Perpustakaan sebagai Ruang Alternatif Pembelajaran di Masa Liburan

- Publisher

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Reyhan Alarico Stewart, mahasiswa Sosiologi UINSA, membaca buku di ruang literasi Makarya sebagai wujud pemanfaatan masa liburan untuk memperkuat budaya literasi dan refleksi diri.

Reyhan Alarico Stewart, mahasiswa Sosiologi UINSA, membaca buku di ruang literasi Makarya sebagai wujud pemanfaatan masa liburan untuk memperkuat budaya literasi dan refleksi diri.

SUARA UTAMA – Surabaya, 6 Januari 2026 — Masa liburan akademik kerap dipandang sebagai waktu jeda dari aktivitas belajar formal. Namun, bagi Reyhan Alarico Stewart, mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), liburan justru dimaknai sebagai kesempatan untuk melanjutkan proses pembelajaran melalui cara yang lebih personal dan reflektif.

Reyhan yang akrab disapa Rico memilih mengisi masa libur dengan mengunjungi ruang-ruang literasi, seperti perpustakaan dan Gramedia Matraman di Jakarta. Di tempat-tempat tersebut, ia membaca berbagai buku sosiologi, filsafat, sejarah, hingga sastra, sekaligus menjadikannya ruang refleksi diri.

BACA JUGA :  Tak Terima Lahan Dikuasai Pihak Lain, Ahli Waris Amer Husin di Kelurahan Mampun Siap Seret Merry-Tomy ke Ranah Hukum

“Bagi saya, literasi itu penting karena dari membaca kita belajar memahami diri sendiri dan masyarakat. Generasi muda tidak boleh jauh dari buku, meskipun sekarang semuanya serba digital,” ujar Rico.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, perpustakaan dan toko buku berperan sebagai ruang alternatif pembelajaran di luar kelas. Suasana yang tenang, keberagaman koleksi bacaan, serta kehadiran pengunjung dari berbagai latar belakang menjadikan ruang literasi sebagai miniatur kehidupan sosial. Bagi mahasiswa sosiologi, kondisi ini menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual mengamati masyarakat sekaligus merenungkan teori yang dipelajari.

BACA JUGA :  Kades Pematang Kancil Minta Bank Mandiri Segera Selesaikan Hak Warga Korban Dugaan Penyimpangan Dana

Rico menilai bahwa kebiasaan membaca di masa liburan merupakan sikap penting yang perlu ditanamkan pada generasi muda. Di tengah dominasi hiburan instan dan arus informasi cepat, literasi menjadi fondasi untuk berpikir kritis dan tidak mudah terjebak pada informasi dangkal.

“Liburan bukan berarti berhenti belajar. Justru ini waktu yang tepat untuk membaca dengan lebih tenang dan mendalam. Dari literasi, kita bisa membentuk cara berpikir yang lebih kritis dan dewasa,” tambahnya.

BACA JUGA :  Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan

Melalui sikap tersebut, Rico dipandang sebagai contoh generasi muda yang tetap menempatkan literasi sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban akademik. Ia berharap semakin banyak mahasiswa memaknai perpustakaan sebagai ruang bertumbuh bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran sosial dan karakter.

Dengan menjadikan literasi sebagai bagian dari keseharian, masa liburan pun berubah makna: dari sekadar waktu jeda menjadi ruang alternatif pembelajaran yang memperkaya intelektual dan membentuk generasi muda yang peka terhadap realitas sosial.

 

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian
PETI Gunakan Ekskavator Milik Cuncun di Pematang Kandis, Beranikah Aparat Bertindak ?
Rapuh Seperti Kue Sagon, Paving Block Anggaran Pokir Dikeluhkan Anggota DPRD Pandeglang
Jenazah Misterius Ditemukan di Pulau Enggano, Tim SAR dan Polisi Lakukan Pencocokan DNA Dengan Delapan Keluarga Korban Hilang Saat Peliputan Eerupsi Gunung Anak Krakatau
Lantik Ketua LPM Baru, Lurah Girian Weru Dua Harapkan Sinergi Kuat
Lapas Bangko Gelar Hening Cipta untuk Mengenang ASN Jayawijaya yang Gugur dalam Tugas
Sisir Rakata, Sertung, hingga Pulau Panjang, Tim Gabungan Belum Temukan 8 Orang yang Hilang
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 23:47 WIB

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian

Selasa, 15 September 2026 - 20:34 WIB

PETI Gunakan Ekskavator Milik Cuncun di Pematang Kandis, Beranikah Aparat Bertindak ?

Selasa, 15 September 2026 - 13:05 WIB

Rapuh Seperti Kue Sagon, Paving Block Anggaran Pokir Dikeluhkan Anggota DPRD Pandeglang

Senin, 14 September 2026 - 18:55 WIB

Lantik Ketua LPM Baru, Lurah Girian Weru Dua Harapkan Sinergi Kuat

Senin, 14 September 2026 - 10:39 WIB

Lapas Bangko Gelar Hening Cipta untuk Mengenang ASN Jayawijaya yang Gugur dalam Tugas

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/