lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

PETI Makin Merajalela di Tanjung Lamin, Warga Minta Polda Jambi Turun Tangan dan Tangkap Pelaku

- Publisher

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) menggunakan dompeng rakit di wilayah Desa Tanjung Lamin, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, kembali menuai keresahan masyarakat. Warga mendesak aparat penegak hukum segera turun langsung ke lokasi dan menindak tegas aktivitas tambang ilegal yang disebut semakin menjamur di sekitar aliran sungai, termasuk kawasan dekat jembatan Desa Tanjung Lamin.

Keresahan warga semakin meningkat lantaran aktivitas PETI tersebut disebut masih berlangsung hingga Selasa, 25 Agustus 2026. Sejumlah dompeng rakit dikabarkan tetap beroperasi meski persoalan tersebut telah menjadi perhatian masyarakat dan ramai diperbincangkan.

Sejumlah nama yang disebut warga sebagai pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas PETI di kawasan tersebut antara lain Duan, M. Lut, Bambang, Tamren, Iskandar, Zaini, Sarudin, Pak Idi Ida, dan Katar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, masyarakat saat ini tidak lagi hanya meminta pemerintah memberikan imbauan, tetapi berharap aparat benar-benar melakukan penindakan terhadap aktivitas PETI yang dinilai sudah semakin dekat dengan permukiman.

“Iya Bang, kami meminta kepada pihak kepolisian. Mungkin kalau dari Polres tidak mampu, kami meminta Polda Jambi turun langsung ke lokasi untuk menangkap para pelaku PETI tersebut yang sudah merajalela. Mereka merusak aliran sungai hingga mendekati pemukiman warga,” ujar warga tersebut, Selasa (25/8/2026).

BACA JUGA :  PKK dan Pemdes Rasau Dinilai Abai Pendampingan UMKM, Baru Datang Saat Usaha Berkembang

Menurut warga, keberadaan dompeng rakit di kawasan tersebut sudah menimbulkan keresahan. Aktivitas penambangan disebut dilakukan secara terbuka dan masih berlangsung meskipun lokasi tersebut belakangan ramai diberitakan.

“Desa kami sudah viral karena masalah PETI, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan. Bahkan hari ini para pelaku masih bekerja dan melakukan penambangan emas ilegal. Mereka seakan tidak takut,” katanya.

Warga lainnya mengaku heran dengan kondisi tersebut. Ia mempertanyakan mengapa aktivitas penambangan yang disebut melibatkan belasan dompeng rakit masih dapat berlangsung di tengah sorotan masyarakat.

“Ya, saya juga heran. Entah siapa yang menjadi backing kuat para pelaku tambang ini. Belasan dompeng rakit memporak-porandakan sungai di Desa Tanjung Lamin. Mereka seperti tidak gentar. Bahkan akhir-akhir ini desa kami viral soal PETI, tetapi tetap tidak ada penindakan. Mereka dengan santai bekerja setiap hari,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Nama 'Tiar' Muncul dalam Sorotan PETI Menggunakan Alat Berat di Desa Pulau Baru

Masyarakat pun meminta Polsek Pamenang dan Polres Merangin segera melakukan pengecekan serta penindakan apabila di lapangan benar ditemukan aktivitas penambangan tanpa izin. Jika penanganan di tingkat wilayah dinilai belum maksimal, warga berharap Polda Jambi mengambil langkah dengan turun langsung ke lokasi.

“Kalau memang Polsek dan Polres tidak turun, kami minta Polda Jambi yang turun langsung. Jangan sampai masyarakat terus resah sementara aktivitas PETI semakin dekat dengan rumah warga,” harap masyarakat.

Sementara itu, media ini juga mencoba mendatangi lokasi yang disebut warga sebagai kawasan aktivitas PETI di sekitar jembatan Desa Tanjung Lamin untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus melakukan dokumentasi.

Namun, upaya peliputan tersebut disebut tidak berjalan mulus. Seorang jurnalis yang datang bersama satu orang lainnya mengaku mendapat hadangan dari beberapa orang ketika hendak memasuki kawasan yang diduga menjadi lokasi aktivitas PETI.

“Saya bersama satu orang masuk untuk mengambil dokumentasi terkait viralnya aktivitas PETI di wilayah Desa Tanjung Lamin ini. Namun, kami dihadang beberapa orang dan tidak diperbolehkan masuk atau melewati lokasi PETI tersebut,” ujar salah seorang jurnalis Merangin.

BACA JUGA :  Perkuat Ikhtiar di Tengah Bencana, Lapas Bangko Gelar Salat Ashar dan Doa Bersama

Kondisi tersebut semakin menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Warga berharap aparat tidak hanya menerima laporan dari masyarakat, tetapi melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi di lapangan, termasuk memastikan apakah benar terdapat aktivitas PETI yang berlangsung secara terbuka dan apakah ada pihak-pihak tertentu yang menghalangi kegiatan peliputan.

Masyarakat menegaskan, tuntutan mereka sederhana, yakni adanya tindakan hukum yang jelas apabila aktivitas tersebut memang terbukti ilegal. Warga juga meminta agar penanganan dilakukan secara profesional dan tidak tebang pilih terhadap siapa pun yang terbukti terlibat.

Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai dugaan keterlibatan sejumlah nama tersebut masih bersumber dari keterangan warga dan belum menjadi kesimpulan hukum. Media ini juga masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang namanya disebut dalam pemberitaan.

Warga kini menunggu langkah konkret aparat penegak hukum. Mereka berharap Polda Jambi turun langsung ke Desa Tanjung Lamin, terutama di sekitar jembatan dan aliran sungai yang disebut menjadi lokasi aktivitas dompeng, untuk memastikan kondisi sebenarnya serta mengambil tindakan sesuai hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Video Dugaan Pelanggaran Kebersihan di Gudang Beras Bulog Merangin Beredar, Aktivis Desak Klarifikasi dan Evaluasi
SMPN 14 Denpasar bersama Unud Kembangkan Kantin Hijau untuk Tekan Sampah Makanan dan Risiko Obesitas
Kalapas Bangko Tinjau Aset Tanah, Siapkan Pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi
PETI Mengancam Sungai dan Permukiman Tanjung Lamin, Polda Jambi Diminta Turun Tangan
Menkum Supratman, AI dan Teknologi Digital Tak Boleh Gerus Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik
Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo
Anggaran Rp1,55 Miliar untuk Jalan Mampun Baru–Simpang Meranti, Warga Sampaikan Apresiasi
Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani
Berita ini 617 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Video Dugaan Pelanggaran Kebersihan di Gudang Beras Bulog Merangin Beredar, Aktivis Desak Klarifikasi dan Evaluasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Kalapas Bangko Tinjau Aset Tanah, Siapkan Pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:56 WIB

PETI Mengancam Sungai dan Permukiman Tanjung Lamin, Polda Jambi Diminta Turun Tangan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57 WIB

Menkum Supratman, AI dan Teknologi Digital Tak Boleh Gerus Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/