintahan, maupun kebijakan publik, tetapi juga dituntut untuk mempraktikkan nilai-nilai partisipasi aktif, keterbukaan, dan keberanian dalam menyuarakan aspirasi. “Generasi Demokrasi adalah bentuk nyata kepedulian mahasiswa untuk mengawal demokrasi, mulai dari ruang kelas hingga ruang publik,” ujarnya.

 

Misi dan Visi

Generasi Demokrasi lahir dari keresahan atas menurunnya partisipasi mahasiswa dalam forum-forum akademik maupun organisasi kampus. Visi mereka sederhana: menjadikan mahasiswa FISIP UINSA sebagai pionir demokrasi kampus yang kritis, progresif, dan berintegritas.

Adapun misi yang diusung mencakup:

  1. Mengedukasi mahasiswa tentang pentingnya nilai demokrasi yang substantif.
  2. Mengawal isu-isu kebangsaan dengan pendekatan akademis.
  3. Menjadi ruang kolaborasi lintas organisasi mahasiswa di lingkungan UINSA.
BACA JUGA :  Terindikasi Borong Pelanggaran, Oknum di SDN Tamansari lll Diduga Menarik Iuran Perminggu, Perbulan dan Penjualan LKS

 

Dukungan Akademisi

Praktisi sekaligus akademisi, Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, memberikan apresiasi penuh terhadap lahirnya Generasi Demokrasi. Menurutnya, keberadaan komunitas mahasiswa seperti ini sangat penting untuk menjaga kultur intelektual dan tradisi demokrasi di lingkungan kampus.

“FISIP UINSA punya potensi besar mencetak kader bangsa yang kritis dan berintegritas. Dengan hadirnya Generasi Demokrasi, saya berharap mahasiswa mampu menjaga idealisme sekaligus menghadirkan gagasan konstruktif bagi masyarakat,” ungkapnya.

 

Suara Mahasiswa

Salah satu anggota Generasi Demokrasi, Gus Reyhan Alarico Stewart, menyampaikan pandangannya bahwa gerakan ini bukan sekadar organisasi formalitas, melainkan ruang tumbuh bersama. “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa FISIP tidak boleh apatis. Demokrasi harus dijaga dengan keberanian berpikir kritis, sekaligus berakhlak. Generasi Demokrasi adalah cara kami mewarisi tradisi intelektual dan pergerakan di UINSA,” tegasnya.

BACA JUGA :  Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat

 

Agenda dan Kiprah ke Depan

Dalam waktu dekat, Generasi Demokrasi akan menggelar diskusi publik bertajuk “Demokrasi di Era Disrupsi Digital” dengan menghadirkan akademisi, praktisi, serta aktivis demokrasi. Selain itu, mereka juga merencanakan program pendampingan masyarakat di Surabaya sebagai bentuk implementasi nilai demokrasi partisipatif.

Gerakan ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak mahasiswa FISIP UINSA untuk tidak hanya memahami demokrasi dari sisi teoritis, tetapi juga membumikan praktiknya di tengah masyarakat.

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media
Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS
Jokowi Perlihatkan Ijazah SD hingga S1 dalam Persidangan Kasus Polemik Ijazah
Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II
Pemimpin Redaksi Suara Utama, Andre Hariyanto Soroti Dugaan Penyadapan Presiden hingga Media
Terindikasi Borong Pelanggaran, Oknum di SDN Tamansari lll Diduga Menarik Iuran Perminggu, Perbulan dan Penjualan LKS
Prabowo Berhentikan Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan, Kasus Dugaan Penyadapan Jadi Sorotan
Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 
Berita ini 360 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:51 WIB

Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media

Kamis, 5 November 2026 - 19:09 WIB

Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS

Kamis, 5 November 2026 - 18:13 WIB

Jokowi Perlihatkan Ijazah SD hingga S1 dalam Persidangan Kasus Polemik Ijazah

Rabu, 4 November 2026 - 20:29 WIB

Pemimpin Redaksi Suara Utama, Andre Hariyanto Soroti Dugaan Penyadapan Presiden hingga Media

Rabu, 4 November 2026 - 18:32 WIB

Terindikasi Borong Pelanggaran, Oknum di SDN Tamansari lll Diduga Menarik Iuran Perminggu, Perbulan dan Penjualan LKS

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp