Aktivis Dengan Slogan Diam Tapi Pasti Tanggapi Saling Klaim nya GMK, dan Meminta pemerintah Segera Ambil Alih.

- Publisher

Senin, 3 Maret 2025 - 09:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA Probolinggo-

Menanggapi Ramai nya pemberitaan Gelora Merdeka Kraksaan (GMK) di beberapa media online. Salah Satu Aktivis yang mempunyai slogan Diam tapi Pasti, Turut angkat bicara. pasal nya, GMK di bangun oleh pemerintah kabupaten Probolinggo dengan anggaran kurang lebih Rp. 8.246.098.000. (Delapan milyar dua ratus empat puluh enam juta sembilan puluh delapan ribu rupiah).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun Sangat di sayangkan, Pemerintah kabupaten Probolinggo sampai saat ini terkesan tidak siap dalam pengelolaan Stadio Gelora merdeka Kraksaan. yang seharusnya sebelum di resmikan sudah mempunyai persiapan yang matang dalam pengelolaan. yang nantinya berdampak positif bagi para UMKM serta PAD Kabupaten Probolinggo. 02/03/2025.

BACA JUGA :  Kebakaran Gunung Arjuno - Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Hal itu mendapat tanggapan serius dari salah satu Aktivis “Qomaruddin” yang di kenal dengan slogan Diam Tapi Pasti. Dirinya meminta ketegasan pemerintah kabupaten Probolinggo. “Saya berharap ada ketegasan dan langkah tegas dari pemerintah kabupaten Probolinggo agar tidak saling klaim untuk mengelola Stadion Gelora. “Ucap nya.

BACA JUGA :  Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani

Lanjut kata “Qomaruddin” selain informasi yang beredar di beberapa media online, saya juga mendapatkan informasi. Selama bulan Ramadhan Panitia Takjil Yang melibatkan Lima OPD, telah mengantongi SK untuk menempati Stadion Gelora Merdeka. Namun, di duga tidak sejalan dengan Paguyuban yang katanya di pilih oleh para PKL. “jelas nya.

dirinya juga mempertanyakan Legalitas Paguyuban secara Sah. ” Terkait pemilihan paguyuban apakah itu sudah melalui prosedur, dengan melibatkan pemerintah khususnya Lima OPD tersebut. Stadion Gelora di bangun oleh pemerintah bukan milik swasta. jadi legalitas Harus jelas, siapa ketua paguyuban dan Siapa pengawas nya. agar pertanggung jawaban untuk PAD juga jelas “ucap Qomaruddin.

BACA JUGA :  Publik Meminta APIP dan APH Audit Secara Menyeluruh ATR/BPN Kab. Probolinggo Perihal Program PRONA 2010 dan PTSL 2017 hingga 2024

Dirinya juga menambahkan. “Jika ini di biarkan, maka Dampak nya kepada PKL, Kasian PKL jika tidak segera di selesaikan. pemerintah khususnya DKUPP Melalui Perwakilan paguyuban, Nanti nya akan memberikan Arahan, masukan, bahkan pelatihan, agar supaya PKL bisa berkembang, semakin besar, Usaha nya tambah maju. tujuan pemerintah seperti itu. “imbuh nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Sikap Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terbongkar, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Segera Akan Melakukan Koordinasi 
Terindikasi Tidak Layak Jadi Kepala SDN Brani Wetan 1, Aktivis Desak Disdikdaya dan Inspektorat Turun Tangan
Pasca Pemberitaan Pabrik PT Sasa Inti Gending Bersihkan Sampah di Area Irigasi, Petani Meminta OPD melakukan Investigasi
BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 
Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi
Berita ini 182 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Sikap Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terbongkar, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Segera Akan Melakukan Koordinasi 

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Terindikasi Tidak Layak Jadi Kepala SDN Brani Wetan 1, Aktivis Desak Disdikdaya dan Inspektorat Turun Tangan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:33 WIB

BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp