Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus

- Publisher

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fhoto Taman Kota Soekarno

Fhoto Taman Kota Soekarno

Oleh : Zul Wani, Ka. Biro Suara Utama Tanggamus- Lampung

SUARA UTAMA– (Tanggamus, 22/1/2026). Di sisi Jalan Ir. H. Juanda, Kotaagung, berdiri sebuah ruang terbuka yang tak sekadar menjadi taman kota. Ia memanggul ingatan sejarah dan menyimpan pesan kebangsaan. Namanya: Taman Soekarno Tanggamus.

Penyematan nama besar Bung Karno pada taman ini bukanlah kebetulan. Catatan sejarah menyebutkan, pada tahun 1952, Presiden pertama Republik Indonesia itu pernah menginjakkan kaki di wilayah Distrik Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Soekarno menyusuri daerah-daerah Indonesia pascakemerdekaan sebuah ikhtiar melihat langsung denyut kehidupan rakyat dan pembangunan yang tengah dirintis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Kotaagung, Bung Karno disambut antusias oleh masyarakat. Ia hadir bukan sekadar sebagai kepala negara, melainkan sebagai pemimpin yang ingin mempererat ikatan antara pusat dan daerah. Dalam kunjungannya, Soekarno menginspeksi berbagai aspek kehidupan, mulai dari infrastruktur hingga kesejahteraan rakyat.

BACA JUGA :  Haflah Khotmil Qur'an Madin Az-Zuhriyyah dan Tiuh Balak Pasar Bersholawat Digelar 2 Agustus 2026

Salah satu momen paling dikenang dari lawatan itu adalah ketika Bung Karno menanam bibit pohon beringin. Kini, puluhan tahun kemudian, pohon tersebut tumbuh besar dan rindang menjadi saksi bisu kehadiran “Putra Sang Fajar” di tanah Kotaagung. Sebuah simbol keteduhan, persatuan, dan keteguhan yang sejalan dengan nilai-nilai yang selalu disuarakan Soekarno.

Dalam pidato yang disampaikannya kala itu, Bung Karno menekankan pentingnya persatuan, gotong royong, serta semangat membangun bangsa. Ia mengajak rakyat untuk terus menjaga kemerdekaan dan bekerja bersama demi Indonesia yang maju dan sejahtera. Pesan-pesan itulah yang hingga kini masih hidup dalam ingatan masyarakat setempat.

BACA JUGA :  Sawit Berdiri di Atas Lahan yang Sudah Dibebaskan, PT BBA Tolak Tuntutan Ganti Rugi Baru

Jejak sejarah tersebut kini diwujudkan secara visual melalui sebuah patung besar Soekarno yang berdiri tegap menghadap ke Laut Semaka. Patung itu seolah menyimpan pesan mendalam dari Sang Singa Podium: rawatlah daerahmu, pedulilah bangsamu, dan bangunlah tanah kelahiranmu dengan kesungguhan.

Taman Soekarno Tanggamus resmi diresmikan oleh Penjabat Bupati Tanggamus, Ir. Irsan Mulyadi, S.T., M.T. Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tanggamus terpilih Agus Suranto, Ketua DPRD Tanggamus, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Kehadiran masyarakat sekitar dalam acara peresmian itu tampak penuh antusias. Senyum sumringah menghiasi wajah warga, mencerminkan harapan besar terhadap keberadaan taman tersebut. Bagi sebagian masyarakat, Taman Soekarno bukan hanya ruang rekreasi dan sejarah, tetapi juga membuka peluang ekonomi tempat menggais rezeki dan menggerakkan kehidupan sosial.

BACA JUGA :  Diduga Alergi Media, Oknum Kakan ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Enggan Menjawab Konfirmasi dan Blokir Nomor Whatsap

Lebih dari itu, Taman Soekarno Tanggamus diharapkan menjadi ruang bersama yang terus dijaga, dirawat, dan dipelihara kebersihannya. Sebuah taman yang bukan hanya indah secara fisik, tetapi juga bermakna secara historis dan sosial.

Pada akhirnya, pengabadian nama Soekarno di jantung Kotaagung adalah pengingat bahwa sejarah bukan untuk dilupakan. Ia hidup, tumbuh, dan memberi arah sebagaimana harapan agar Taman Soekarno Tanggamus menjadi sumber kemaslahatan dan kebermanfaatan bagi masyarakat, kini dan kelak.

Editor : Rusli Namhuri

Sumber Berita: Biro Suara Utama

Berita Terkait

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab
Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP
BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026
Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas
Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan
Saudi Edu Expo 2026 Sukses Digelar, Antusiasme Pengunjung Melonjak Tiga Kali Lipat
Terindikasi Arogansi dan Tidak Kooperatif, ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Enggan Bertanggung jawab 
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:21 WIB

BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand