Penyair

Jhon Minggus Keiya 

Bedugul, 24 Agustus 2024

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Aku mulai takjub akan keindahanmu

Pandanganku terbuai dalam pesonamu

Kau bagaikan surga dalam mimpiku

Dikau menggilir angan dalam sunyiku

 

… Aku membisu

BACA JUGA :  Raker Ma’had Ar-Rohmah Bogor Perkuat Mutu Pendidikan dan Prestasi Santri

Membisu dengan beribu bahasa isyarat

… Aku diramu

Aku diramu dalam duniamu yang penuh hidayat

 

Raga menyatu tanpa diajak

Daku tenggelam terlalu jauh dalam sejuk

Aku berangan ingin dikau hadir di Hidupku

Namun mata berdusta pada hatiku

BACA JUGA :  Bom Waktu Sampah di Jantung Kota Buntok

Aku terpaku membisu tanpa ucapku

 

Elus dada hembuskan nafas aku terdiam termangu

Batin berontak, seakan resah ucapkan “Diam, bukan berarti aku tak berpemahaman” dan “Diam, bukan berarti aku tak berperasaan”

 

Angin sepoi Bedugul berbisik, seakan Dewi Saraswati bersabda 

BACA JUGA :  Sinergi Arsari Tambang dan Pemkot Pangkalpinang: Dorong Kesejahteraan Warga Lewat Program PPM 2027

“Kamu memiliki sesuatu yang besar tetapi hanya sebagai khiasan angan”

 

Aku sudah bertamasyah diluar dari Pikiran

Riuh kicauan burung-burung diranting pepohonan mengisyaratkan pesan

“Sayonara, sungguh menyakitkan arti diam ini.”