Simpel, Kembalikan KTP dan Bayar Hasil Kerja, Menanggapi Statement Oknum kepala SMK Negeri 1 Banyuanyar 

- Publisher

Selasa, 18 November 2025 - 07:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Warga Desa Pendil kecamatan Banyuanyar kabupaten Probolinggo Jawa Timur menanggapi statement oknum kepala SMK Negeri 1 Banyuanyar, yang telah di tayangkan dalam pemberitaan sebelumnya dengan judul “Klarifikasi oknum kepala sekolah SMK Negeri 1 Banyuanyar Meminta berita di tarik dan meminta maaf secara terbuka”. 18/11/2025.

Warga Desa Pendil “DB” sebelumnya salah satu pekerja di lingkup SMK Negeri 1 Banyuanyar. Di kutip dari pemberitaan sebelumnya, dalam paragraf kedua oknum Kepala SMK Negeri 1 Banyuanyar “HS” Mengatakan. “Judul berita yang benar menurut saya adalah, KTP Tertinggal saat melarikan diri”

Statement oknum kepala sekolah tersebut mendapat tanggapan dari “DB” Ia merasa tidak pernah lari. “Lho, kok bisa saya di bilang lari. Setelah saya di tuduh pada saat itu, saya telah meminta KTP berhadapan langsung. Namun, tidak di kasih. ada saksi nya. Setelah itu saya WA tidak pernah di jawab. Ada masih bukti chat nya. “Ucap nya.

Selanjut nya, di kutip dari statement oknum kepala SMK Negeri 1 Banyuanyar “HS” di paragraf ke enam dalam pemberitaan sebelumnya. “Pada SPJ projek harus menyerahkan foto copy setiap pekerja, dan koordinatornya saya minta asli nya sebagai jaminan(atau sertifikat CV atau yang lain yang dimiliki sebagai legalitas).

BACA JUGA :  Setelah Vakum Dua Bulan, AIR Asia Kembali Beroperasi Mulai 2 Juli

Itupun juga mendapat tanggapan dari “DB” Ia membenarkan dan menjelaskan bahwa KTP serta NPWP nya di minta oleh oknum kepala SMK Negeri 1 Banyuanyar pada saat kontrak kerja ACC.

“Benar memang KTP dan NPWP saya di minta pada saat kontrak itu ACC (menerima DP). Pekerjaan itu di putus secara sepihak. Saya berusaha menghubungi oknum kepala sekolah melalui WA untuk menyelesaikan sisa pekerjaan tidak pernah di jawab..”kata DB.

BACA JUGA :  BANDAR SABU SUNGAI BAUNG TAK PERNAH TERSENTUH HUKUM, MODUS TIARAP DAN KEBOCORAN INFORMASI JADI TAMENG

Mantan pekerja SMK Negeri 1 Banyuanyar “DB” permintaan nya simpel. Ia meminta KTP dan NPWP di kembalikan. Pekerjaan sketsel yang telah selesai di bayar dan pekerjaan ACP yang masih di gantung di hitung secara proporsional.

“Saya tidak mau ruwet jika tidak suka sama saya, tidak usah cari cari alasan. kembalikan KTP saya dan bayar pekerjaan sketsel yang sudah selesai dan hitung secara proporsional pekerjaan ACP. Apakah saya masih punya tanggungan atau oknum kepala sekolah SMK Negeri 1 Banyuanyar yang punya tanggungan ke saya. “Pungkas nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab
Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP
BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026
Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas
Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan
Saudi Edu Expo 2026 Sukses Digelar, Antusiasme Pengunjung Melonjak Tiga Kali Lipat
Terindikasi Arogansi dan Tidak Kooperatif, ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Enggan Bertanggung jawab 
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:21 WIB

BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand