SUARA UTAMA, Probolinggo – Beredar informasi di media massa, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Probolinggo Mengelar rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027 di Hotel Morazen Surabaya mulai tanggal 28 hingga 29 Juli 2026. (30/07/2026).
Rapat tersebut membuat masyarakat kabupaten Probolinggo meradang dan menuai kritikan tajam. Pasal nya, di saat Pemerintahan pusat hingga tingkat desa di wajibkan untuk efesiensi anggaran belanja. DPRD kabupaten Probolinggo terkesan bertolak belakang dengan dengan efisiensi yang di gagas langsung oleh presiden Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga masyarakat kabupaten Probolinggo yang sehari hari nya sebagai kuli proyek “JMD” Mempertanyakan realisasi anggaran untuk rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027 di Hotel Morazen Surabaya selama dua hari.
“Seurgen apakah hingga DPRD kabupaten Probolinggo melakukan rapat di Hotel Surabaya?. Apakah Gedung DPRD sudah tidak layak untuk di tempati rapat seperti itu?. Dari mana sumber anggaran untuk sewa hotel serta konsumsi nya dan berapa besarnya anggaran rapat itu. Apakah biaya hotel serta konsumsi uang pribadi?. “Katanya.
Menanggapi alasan Ketua DPRD kabupaten Probolinggo “Oka Mahendra Jaya Kusuma” di media massa, ” Syamsul” menegaskan bahwa alasan Ketua DPRD kabupaten Probolinggo layak nya alasan anak SD. Menurutnya, Jika ada niatan mewakili masyarakat, rapat di warung kopi juga bisa sampai pagi.
“Alasan ketua DPRD yang beredar di media massa, rapat di hotel lebih efektif karena tidak kesusu pulang hingga larut malam. Itu alasan nya anak SD, alasan klasik dan tidak masuk akal. Jika memang niat untuk bekerja benar benar mewakili masyarakat rapat di warung kopi pun bisa. “Tegas nya.
Sementara ketua DPRD kabupaten Probolinggo “Oka Mahendra Jati Kusuma” di konfirmasi media melalui pesan singkat whatsap perihal alasan kenapa rapat tersebut tidak di selenggarakan di kantor DPRD kabupaten Probolinggo dan berapa besar nya anggaran untuk rapat tersebut. Ketua DPRD kabupaten Probolinggo membenarkan adanya rapat di hotel Surabaya. Menurutnya rapat di lakukan di luar kota di karenakan waktu pembahasan cukup mepet.
“Waalaikum salam. Betul mas pembahasan dilaksanakan di hotel surabaya. Mengingat tenggang waktu pembahasan cukup mepet. Berdasarkan pengalaman jika dibahas di kantor dewan membutuhkan waktu beberapa hari karena pembahasan tidak bisa dilakukan sampai larut malam bahkan subuh. jika dilakukan di luar kota bisa fokus membahas mulai dari pagi hingga subuh. ada waktu istirahat setelah istirahat bisa kembali masuk ruangan utk membahas.”Tegas nya.
Terkait realisasi anggaran selama rapat berlangsung di hotel Surabaya, Ia menyampaikan bahwa anggaran di bebankan kepada masing masing OPD yang ikut dalam rapat tersebut. Sementara untuk anggaran DPRD, Media di arahkan untuk mengkonfirmasi Sekwan.
“Jadi dari segi efektifitas cenderung lebih efektif mengingat waktu yang cukup terbatas.Terkait anggaran dibebankan kepada masing masing OPD yg berangkat. Jika untuk di dewan coba tanyakan kepada sekwan saja Demikian. “Jawab nya.
Penulis : Ali Misno











