Sunyi yang Memilihku Pulang

- Penulis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sunyi yang Memilihku Pulang
Oleh: Dands Mann Diamonds

Cerpen. SUARA UTAMA—Malam tidak pernah benar-benar datang sebagai pergantian waktu; ia datang sebagai beban yang pelan-pelan menambah berat kesendirianku.

Di apartemen jantung kota Makassar, dari lantai tiga belas, deru mesin masih menyusup tipis menembus kaca jendela yang seharusnya kedap suara.

Di sela bunyi itu, samar tercium bau asin laut yang terbawa angin pesisir—tipis, nyaris tak terasa, tapi cukup untuk mengingatkan bahwa kota ini tak pernah benar-benar tidur.

Bunyi itu berdengung rendah, seperti ribuan sayap lebah di sore hari yang berebut kembali ke koloni saat kabut turun menutup bukit—mengerubuti sang ratu, lalu lenyap dalam irama yang tak pernah benar-benar bisa kuikuti.

Ingatan itu menyeretku pulang ke Malino—ke kebun teh dan pinus, ke rumah sederhana tempat kakek dan nenekku menetap setelah berpindah dari Jawa lewat program transmigrasi tahun tujuh puluhan.

Di sana, suatu sore yang dingin, nenek menyampirkan kain sutra Sengkang dan jarik ke bahuku—bukan sekadar memberi, melainkan mewariskan sesuatu yang baru kupahami ketika semuanya telah tiada.

“Perempuan itu seperti ratu lebah,” katanya pelan, seperti berbicara pada masa depanku.

“Banyak yang datang, berputar, mengerubungi. Tapi ingat, Nak—dalam satu musim, hanya satu ji yang benar-benar tinggal.”

Aku bertanya ke mana yang lain pergi. Nenek hanya tersenyum tipis.

“Jangan ko kira semua yang datang itu untuk menetap. Singgah-singgah ji itu, Nak.”

Waktu itu aku mengangguk tanpa benar-benar mendengar.

Kini aku tahu, aku tidak pernah benar-benar memahami.

Dulu, lelaki datang dan pergi. Datang dengan harapan, lalu pergi dengan alasan yang hampir sama: aku terlalu rumit, terlalu sulit dipahami. Bahkan tanpa kusadari, aku menulis satu kata di platform media sosialku—completed—seolah semuanya telah selesai, padahal justru di situlah kekosongan itu mulai tumbuh.

Di ketinggian beton apartemen ini, aku merasa seperti koloni yang kehilangan pusatnya sendiri.

Dari sekian banyak yang pernah mendekat, hanya tersisa tiga nama yang sempat bertahan lebih lama: Andreas, Harianto, dan Baskoro—tiga lelaki yang tanpa kusadari kupakai untuk menyangga langit-langit hatiku yang retak.

Andreas adalah pijakan. Di kedai kopi beraroma kayu di Jalan Hertasning, ia selalu duduk tenang di hadapanku. Ia pernah berkata bahwa ia tidak keberatan menunggu, selama ia tahu aku ingin berhenti di mana.

“Menunggu ja’, selama kau tahu di mana mau pulang,” ucapnya datar.

Ketika aku menertawakannya, ia hanya menambahkan, “Semua yang hidup tetap butuh tempat pulang, toh?”

Waktu itu aku menganggapnya terlalu serius.

Hingga suatu sore, ia menarik batas itu tanpa amarah—hanya kelelahan yang jujur. Ia mengaku tak pernah tahu harus berdiri di mana, bahwa ia tak bisa terus menjadi penopang jika aku sendiri tak pernah ingin menetap. Ia pergi meninggalkan secangkir kopi setengah habis—dan sebuah kata yang menggantung lama di antara kami: pulang.

Harianto adalah jeda. Ia datang seperti angin laut yang ringan, membawa tawa yang membuatku lupa bahwa hidup bisa terasa sesak.

Di tepian Losari saat langit memerah, ia pernah menyebutku sebagai perempuan yang lebih mencintai perjalanan daripada rumah.

“Perempuan jalan-jalan ki memang,” godanya sambil menatap ombak yang berulang memecah pelan.

Aku hanya tersenyum, tak benar-benar menanggapi. Bersamanya, aku merasa cukup—merasa tidak apa-apa ji kalau tidak memikirkan kekosongan itu.

Hingga suatu saat aku menyadari, bahkan ketika ia duduk di sampingku, ia tidak pernah sepenuhnya hadir.

BACA JUGA :  Perawan Tua Menunggu Hujan Reda

Pesan-pesannya menipis, pertemuan semakin jarang, hingga akhirnya ia hilang tanpa kata putus. Seperti angin, ia kembali menjadi sesuatu yang tak pernah benar-benar bisa kumiliki sejak awal.

Baskoro adalah api. Ia datang membawa intensitas yang membuatku merasa hidup sekaligus kehilangan kendali.

Sejak awal ia sudah mengatakan bahwa aku seperti memanggil banyak hal sekaligus—sesuatu yang saat itu tak ingin aku mengerti.

Hingga suatu malam, pertengkaran kami membesar seperti bara yang tak lagi bisa dikendalikan.

Di tengah luapan emosinya, ia tertawa singkat—lelah. Lalu mengatakan bahwa aku bukan ratu yang menunggu satu untuk tinggal, melainkan seseorang yang membuka pintu untuk semua, menyisakan pertanyaan: mengapa tak ada yang menetap?

Kata-katanya terasa seperti gema dari nasihat nenek yang dulu tak kupahami. Ia pergi, meninggalkan bukan lagi panasnya api, melainkan sisa abu yang dingin dan sunyi.

Aku tidak pernah benar-benar kekurangan perhatian; aku hanya tidak pernah selesai dengan diriku sendiri.

Aku mengira diriku ratu, padahal aku hanya seseorang yang terus memanggil tanpa pernah memilih.

Aku membagi diriku: pada Andreas agar tetap berdiri, pada Harianto agar bisa bernapas, pada Baskoro agar merasa hidup.

Tanpa kusadari, yang tersisa dariku justru tak pernah benar-benar kukumpulkan kembali.

Kini aku berdiri di depan cermin, sendirian.

Sarung Sengkang itu kusampirkan kembali ke bahu. Aromanya masih sama—kayu pinus dan tanah basah.

Suara nenek seperti kembali, pelan namun utuh: dalam satu musim, hanya satu ji yang tinggal.

Aku menatap diriku lebih lama dari biasanya.

Aku tidak lagi bertanya siapa yang akan datang—melainkan apakah aku sudah cukup untuk tidak memanggil siapa-siapa.

Di luar, hujan turun perlahan, membasuh kota tanpa suara gaduh. Di kejauhan, lampu-lampu jalan memantul di aspal basah seperti garis-garis yang tak pernah benar-benar lurus.

Tidak ada lagi dengung koloni yang kehilangan arah. Aku mulai mengerti—bukan dunia yang terlalu ramai, melainkan aku yang terlalu terbuka tanpa arah.

Aku mematikan lampu. Kegelapan kini terasa seperti sarang yang tenang—bukan karena kosong, melainkan karena akhirnya kembali pada tempatnya.

Sunyi ini bukan kehilangan, melainkan ruang yang kembali menemukan bentuknya. Di dalamnya—akhirnya—aku utuh, dan yang benar-benar tinggal bukanlah mereka yang datang—melainkan diriku yang berhenti pergi.*

Catatan Istilah Lokal:

Ji: Partikel penegas yang berarti “hanya” atau “saja” (misal: Hanya satu ji = Hanya satu saja). Singgah-singgah ji: Sekadar mampir; tidak bermaksud menetap atau tinggal lama.

Ko: Kata ganti orang kedua (kamu), menunjukkan hubungan yang sangat akrab atau antara orang tua ke anak/cucu.

Ja: Bentuk singkat dari saya (sering ditulis ja’), digunakan untuk menyatakan posisi atau keadaan diri.

Toh: Partikel tanya di akhir kalimat untuk meminta penegasan atau konfirmasi.

Mo: Partikel yang bermakna “sudah,” “saja,” atau tanda keputusan final (misal: siapa-siapa mo=siapa saja/cukup siapa yang ada).

Sengkang: Daerah di Sulawesi Selatan yang terkenal sebagai penghasil sutra tenun tradisional (Sutra Sengkang).

Malino: Daerah dataran tinggi di Kabupaten Gowa yang dikenal dengan hutan pinus dan kebun tehnya yang sejuk

BACA JUGA :  Air Matamu adalah Lukaku

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  Perawan Tua Menunggu Hujan Reda

Penulis : Dands Mann Diamonds

Editor : Didik PW

Sumber Berita: Dands Mann Diamonds

Berita Terkait

Air Matamu adalah Lukaku
Perawan Tua Menunggu Hujan Reda
Komunitas Sastra Dewi Sartika dan PKM UPI Sukses Launching Antologi Puisi Dua Negara
Membaca Diskresi dalam Kasus Pelantikan Empat Kepala Desa di Halsel
Titip Salam, Katakan: Aku Masih Menunggu
Djojodigdo dan Pesanggrahan Djojodigdan: Jejak Seorang Patih di Tanah Blitar
Denting Gamelan di Sumber Gamol: Gending Pambuko Hidupkan Semangat Lintas Generasi di Paguyuban Madya Laras
Demokrasi yang Ditelan Korporasi: Pengaruh Korporasi dalam Kebijakan Publik yang Dominan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:21 WIB

Sunyi yang Memilihku Pulang

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:15 WIB

Air Matamu adalah Lukaku

Senin, 16 Maret 2026 - 00:48 WIB

Perawan Tua Menunggu Hujan Reda

Minggu, 21 Desember 2025 - 11:52 WIB

Komunitas Sastra Dewi Sartika dan PKM UPI Sukses Launching Antologi Puisi Dua Negara

Kamis, 25 September 2025 - 16:05 WIB

Membaca Diskresi dalam Kasus Pelantikan Empat Kepala Desa di Halsel

Berita Terbaru

Cerpen

Sunyi yang Memilihku Pulang

Sabtu, 28 Mar 2026 - 21:21 WIB

https://3.33.146.175/id/ https://117.18.0.23/ https://117.18.0.16/ https://117.18.0.24/ https://chinesemedicinenews.com/ https://revistaenigmas.com/ https://topweddinglists.com/ https://ayahqq.com https://ayahqq.it.com https://klik66.com https://klik66.it.com https://radiofarmacia.org https://atendamais.org https://thedramaparadise.com/ https://villamadridbrownsville.com/ https://gamesvega.com/ https://bhpi.org/ https://globelegislators.org https://controlesocial.cg.df.gov.br/ https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/ https://www.aux.com.sg/ https://global-edu.uz/ https://chessellpotterycafe.co.uk/menu http://ipcr.gov.ng/ https://id.pandamgadang.com/ https://cheersport.at/about-us/ https://www.sna.org.ar https://www.riifo.com/id/ https://tourism.perlis.gov.my/ https://www.riifo.com/ https://ppg.fkip.unisri.ac.id/ https://feednplay.dei.uc.pt/ https://fkip.unisri.ac.id/ https://fh.unisri.ac.id/ https://map.fisip.unisri.ac.id/ https://vokasi.unbrah.ac.id/ https://inspira.dei.uc.pt/ https://training.unmaha.ac.id/ https://uk.unmaha.ac.id/ https://an.fisip.unisri.ac.id/ https://fisip.unisri.ac.id/ https://hi.fisip.unisri.ac.id/ https://ebooks.uinsyahada.ac.id/ https://cultura.userena.cl/ https://middlepassage.dei.uc.pt/ https://discurso.userena.cl/ https://ictess.unisri.ac.id/ https://duniapenfi.kemendikdasmen.go.id/ https://www.val-chris.com/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html https://www.val-chris.com/wp-content/plugins/fix/pkv-games.html https://www.val-chris.com/wp-content/plugins/fix/slot-garansi-kekalahan.html https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/bandarqq.html https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/pkv-games.html https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/poker-qq.html https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/mix-parlay.html https://srlcusa.org/wp-content/plugins/fix/bandarqq.html https://srlcusa.org/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html https://srlcusa.org/wp-content/plugins/fix/pkv-games.html https://srlcusa.org/wp-content/plugins/fix/poker-qq.html https://bisniskumkm.com/wp-content/content/bandarqq/ https://bisniskumkm.com/wp-content/content/dominoqq/ https://bisniskumkm.com/wp-content/content/pkv-games/ https://bisniskumkm.com/wp-content/content/poker-qq/ https://atlanticnationalgolfclub.com/wp-content/plugins/fix/bandarqq.html https://atlanticnationalgolfclub.com/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html https://atlanticnationalgolfclub.com/wp-content/plugins/fix/pkv-games.html https://atlanticnationalgolfclub.com/wp-content/plugins/fix/poker-qq.html https://idiligo.com/wp-content/plugins/fix/bandarqq.html https://idiligo.com/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html https://idiligo.com/wp-content/plugins/fix/slot-garansi-kekalahan.html https://pioneer.schooloftomorrow.ph/ mpo slot https://stem-md.swu.bg/ mpo https://cheersport.at/doc/pkv-games/ https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/ https://uniestate.com/pkv-games/ https://uniestate.com/bandarqq/ https://uniestate.com/qiuqiu/ https://pojoktim.com/public/pkv-games/ https://pojoktim.com/public/bandarqq/ https://pojoktim.com/public/dominoqq/ https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/ https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/ https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/ https://jppos.id/post/pkv-games/ https://jppos.id/post/bandarqq/ https://jppos.id/post/dominoqq/ https://jppos.id/post/pokerqq/ https://jppos.id/post/qiuqiu/ https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/ https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/ https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/ https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/ https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/ https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/ https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/ https://graceconference.com/public/pkv-games/ https://graceconference.com/public/bandarqq/ https://graceconference.com/public/dominoqq/ https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/ https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/ https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/ https://pksoganilir.com/pkv-games/ https://pksoganilir.com/bandarqq/ https://pksoganilir.com/dominoqq/ https://bhor.gov.pg/pkv-games/ https://bhor.gov.pg/bandarqq/ https://bhor.gov.pg/dominoqq/ https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/ https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/ https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/ https://hazeportal.asean.org/core/pkv-games/ https://hazeportal.asean.org/core/bandarqq/ https://hazeportal.asean.org/core/dominoqq/ https://legacy.wespa.org/pkv-games/ https://legacy.wespa.org/bandarqq/ https://legacy.wespa.org/dominoqq/ https://ac-group.hr/chip/pkv-games/ https://ac-group.hr/chip/bandarqq/ https://ac-group.hr/chip/dominoqq/ https://aenfis.com/cloud/pkvgames/ https://aenfis.com/cloud/bandarqq/ https://aenfis.com/cloud/dominoqq/