Akibat PETI, Warga Desa Karang Berahi Kesulitan Air Bersih, Sungai Diduga Dikuasai Pemilik Dompeng

Sabtu, 24 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Karang Berahi, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi, semakin meresahkan masyarakat. Selain menimbulkan kebisingan hingga azan Maghrib, keberadaan dompeng rakit di aliran sungai desa tersebut kini menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Warga mengeluhkan sungai yang selama ini menjadi sumber air untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari kini tidak lagi dapat dimanfaatkan. Aliran sungai menjadi keruh, tercemar, dan di beberapa titik disebut tertutup oleh aktivitas dompeng rakit.

“Sekarang kami susah mandi, air sungai sudah tidak bisa dipakai. Sungai seperti dikuasai pemilik PETI,” ungkap salah seorang warga kepada media ini.

Tak hanya itu, warga juga menyebut keruntuhan tebing sungai akibat aktivitas PETI sudah sering terjadi dan jumlahnya tidak terhitung. Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan lingkungan dan permukiman warga di sekitar bantaran sungai.

Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, aktivitas PETI tersebut diketahui beroperasi menggunakan dompeng rakit yang bekerja hampir tanpa henti. Warga menyebut suara mesin terus terdengar sejak pagi hingga larut sore, bahkan kerap tidak berhenti hingga waktu azan Maghrib.

Menurut penuturan warga, sejumlah nama yang diduga sebagai pemilik atau pengelola PETI di Desa Karang Berahi antara lain Si’an, Anen, Dedi, Rahman, dan Unyil. Penyebutan nama-nama tersebut berdasarkan informasi masyarakat di lapangan dan masih perlu pembuktian lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

BACA JUGA :  Kesadaran Minim, Sampah Rumah Tangga Kotori Jalan Kampong Makian

Warga juga menyoroti lemahnya penindakan terhadap PETI di wilayah tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa aktivitas PETI sempat masuk ke wilayah Pulau Tengah dan pada awalnya disebut-sebut sempat dihentikan. Namun, pada kesempatan berikutnya, aktivitas PETI justru kembali berjalan tanpa hambatan.

“Masuk pertama katanya diusir, masuk kedua malah bebas. Itu yang membuat kami curiga dan bertanya-tanya,” ujar warga lainnya.

Di tengah keresahan itu, berkembang pula dugaan di kalangan warga terkait adanya pembiaran terhadap aktivitas PETI. Dugaan tersebut masih sebatas keterangan masyarakat dan belum dapat dibuktikan secara hukum.

“Kami minta aparat jangan tutup mata. Kalau perlu Kapolda langsung turun tangan dan bongkar siapa saja yang membekingi PETI ini,” tegas warga.

Sebelumnya, Kepala Desa Karang Berahi, Samsul Fuad, telah menyatakan kepada media bahwa dirinya tidak akan melindungi pelaku PETI dan mempersilakan aparat penegak hukum untuk menindak siapa pun yang terlibat, termasuk jika ada unsur keluarga.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Polda Jambi, segera turun ke lapangan untuk melakukan penertiban dan penindakan tegas. Warga menegaskan, mereka hanya ingin lingkungan kembali aman, sungai bersih, dan aktivitas PETI dihentikan.

Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas PETI di Desa Karang Berahi masih dilaporkan berlangsung.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah
‎Proyek Jalan Setapak Beton Kelurahan Sungai Nibung Banyak yang Rusak, Lurah: Nanti Kita Perbaiki
Diduga Milik Jayak, Dua Excavator PETI Bebas Beroperasi di Pamenang Selatan, Warga Tantang Aparat Bertindak
Aman Beroperasi, Ateng Diduga Jadi Penampung dan Pembakar Emas PETI di Desa Langling

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:25

‎Proyek Jalan Setapak Beton Kelurahan Sungai Nibung Banyak yang Rusak, Lurah: Nanti Kita Perbaiki

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:54

Diduga Milik Jayak, Dua Excavator PETI Bebas Beroperasi di Pamenang Selatan, Warga Tantang Aparat Bertindak

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:26

Aman Beroperasi, Ateng Diduga Jadi Penampung dan Pembakar Emas PETI di Desa Langling

Rabu, 28 Januari 2026 - 23:08

Media Suara Utama Buka Kesempatan Bergabung bagi Jurnalis dan Kontributor di Seluruh Indonesia

Berita Terbaru