Dari Kasur Menuju Surga: Seni Membangun Seks yang Dirahmati

Kamis, 26 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO : Seks yang Nyaman dalam Pandangan Religi dan Ilmiah adalah Kunci Keharmonisan Suami Istri (Simbol Sex/SUARA UTAMA)

FOTO : Seks yang Nyaman dalam Pandangan Religi dan Ilmiah adalah Kunci Keharmonisan Suami Istri (Simbol Sex/SUARA UTAMA)

Oleh : Mas Andre Hariyanto, Penulis asal Bumi Mojopahit Kota Mojokerto

SUARA UTAMA Seks yang Nyaman dalam Pandangan Religi dan Ilmiah adalah Kunci Keharmonisan Suami Istri.

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.”

(QS. Ar-Rum: 21)

Dalam Islam, hubungan antara suami dan istri bukan hanya sekadar ikatan lahiriah, melainkan juga merupakan bentuk ibadah yang mengandung nilai spiritual tinggi. Salah satu bentuk ikatan tersebut adalah hubungan seksual yang sah dan halal, yang apabila dilakukan dengan niat ibadah dan kasih sayang, bisa menjadi sumber pahala serta ketenteraman batin.

Makna Hubungan Seksual yang Nyaman dalam Perspektif Agama

Islam memandang hubungan seksual antara suami dan istri sebagai ibadah yang berpahala, selama dilakukan dengan penuh rasa saling menghargai, kasih sayang, dan tidak saling menyakiti. Kenyamanan dalam hubungan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga emosional, spiritual, dan psikologis.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Dan pada kemaluanmu itu ada sedekah.”

(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa bahkan aktivitas seksual dalam pernikahan pun memiliki nilai ibadah ketika dilakukan dengan niat yang benar dan memperhatikan hak pasangan.

Faktor Ilmiah yang Menunjang Kenyamanan Seksual:

Menurut kajian psikologi dan kesehatan reproduksi, kenyamanan dalam hubungan seksual dipengaruhi oleh beberapa faktor:

1. Kesehatan Emosional Pasangan Ketika pasangan saling percaya, saling mendukung, dan tidak menyimpan dendam, maka relasi seksual pun menjadi lebih hangat dan intim.

BACA JUGA :  MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM MEMBILANG ANGKA 1-20 MELALUI KEGIATAN BERMAIN APE MINI ZOO ANGKA PADA KELOMPOK B DI TK DHARMA WANITA 5 MLOKOREJO PUGER KABUPATEN JEMBER

2. Komunikasi Seksual yang Sehat Studi menunjukkan bahwa pasangan yang terbuka dalam membicarakan seks cenderung memiliki tingkat kepuasan seksual yang lebih tinggi.

3. Ritual Spiritual Sebelum dan Sesudah Berhubungan Dalam Islam, dianjurkan membaca doa sebelum berhubungan (agar terlindung dari setan), serta menjaga adab seperti mandi janabah. Ini menciptakan rasa tenang dan bersih secara lahir batin.

4. Hormonal dan Fisiologis Hormon oksitosin dan endorfin yang dilepaskan selama hubungan intim dapat memperkuat ikatan emosional dan membuat pasangan merasa lebih dekat satu sama lain. Ini didukung oleh penelitian neuroscience dan psikologi hubungan.

Adab Islam dalam Hubungan Intim

– Tidak dilakukan dalam keadaan marah

– Tidak menyakiti fisik atau perasaan pasangan

– Tidak memaksakan kehendak

– Menjaga kebersihan dan kesopanan

– Mengucapkan doa sebelum memulai:

“Bismillāh, Allāhumma jannibnasy-syaithāna wa jannibis-syaithāna mā razaqtanā”

Kesimpulan: Harmoni Dunia dan Akhirat

Hubungan seksual yang nyaman dan halal dalam pernikahan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis, melainkan juga sebagai sarana mewujudkan ketenteraman jiwa, kebahagiaan rumah tangga, dan ibadah kepada Allah.

Dengan menggabungkan pendekatan religius dan ilmiah, pasangan suami istri akan lebih memahami bahwa kenyamanan dalam berhubungan intim adalah sebuah proses yang harus dirawat – melalui komunikasi, kasih sayang, dan niat yang lurus.

Seks bukan sekadar aktivitas, tapi amanah cinta. Dan di dalamnya, ada surga kecil yang Allah titipkan bagi pasangan yang saling menjaga.

Penulis : Andre Hariyanto

Editor : Abu Zhafran

Sumber Berita : Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus
Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles
Babak Baru Hukum Pidana Indonesia, KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku
Mahasiswa Sosiologi UINSA Padukan Rekreasi dan Refleksi Sosial di Kota Batu
Mengapa Penulisan Berita Tidak Dianjurkan Mencantumkan Gelar Nama

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:16

Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus

Senin, 19 Januari 2026 - 16:36

Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Sabtu, 3 Januari 2026 - 23:45

Babak Baru Hukum Pidana Indonesia, KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku

Jumat, 2 Januari 2026 - 16:11

Mahasiswa Sosiologi UINSA Padukan Rekreasi dan Refleksi Sosial di Kota Batu

Selasa, 30 Desember 2025 - 14:10

Mengapa Penulisan Berita Tidak Dianjurkan Mencantumkan Gelar Nama

Berita Terbaru