Dugaan Penelantaran Perawatan SDN 222 Tanjung Rejo: Dana BOS Tak Tersentuh untuk Rehabilitasi Ringan

Senin, 11 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUARA UTAMA, Merangin – Kondisi bangunan SD Negeri 222/Vl Tanjung Rejo di Jl. S. Drajat Km. 35, RT 16/RW 6, Dusun Tanjung Rejo, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Margo Tabir, Kabupaten Merangin, memprihatinkan. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, sejumlah plafon jebol dibiarkan begitu saja, cat dinding kusam, dan lingkungan sekolah terlihat kumuh tak terawat.

Padahal, sesuai aturan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat digunakan untuk rehabilitasi ringan seperti pengecatan maupun perbaikan plafon, tanpa harus menunggu kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun, dugaan kuat muncul bahwa Kepala Sekolah Agus Surianto tidak memanfaatkan dana tersebut untuk perawatan ringan, sehingga kerusakan semakin parah.

 

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menuturkan, sejak pergantian kepala sekolah dari Sumari ke Agus Surianto, tidak ada perubahan berarti dalam perawatan fasilitas sekolah.

BACA JUGA :  Reformasi Yayasan Lembaga AR Learning Center Diperkuat dengan Perubahan Kader yang Komitmen dan Loyal, Berikut Struktural Terbaru YPPN juga ALC

“Dulu waktu Pak Sumari memang dak terawat, sekarang dipegang Pak Agus juga sama saja, bang. Padahal muridnya banyak, dana BOS-nya besar. Tapi rehap ringan tidak pernah dilakukan. Kemana anggaran BOS untuk perawatan itu?” ujarnya.

Sekolah ini menampung lebih dari 300 siswa, namun wajahnya jauh dari kata layak. Plafon yang bolong di berbagai ruang kelas menimbulkan kesan tak hanya kumuh, tapi juga berpotensi membahayakan keselamatan siswa.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media belum memperoleh keterangan resmi dari Kepala Sekolah Agus Surianto. Saat wartawan mendatangi sekolah, yang bersangkutan tidak berada di lokasi.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat: Ke mana sebenarnya aliran dana BOS yang semestinya dapat digunakan untuk menjaga fasilitas sekolah tetap layak?

 

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah
Pimpinan Suara Utama Andre Hariyanto Sharing Jurnalistik bersama Mahasiswa Universitas Lampung
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:35

Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:56

Pimpinan Suara Utama Andre Hariyanto Sharing Jurnalistik bersama Mahasiswa Universitas Lampung

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Berita Terbaru