Solar Jadi Nyawa PETI Tabir Barat: Penyuplai BBM Diduga Bebas Berkeliaran, Aparat Seolah Tutup Mata

- Publisher

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA,Merangin – Maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Tabir Barat dan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin, kian menjadi sorotan tajam. Aktivitas ilegal yang merusak lingkungan itu diduga tidak akan bisa berjalan masif tanpa adanya pasokan BBM jenis solar yang terus mengalir deras ke lokasi tambang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan, sejumlah kendaraan terlihat rutin memasok BBM jenis solar ke wilayah penambangan emas ilegal tersebut. Pasokan ini disebut menjadi “urat nadi” yang menghidupkan puluhan alat berat excavator yang bekerja tanpa henti di kawasan itu.

Seorang warga setempat yang ditemui media ini di kawasan Simpang Seling, yang namanya enggan dipublikasikan, mengungkapkan bahwa aktivitas PETI di Tabir Barat dan Tabir Ulu tidak bisa dilepaskan dari suplai solar yang masuk secara terang-terangan.

“Iya Bang, maraknya PETI di Tabir Ulu dan Tabir Barat itu tidak lepas dari pasokan solar. Itu bukan hal tabu lagi. Saya lihat sendiri mobil tangki sering berhenti di Simpang Seling, lalu banyak juga pick up bawa galon-galon solar masuk ke dalam lokasi PETI,” ungkap warga.

Menurutnya, BBM tersebut didatangkan dari luar daerah Kabupaten Merangin dan disuplai khusus untuk menunjang aktivitas tambang emas ilegal yang kini semakin merajalela.

BACA JUGA :  Warga Resah Mobil Tangki Solar Industri Marak ke Tabir Barat, Dugaan Pasokan untuk PETI Mencuat

“Silakan cek saja di wilayah itu. Puluhan alat berat bisa dilihat dengan kasat mata. Tidak perlu jauh-jauh masuk ke dalam, dari pinggir jalan saja sudah nampak excavator bekerja,” tambahnya.

Ironisnya, aktivitas penyuplai BBM ini seolah berjalan tanpa hambatan, meski jelas-jelas bertentangan dengan aturan dan memperkuat praktik ilegal yang merusak lingkungan serta mengancam keselamatan masyarakat.

Warga pun mempertanyakan ketegasan aparat penegak hukum yang dinilai lemah dalam menindak para pelaku penyuplai BBM ke lokasi tambang ilegal tersebut.

“Kalau alat berat bisa hidup terus, berarti solar masuk terus. Pertanyaannya, aparat kemana? Masa aktivitas seterang-terangan ini dibiarkan?” sindir warga dengan nada kecewa.

Terpantau dalam beberapa pekan terakhir, bahkan ada kendaraan tangki yang diduga membawa solar industri masuk ke kawasan Tabir Ulu dan Tabir Barat. Kondisi ini semakin menambah tanda tanya besar di tengah masyarakat: apakah ada pembiaran atau justru permainan yang membuat bisnis solar ilegal ini begitu bebas?

Masyarakat mendesak pihak Kepolisian, khususnya Polda Jambi, agar segera turun tangan dan tidak hanya fokus pada pekerja tambang di lapangan, namun juga menindak tegas para pemasok BBM yang menjadi aktor penting di balik hidupnya aktivitas PETI.

Sebab, selama pasokan solar terus mengalir tanpa tindakan, maka pemberantasan PETI hanya akan menjadi slogan kosong tanpa ujung.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Terkesan Tidak Percaya Pemerintah, Aktivis Sebut Tidak Lazim dan Mendesak Bank Jatim Cabang Kraksaan Segera Penuhi Janjinya 
Andre Hariyanto Kantongi Sertifikat UKW Harian Kompas, Resmi Kompeten sebagai Wartawan Dewan Pers
Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media
Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS
Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II
Terindikasi Borong Pelanggaran, Oknum di SDN Tamansari lll Diduga Menarik Iuran Perminggu, Perbulan dan Penjualan LKS
Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 
Harga Cabai Naik, Inflasi Jakarta Justru Terendah se-Indonesia
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 09:51 WIB

Terkesan Tidak Percaya Pemerintah, Aktivis Sebut Tidak Lazim dan Mendesak Bank Jatim Cabang Kraksaan Segera Penuhi Janjinya 

Sabtu, 7 November 2026 - 10:45 WIB

Andre Hariyanto Kantongi Sertifikat UKW Harian Kompas, Resmi Kompeten sebagai Wartawan Dewan Pers

Jumat, 6 November 2026 - 09:51 WIB

Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media

Kamis, 5 November 2026 - 19:09 WIB

Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS

Kamis, 5 November 2026 - 08:39 WIB

Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp