Jejak di Jalan Berair

Kamis, 28 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak Nelayan Pulang Sekolah Saat Jalan Digenangi Air. (Nafian Faiz) Suarautama.id

Anak Nelayan Pulang Sekolah Saat Jalan Digenangi Air. (Nafian Faiz) Suarautama.id

SUARA UTAMA, Pagi itu, embun masih enggan menguap dari dedaunan ketika Nisa mempersiapkan sepedanya. Jalan desa yang sehari-hari menjadi saksi perjalanan anak-anak sekolah kini berubah bak sungai kecil. Hujan semalam bercampur pasang air laut telah menjadikan genangan setinggi setengah ban sepeda menghiasi setiap sudut kampung. Namun, wajah-wajah kecil itu tak pernah kehilangan senyum.

Nisa dan teman-temannya, dengan seragam sekolah yang sudah sedikit kusut oleh percikan air, justru tampak ceria. “Ayo, siapa yang sampai duluan di jembatan kecil nanti, dia yang menang!” seru Adi, teman sebaya Nisa, yang langsung mengayuh sepedanya dengan penuh semangat. Riuh tawa mereka pecah, menembus kesunyian pagi yang dingin.

Bagi mereka, genangan air bukanlah rintangan, melainkan permainan. Setiap genangan adalah petualangan. Terkadang mereka sengaja melambatkan kayuhan, membiarkan kaki-kaki kecil mereka menyentuh air yang dingin. Bahkan, tak jarang percikan air menjadi ajang saling mengusili.

Namun, di balik kebahagiaan itu, ada perjuangan yang diam-diam terekam. Jalan berair ini adalah cerita sehari-hari mereka. Tiap kayuhan adalah langkah kecil menuju mimpi yang besar. Di ujung desa, sekolah yang sederhana menanti, menjadi pintu gerbang ke dunia yang lebih luas.

BACA JUGA :  Prank Ulang Tahun di Gedung DPRD kab. Probolinggo Terindikasi Melanggar Kode Etik, Pakopak Berinisiatif Adukan ke BK

Ketika sore datang, saya dan isteri kebetulan melintasi kampung itu. Hujan sudah berhenti, tetapi pasang laut masih tinggi. Anak-anak berjalan pulang dengan seragam basah, sepatu penuh lumpur, tetapi mata mereka tetap bersinar ceria. Saya tak mampu menahan diri untuk menyapa mereka, “Semangat, Nak! Suatu hari nanti kalian akan merindukan semua ini.”

Seorang anak berhenti, menatap saya dengan senyum kecil. “Bapak juga dulu sekolah seperti ini, ya?” tanyanya polos.

Saya tertawa kecil dan menjawab, “Tidak seberat kalian, tapi perjuangan selalu ada. Simpan cerita ini. Kelak, ketika kalian sudah sukses, kisah ini akan menjadi kenangan indah.”

Anak-anak itu melanjutkan perjalanan, meninggalkan saya dalam keheningan penuh renungan. Bagi mereka, genangan air adalah teman bermain. Bagi saya, genangan itu adalah saksi kecil dari mimpi-mimpi yang terus mengalir, mencari muara bernama keberhasilan.

Penulis : Nafian Faiz

Berita Terkait

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah
Pimpinan Suara Utama Andre Hariyanto Sharing Jurnalistik bersama Mahasiswa Universitas Lampung
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles
Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:56

Pimpinan Suara Utama Andre Hariyanto Sharing Jurnalistik bersama Mahasiswa Universitas Lampung

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:05

Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:36

Perpustakaan sebagai Ruang Alternatif Pembelajaran di Masa Liburan

Berita Terbaru