Kasus Dihentikan Polres Merangin, Ahmad Fahmi Siapkan Langkah Hukum Balik terhadap Regar Cs

- Publisher

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA, Merangin – Setelah melalui proses penyelidikan yang berlangsung cukup lama, perkara dugaan pengrusakan kebun karet dan penyerobotan lahan yang menyeret nama Bripka (Purn) Ahmad Fahmi, SH., MH., akhirnya dihentikan oleh Penyidik Polres Merangin.

Perkara tersebut bermula dari laporan Nazarudin, warga Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, terkait dugaan pengrusakan kebun karet, serta laporan Bustanul Siregar mengenai dugaan penyerobotan lahan yang dibuat pada tahun 2023. Kedua laporan itu ditujukan kepada Ahmad Fahmi, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Merangin dari Partai Gerindra.

Namun, berdasarkan hasil penyelidikan dan gelar perkara yang dilakukan penyidik, kedua laporan tersebut dinilai tidak memiliki dasar pembuktian yang cukup sehingga penyidik menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pada 29 Mei 2026. Keputusan itu juga tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) Nomor: B/267/V/Res.1.24/2026.

Menanggapi keputusan tersebut, Ahmad Fahmi menyatakan bahwa penghentian perkara menjadi bukti bahwa tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak dapat dibuktikan berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian.

“Selama ini saya sudah sangat dirugikan. Nama baik saya tercoreng akibat laporan-laporan yang menurut saya tidak berdasar. Alhamdulillah, pada akhirnya kebenaran terungkap dan hasil penyelidikan kepolisian menunjukkan bahwa apa yang dilaporkan kepada saya tidak terbukti sehingga perkara tersebut dihentikan,” ujar Ahmad Fahmi kepada media ini. Rabu (29/7/2026).

BACA JUGA :  Bupati Saleh Asnawi Buka Festival Literasi Tanggamus 2026 di Pantai Muara Indah

Menurut Ahmad Fahmi, penghentian perkara tersebut menjadi dasar baginya untuk mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang sebelumnya melaporkan dirinya.

“Sekarang saatnya saya menempuh langkah hukum. Selama bertahun-tahun saya harus menghadapi tuduhan yang berdampak terhadap nama baik, keluarga, dan karier politik saya. Karena laporan tersebut tidak dapat dibuktikan secara hukum, saya merasa memiliki hak untuk mencari keadilan,” tegasnya.

Ahmad Fahmi mengungkapkan bahwa pihaknya kini telah melaporkan persoalan tersebut ke Polda Jambi. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik yang menurutnya timbul akibat laporan yang tidak dapat dibuktikan dalam proses hukum.

BACA JUGA :  Sepeninggalan Fifi, Puskesmas Simpang Limbur Disorot: Dugaan Dana Gizi, Buku Keuangan, hingga Serah Terima Dipertanyakan

Ia berharap proses hukum yang kini ditempuh dapat berjalan secara profesional dan objektif sehingga memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Nazarudin maupun Bustanul Siregar terkait langkah hukum yang diambil Ahmad Fahmi maupun keputusan penghentian perkara oleh Polres Merangin. Media ini juga masih membuka ruang hak jawab kepada pihak-pihak terkait sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan
Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin
Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot
Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup
Bapelkum Bitung Goes to Campus, Bangun Generasi Sadar Hukum di Tengah Berlakunya KUHP Nasional
Wali Kota Pangkal Pinang Tekankan Pentingnya Semangat Gotong Royong dan Jaga Kelestarian Lingkungan di Kecamatan Gerunggang
Berita ini 505 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:49 WIB

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 November 2026 - 11:56 WIB

Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:49 WIB

DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup

Berita Terbaru

Penggrebekan Kampung Bahari oleh Polres Jakarta Utara || Sumber : tribratanews.metro.polri.go.id

Berita Utama

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:49 WIB

Chat via WhatsApp