Begini 8 Pernyataan Sikap Mahasiswa Ipmmo korwil Joglo

- Publisher

Minggu, 20 Oktober 2024 - 21:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok/foto saat pernyataan berlansung di asrama inta jaya Jogja

Dok/foto saat pernyataan berlansung di asrama inta jaya Jogja

Yogyakarta ( Suarautama.id) Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Moni (IPMMO) Korwil Yogyakarta dan Solo, mengatakan 6 Pernyataan Sikap. Atas korban Apianus Sondegau di Kabupaten intan jaya  melakukan kegiatan ini Di Asrama intan jogjakarta, Pada hari ini (Minggu, 20 Oktober 2024).

Dok/foto saat pernyataan berlansung di asrama inta jaya Jogja
Dok/foto saat pernyataan berlansung di asrama inta jaya Jogja

Ipmmo Korwil Joglo Telah Sukses ReOrganisasi

Pelajar dan Mahasiswa mengambil  Pernyataan sikap atas Insiden penangkapan,  penyiksaan, penembakan bahkan pembunuhan secara tidak manusiawi terhadap warga sipil oleh aparat TNI-Polri di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, memang menjadi perhatian serius, terutama terkait dengan korban sipil yang terus berjatuhan sejak tahun 2016 hingga saat ini. Konflik bersenjata di daerah ini didominasi oleh ketegangan antara aparat keamanan negara dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Terangnya sondegau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eklesia Zondegau: Terpilih Ketua Panitia Reorganisasi Ipmmo Se-Jawa dan Bali Korwil Yogyakarta-Solo

Lanjut, sondegau, Penangkapan dan Penyiksaan terhadap warga sipil oleh aparat keamanan TNI-POLRI di Kabupaten Intan Jaya karena warga sipil dituduh bekerja sama atau berhubungan dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Banyak laporan yang menyatakan bahwa warga tersebut ditangkap secara paksa oleh aparat keamanan dan mengalami penyiksaan selama interogasi. Penyiksaan ini berupa pemukulan, intimidasi, dan ancaman kekerasan terhadap keluarga mereka untuk memaksa pengakuan atau informasi tentang TPNPB. Pukasnya.

“IPMMO Se-Jawa dan Bali; Desak Pemerintah Daerah dan Pemerintah Indonesia Tarik militer dari intanJaya”

Lanjut korlap Sekjen ,Eklesia Sondegau, menjelaskan Insiden penangkapan,  penyiksaan, penembakan bahkan pembunuhan secara tidak manusiawi terhadap warga sipil oleh aparat TNI-Polri  di Kabupaten Intan Jaya semakin meningkat,  ketika operasi keamanan yang semakin intensif. Inside penangkapan dan pembunuhan terhadap warga sipil secara paksa ini pun tanpa henti-hentinya semakin terus menerus dilancarkan sampai saat ini tahun 2024. Katanya.

BACA JUGA :  DJKI Sesuaikan Tarif Pendaftaran Merek Mulai 1 Agustus, UMK Tetap Nikmati Tarif Khusus Rp500 Ribu

Intan Jaya Situasi Belum Kondusif 

Lanjut. korlap Sekjen ,Eklesia. Tanggal 9 Oktober 2024, Alex Sondegau, yang berumur 30 tahun, seorang mantan mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang, jurusan Teknik, telah menjadi korban dari tindakan kekerasan yang tidak manusiawi. Alex, yang diketahui mengalami gangguan jiwa, ditangkap dan ditembak mati oleh satuan TNI Raider Yonif 509 . Peristiwa ini terjadi tanpa alasan yang jelas dan merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia. Kemudian lanjut pada tanggal 12 Oktober 2024 Seorang pelajar anak SMP ditangkap dan disiksa secara sadis oleh TNI-POLRI dengan tanpa alasan yang tepat. Bebernya. Oleh korlap Sekjen ,Eklesia.

Dok/foto saat pernyataan berlansung di asrama inta jaya Jogja
Dok/foto saat pernyataan berlansung di asrama inta jaya Jogja

“IPMMO Se-Jawa dan Bali; Desak Pemerintah Daerah dan Pemerintah Indonesia Tarik militer dari intanJaya”

Lanjut. korlap Sekjen ,Eklesia. Kemudian, pada tanggal 13 Oktober 2024  pukul 12.14 WIT, Atas nama Apinus Sani dan anak dari  bapak Obet Bagubau seketika pulang dari gereja Bilogai menuju ke Kampung Mamba dengan menggunakan motor, lalu pihak keamanan meminta mereka berhenti untuk di  periksa tetapi  karena mereka trauma dengan pihak keamanan yang dengan kejam biasa menangkap warga sipil tanpa alasan, sehingga mereka  terus lari dengan kecepatan tinggi, tetapi mereka terjatuh dari motor dan di tahan, kemudian anak dari Obet Bagubau di lepaskan namun Apinus Sani tetap ditahan dan dibunuh oleh pihak keamanan Pos 509 Mamba. Jelasnya.

Ipmmo Korwil Joglo Telah Sukses ReOrganisasi

Lanjut, korlap Sekjen Eklesia. Dampak  dari dengan  adanya penangkapan,  penyiksaan, penembakan bahkan pembunuhan  terhadap warga sipil oleh aparat TNI-Polri  di Kabupaten Intan Jaya, warga sipil yang berdomisili di kecamatan Sugapa Kampung Eknemba, kampung Titigi dan  lainnya mengungsi ke hutan-hutan untuk melindungi diri dan mencari keamanan dan ruang gerak masyarakat di kabupaten Intan Jaya menjadi tidak nyaman. Terangnya.

Eklesia Zondegau: Terpilih Ketua Panitia Reorganisasi Ipmmo Se-Jawa dan Bali Korwil Yogyakarta-Solo

Dok/foto saat pernyataan berlansung di asrama inta jaya Jogja

Sehingga, dengan ini kami Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Moni IPMMO Se-Jawa dan Bali Kordinator wilayah… mendesak:

BACA JUGA :  Keluarga Kuat, Pemasyarakatan Hebat, Lapas Bangko Peringati Hari Keluarga Nasional ke-33 Lewat Upacara Penuh Makna

1. Saya militer TNI-POLRI segera hentikan operasi militer di Kabupaten Intan Jaya yang menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa dari warga sipil.

Eklesia Zondegau: Terpilih Ketua Panitia Reorganisasi Ipmmo Se-Jawa dan Bali Korwil Yogyakarta-Solo

2. Segera hentikan pengiriman pasukan militer organik maupun non-organik di Kabupaten Intan Jaya secara masif.

BACA JUGA :  Respons Cepat Polisi, Dua Terduga Pelaku Penganiayaan di Bitung Diamankan

3. Segera tarik aparat pasukan  organik maupun non-organik dari wilayah sipil di kabupaten Intan Jaya karena penempatan mereka pada posisi yang sangat mengancam keamanan warga sipil.

4. Aparat TNI-POLRI segera  stop mengancam, menangkap, menyiksa dan membunuh warga sipil yang tidak berdosa secara brutal di Kabupaten Intan Jaya.

eklesia-zondegau-terpilih-ketua-panitia-reorganisasi-ipmmo-se-jawa-dan-bali-korwil-yogyakarta-solo/

5. Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dalam hal ini PJ Bupati serta seluruh jajaran segera stop  sibuk dengan  pesta politik, tetapi lihat dan selesaikan karena ada hal kemanusiaan yang lebih penting.

6. Pemerintah Kabupaten Intan Jaya segera memberikan perlindungan hak asasi manusia bagi seluruh warga sipil.

7. Segera proses, usut tuntas, dan adili pelaku TNI-PORLI yang menangkap, menyiksa dan membunuh saudara Alex Sondegau, Apinus Sani dan Wenes Tipagau, sesua undang-undang yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

8. TNI-PORLI STOP Kriminal penangkapan, penyiksaan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang tidak bersalah.

“IPMMO Se-Jawa dan Bali; Desak Pemerintah Daerah dan Pemerintah Indonesia Tarik militer dari intanJaya”

Sesegaranya terjawab semuanya.

 

Penulis : Nuos Kobogau

Editor : Mas AmoYatt

Berita Terkait

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga
Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga
BEMNUS Sulawesi Barat Soroti Rencana Pengangkatan Kembali Nakes PPPK di Mamuju : “Jangan Jadikan Tenaga Kesehatan Korban Kebijakan Anggaran
Bapelkum Bitung Dorong Pelayanan Hukum Makin Dekat dengan Masyarakat
Jam Pelayanan Masih Berlangsung, BEMNUS Sulbar Soroti Kosongnya Loket Layanan Disdikpora Majene
Semangat Pengayoman Menggelora, Bapelkum Bitung Meriahkan Fun Walk Sambut HUT RI ke-81
Semarak HUT RI ke-81, Lapas Kelas IIB Bangko Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Binaan, Keluarga dan Masyarakat
Bapelkum Bitung Tebar Kepedulian, Bagikan Sembako untuk Security dan TAD Sambut HUT RI ke-81
Berita ini 519 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:24 WIB

BEMNUS Sulawesi Barat Soroti Rencana Pengangkatan Kembali Nakes PPPK di Mamuju : “Jangan Jadikan Tenaga Kesehatan Korban Kebijakan Anggaran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Bapelkum Bitung Dorong Pelayanan Hukum Makin Dekat dengan Masyarakat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:07 WIB

Jam Pelayanan Masih Berlangsung, BEMNUS Sulbar Soroti Kosongnya Loket Layanan Disdikpora Majene

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand