SUARA UTAMA,Merangin — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko, Syaikoni, memberikan arahan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan dan ketertiban sekaligus meningkatkan pelaksanaan program pembinaan di lingkungan Lapas.
Dalam arahannya, Syaikoni mengingatkan seluruh warga binaan untuk senantiasa mematuhi tata tertib, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menghormati petugas maupun sesama warga binaan.
Menurutnya, terciptanya suasana Lapas yang aman dan kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kerja sama seluruh warga binaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saudara-saudara sekalian, mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Lapas Bangko. Patuhi aturan yang telah ditetapkan dan ikuti seluruh program pembinaan dengan sungguh-sungguh. Jangan jadikan masa pembinaan ini hanya sebagai waktu untuk menunggu, tetapi manfaatkan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri,” ujar Syaikoni.
Ia juga mengajak warga binaan mengikuti berbagai program pembinaan yang tersedia, baik pembinaan kepribadian maupun kemandirian. Program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi WBP saat kembali berkumpul bersama keluarga dan menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Masa lalu memang tidak dapat kita ubah. Namun, kita masih memiliki kesempatan untuk menentukan apa yang akan kita lakukan hari ini dan bagaimana kita mempersiapkan masa depan. Jadikan masa pembinaan ini sebagai momentum untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bertanggung jawab, dan memiliki keterampilan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Syaikoni menegaskan bahwa tujuan pemasyarakatan bukan sekadar menjalankan masa pidana, tetapi juga mendorong warga binaan untuk menyadari kesalahan, memperbaiki diri, serta tidak mengulangi tindak pidana.
Melalui pembinaan dan komunikasi yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Bangko terus mendorong terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan humanis.
Diharapkan, setiap warga binaan dapat memanfaatkan masa pidananya secara positif sehingga memiliki kesiapan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat.
Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah, dan masa pembinaan merupakan bagian dari proses menuju kehidupan yang lebih baik.
Penulis : Ady Lubis
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama











