SUARA UTAMA, Merangin – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui pendekatan keagamaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Bersholawat untuk Negeri” yang digelar bersama Penyuluh Agama Kementerian Agama Kabupaten Merangin.
Kegiatan berlangsung dalam suasana religius dan penuh kebersamaan. Warga binaan bersama jajaran petugas Lapas Bangko mengikuti lantunan sholawat, doa, serta tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ustaz Sunaryo, Ustaz Sofyan, dan Ustaz H. Su’ud.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki akhlak, serta menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi dan perubahan diri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan menekankan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan menata kembali masa depan. Masa lalu tidak harus menjadi penghalang untuk berubah, melainkan dapat dijadikan pelajaran berharga dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Kegiatan bersholawat ini juga bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan yang menyentuh aspek mental dan spiritual warga binaan. Mereka diberikan penguatan agar mampu menumbuhkan kesadaran diri, memperbaiki perilaku, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Syaikoni, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian warga binaan.
“Pembinaan di Lapas bukan hanya bagaimana warga binaan menjalani masa pidananya, tetapi bagaimana mereka dapat memanfaatkan waktu selama berada di sini untuk melakukan perubahan. Melalui kegiatan bersholawat ini, kami berharap warga binaan mendapatkan ketenangan hati, motivasi, serta semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Syaikoni.
Syaikoni juga menyampaikan apresiasi kepada para Penyuluh Agama Kementerian Agama Kabupaten Merangin yang telah berkontribusi memberikan ilmu, nasihat, serta motivasi kepada warga binaan.
Menurutnya, sinergi antara Lapas Bangko dan Kementerian Agama Kabupaten Merangin merupakan bagian penting dalam menghadirkan pembinaan yang lebih menyeluruh. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan dan kemandirian, tetapi juga pada penguatan mental, kepribadian, serta kehidupan spiritual warga binaan.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen bersama untuk mempersiapkan warga binaan agar mampu menjalani proses pembinaan dengan baik dan memiliki bekal positif ketika nantinya kembali ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Dari lantunan sholawat yang menggema di Lapas Bangko, terselip harapan besar agar setiap warga binaan mampu membuka lembaran baru dalam kehidupannya. Kesalahan di masa lalu diharapkan menjadi pelajaran, sementara masa pembinaan menjadi ruang untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan mempersiapkan masa depan.
Penulis : Ady Lubis
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama











