Akibat PETI, Warga Desa Karang Berahi Kesulitan Air Bersih, Sungai Diduga Dikuasai Pemilik Dompeng

- Publisher

Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Karang Berahi, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi, semakin meresahkan masyarakat. Selain menimbulkan kebisingan hingga azan Maghrib, keberadaan dompeng rakit di aliran sungai desa tersebut kini menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Warga mengeluhkan sungai yang selama ini menjadi sumber air untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari kini tidak lagi dapat dimanfaatkan. Aliran sungai menjadi keruh, tercemar, dan di beberapa titik disebut tertutup oleh aktivitas dompeng rakit.

“Sekarang kami susah mandi, air sungai sudah tidak bisa dipakai. Sungai seperti dikuasai pemilik PETI,” ungkap salah seorang warga kepada media ini.

Tak hanya itu, warga juga menyebut keruntuhan tebing sungai akibat aktivitas PETI sudah sering terjadi dan jumlahnya tidak terhitung. Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan lingkungan dan permukiman warga di sekitar bantaran sungai.

Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, aktivitas PETI tersebut diketahui beroperasi menggunakan dompeng rakit yang bekerja hampir tanpa henti. Warga menyebut suara mesin terus terdengar sejak pagi hingga larut sore, bahkan kerap tidak berhenti hingga waktu azan Maghrib.

Menurut penuturan warga, sejumlah nama yang diduga sebagai pemilik atau pengelola PETI di Desa Karang Berahi antara lain Si’an, Anen, Dedi, Rahman, dan Unyil. Penyebutan nama-nama tersebut berdasarkan informasi masyarakat di lapangan dan masih perlu pembuktian lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

BACA JUGA :  Founder Suara Utama Resmikan Reformasi Struktur Manajemen Redaksi Periode 2026 - 2027

Warga juga menyoroti lemahnya penindakan terhadap PETI di wilayah tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa aktivitas PETI sempat masuk ke wilayah Pulau Tengah dan pada awalnya disebut-sebut sempat dihentikan. Namun, pada kesempatan berikutnya, aktivitas PETI justru kembali berjalan tanpa hambatan.

“Masuk pertama katanya diusir, masuk kedua malah bebas. Itu yang membuat kami curiga dan bertanya-tanya,” ujar warga lainnya.

Di tengah keresahan itu, berkembang pula dugaan di kalangan warga terkait adanya pembiaran terhadap aktivitas PETI. Dugaan tersebut masih sebatas keterangan masyarakat dan belum dapat dibuktikan secara hukum.

BACA JUGA :  Dugaan Pungli PTSL di Desa Empang Benao Mencuat, Warga Disebut Diminta hingga Rp2 Juta per Sertifikat

“Kami minta aparat jangan tutup mata. Kalau perlu Kapolda langsung turun tangan dan bongkar siapa saja yang membekingi PETI ini,” tegas warga.

Sebelumnya, Kepala Desa Karang Berahi, Samsul Fuad, telah menyatakan kepada media bahwa dirinya tidak akan melindungi pelaku PETI dan mempersilakan aparat penegak hukum untuk menindak siapa pun yang terlibat, termasuk jika ada unsur keluarga.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Polda Jambi, segera turun ke lapangan untuk melakukan penertiban dan penindakan tegas. Warga menegaskan, mereka hanya ingin lingkungan kembali aman, sungai bersih, dan aktivitas PETI dihentikan.

Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas PETI di Desa Karang Berahi masih dilaporkan berlangsung.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan
Guyup Rukun, Warga Tempel Sukoharjo Sukses Gelar Rangkaian HUT RI ke-81
Lapas Bangko Perkuat Layanan Kesehatan, Pastikan Hak Dasar Warga Binaan Terpenuhi
Dugaan Illegal Logging di Pulau Bayur Bergulir: Ada Upaya Hentikan Pemberitaan, LSM Siapkan Laporan
Warga Resah, Aktivitas PETI Dompeng di Tanjung Lamin Disebut Makin Mendekati Permukiman
Pisah Sambut Kalapas Bangko, Heri Tinggalkan Kesan, Syaikoni Bawa Harapan Baru
Founder Suara Utama Resmikan Reformasi Struktur Manajemen Redaksi Periode 2026 – 2027
Penayangan Film Mencari Jeda Jadi Ruang Apresiasi Karya Cine Vidya 2026
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Guyup Rukun, Warga Tempel Sukoharjo Sukses Gelar Rangkaian HUT RI ke-81

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Lapas Bangko Perkuat Layanan Kesehatan, Pastikan Hak Dasar Warga Binaan Terpenuhi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Dugaan Illegal Logging di Pulau Bayur Bergulir: Ada Upaya Hentikan Pemberitaan, LSM Siapkan Laporan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Warga Resah, Aktivitas PETI Dompeng di Tanjung Lamin Disebut Makin Mendekati Permukiman

Berita Terbaru

Oplus_131072

Berita Utama

Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan

Senin, 24 Agu 2026 - 15:39 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/