Ramadhan dan Estetika Kemanusiaan

- Publisher

Jumat, 20 Februari 2026 - 06:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Oleh : Ichwan Adji Wibowo,S.Pt,M.M

Ketua PCNU Kota Bandar Lampung

SUARA UTAMA-Puasa Ramadhan yang Allah SWT hadirkan terutama ditujukan kepada umat yang beriman, sesungguhnya secara simbolik menjadi bagian ekspresi kecintaan Tuhan kepada hambanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang satu bulan penuh Tuhan menyediakan waktu khusus pada setiap tahun, agar hambanya yang punya keyakinan diberikan kesempatan mengarungi proses reorientasi penciptaan atas dirinya sebagai manusia.

Puasa selama sebulan tersebut juga menjadi momentum interaksi transedental setiap hambanya yang beriman kepada Tuhannya secara lebih intens, interistik dan bermakna.

Manusia diciptakan oleh Allah dengan derajat kemuliaan yang lebih tinggi dibanding makhluk lainnya. Mula-mula Tuhan menciptakan manusia sebagai hamba, yang diharuskan mentaati setiap perintah dan apapun larangan-Nya.

Sebagaimana yang termaktub dalam Al- Quran Surat Adz-Dzariyat Ayat 56; “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. “

BACA JUGA :  Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat

Pada kontek berikutnya Tuhan juga menciptakan manusia dengan beban misi menjadi khalifah, menerima tugas melindungi eksistensi umat dan kemanusiaan serta menjaga alam semesta dengan mengelola keseimbangan ekosistem yang diciptakan Tuhan.

Sementara manusia sendiri diciptakan Tuhan dalam konstruksi yang paripurna, yakni tidak hanya jasad tapi juga terdiri dari ruh, nafs, qolb dan akal. Upaya menjaga keseimbangan atas konstruksi kosmik manusia akan menjadi elan vital bagi capaian derajat kemuliaan manusia di sisi Allah, yang menjadi prasyarat menunaikan tugas berikutnya menjaga keseimbangan ekosistem jagat raya.

Sepanjang tahun, karena ketidakberdayaannya dalam menjaga keseimbangan kosmik di dalam dirinya, boleh jadi manusia akan terperangkap dalam jebakan yang dalam derajat tertentu, bisa secara destruktif merusak tugas dan misi utamanya.

BACA JUGA :  Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk

Maka Tuhan hadirkan masa satu bulan yakni bulan Ramadhan. Bulan di mana Tuhan mewajibkan setiap manusia beriman untuk mengendalikan diri, tidak memenuhi hasrat nafsunya baik makan minum, serta nafsu seksualitasnya selama waktu tertentu.

Dan di bulan yang sama Tuhan juga menyediakan reward atas setiap kebaikan apapun yang dilakukan manusia, dengan hitungan pahala yang berlipat ganda.

Pemberian kesempatan menjalani puasa untuk manusia, juga sesungguhnya membawa pesan Tuhan, bahwa manusia itu tetaplah hamba, makhluk yang diciptakan, yang lemah, yang terus bergantung atas penciptanya.

Tuhan hendak menyampaikan : sekadar tanpa makan minum yang selalu Ku sediakan saja, kamu amatlah lemah, dan tak berdaya. Maka untuk membangun kesadaran atas eksistensi kemanusiannya, engkau harus merasakan serba keterbatasan dan kekurangan sebagai hamba.

Puasa sebagaimana ibadah mahdoh yang lain, selalu memiliki tugas dan fungsi ganda, sebagai wujud ekpresi penghambaan sekaligus berfungsi memastikan manusia tidak terjebak pada sifat dan perilaku yang destruktif, dan merusak eksistensi kemanusiaannya.

BACA JUGA :  Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan

Melalui puasa Allah menyediakan mekanisme agar manusia memahami siapa dirinya, serta sifat, tugas, fungsi dan kedudukannya.

Pada saat yang sama, untuk memenuhi tugas utamanya sebagai khalifah, hamba yang terpilih (beriman) harus tak henti terus mengupaya membangun karakter baik, menjadi manusia yang selalu menebar kebaikan. Senantiasa mampu mengendalikan diri dari kecendrungan sifat dan perilaku destruktif serta memiliki empati, simpati dan kepedulian atas manusia lainnya.

Begitulah Tuhan menghadirkan puasa agar manusia tidak saja taat atas seluruh perintah Tuhan, tapi juga pada saat yang sama hendak mendidik manusia agar memastikan memiliki hasrat memuliakan kehidupan, itulah puncak estetika kemanusiaannya.

Penulis : Zul Wani

Sumber Berita: Biro Suara Utama

Berita Terkait

Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat
Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI
Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan
Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk
Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah
KKN UMAHA Hadir untuk UMKM Desa KarangTanjung melalui Pendampingan Penerbitan NIB
Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan

Senin, 21 September 2026 - 22:38 WIB

Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk

Sabtu, 12 September 2026 - 21:11 WIB

Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah

Berita Terbaru

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa? (sumber resmi Humas MA, dari portal berita resmi Mahkamah Agung MARINews)

Berita Utama

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Senin, 2 Nov 2026 - 18:38 WIB

Polres Metro Bekasi Identifikasi Kecelakaan Truk Molen || Sumber gambar : https://tribratanews.metro.polri.go.id/

Berita Utama

Truk Molen Maut di Bekasi: 6 Tewas, Sopir Jadi Tersangka

Senin, 2 Nov 2026 - 18:31 WIB

Penggrebekan Kampung Bahari oleh Polres Jakarta Utara || Sumber : tribratanews.metro.polri.go.id

Berita Utama

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:49 WIB

Chat via WhatsApp