Kepala SDN 16 Muara Siau Bungkam Soal Dugaan Pungli, Wali Murid Khawatir Ada “Perlindungan Khusus”

- Publisher

Minggu, 5 Oktober 2025 - 18:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA, Merangin — Dugaan pungutan liar (pungli) Rp200.000 per murid di SD Negeri 16 Muara Siau, Kabupaten Merangin, semakin memancing kecurigaan publik. Pasalnya, Kepala Sekolah Muhammad — atau yang dikenal dengan sapaan Mat Kulub — memilih bungkam total saat dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp.

Beberapa kali dihubungi, pesan hanya dibaca tanpa ada balasan. Sikap diam tersebut justru menguatkan dugaan bahwa ada sesuatu yang tengah ditutup-tutupi.

Salah satu wali murid kembali menegaskan keberatannya.

“Saya sudah bayar Rp200.000. Katanya untuk komputer, tapi tidak pernah ada rapat, tidak ada penjelasan resmi. Hanya lewat WhatsApp saja. Kalau tidak ada niat menutupi, kenapa kepala sekolah tidak mau menjelaskan?” ujar wali murid dengan nada kecewa.

Lebih jauh, beberapa warga setempat menyebut bahwa kepala sekolah tersebut dikenal dekat dengan orang nomor satu di Kabupaten Merangin, yakni Bupati H. M. Syukur.

BACA JUGA :  Pemkab Dogiyai Serahkan 16 Calon Mahasiswa untuk Kuliah di UNPAR Bandung

Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya tebang pilih hukum jika persoalan ini tidak segera ditangani secara serius.

“Kalau memang benar dekat dengan bupati, apakah lantas kesalahan bisa dibiarkan? Jangan karena relasi, hukum jadi tumpul ke atas tajam ke bawah,” tegas warga.

Karena itu, para wali murid mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin untuk segera turun ke lapangan dan memanggil Kepala Sekolah SDN 16 Muara Siau guna dimintai keterangan resmi.

BACA JUGA :  Perkuat Kapasitas Epidemiolog, Indonesia Ikuti Training of Trainers FETP di Bangkok Thailand

Mereka berharap kasus ini tidak hanya berhenti sebagai polemik, tetapi benar-benar ditindak tegas demi mencegah terulangnya praktik serupa.

“Ini sekolah negeri, muridnya banyak dari ekonomi lemah. Jangan malah dibebani pungutan yang tidak jelas,” tutup wali murid tersebut.

Hingga berita lanjutan ini dipublikasikan, Kepala Sekolah Mat Kulub masih tidak memberikan respons apa pun, sementara publik menunggu langkah nyata dari Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Pemkab Dogiyai Serahkan 16 Calon Mahasiswa untuk Kuliah di UNPAR Bandung
Bupati Yudas Tebai Tegaskan Beasiswa Dogiyai Harus Berkelanjutan
Kabut Asap Pekat Selimuti Padang Pariaman, Masyarakat Diimbau Waspadai Gangguan Pernapasan
Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026
Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani
Siswa SDN 66 Jelatang I Diduga Dikeroyok Enam Teman di Dalam Kelas, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum
Perkuat Kapasitas Epidemiolog, Indonesia Ikuti Training of Trainers FETP di Bangkok Thailand
Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan
Berita ini 594 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Pemkab Dogiyai Serahkan 16 Calon Mahasiswa untuk Kuliah di UNPAR Bandung

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Bupati Yudas Tebai Tegaskan Beasiswa Dogiyai Harus Berkelanjutan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Kabut Asap Pekat Selimuti Padang Pariaman, Masyarakat Diimbau Waspadai Gangguan Pernapasan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp