Asal usul bandung disebut Kota Kembang

- Publisher

Rabu, 2 Oktober 2024 - 15:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi
Foto gedung sate bandung

Suarautama.id-Bandung,Tak hanya sebagai pusat perdagangan dan industri di Jawa Barat, Bandung menjadi tempat yang menarik banyak wisatawan karena keindahan alamnya. Menariknya, Bandung mempunyai julukan yang sangat melekat, yaitu Kota Kembang.

Julukan ini bukanlah sekedar nama, tapi juga berasal dari sejarah yang menggambarkan keindahan kota Bandung. Dalam bahasa Sunda, kembang berarti bunga. Lantas, apa makna dari julukan Kota kembang?

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenapa Bandung Disebut Kota Kembang?

Julukan kota Kembang diberikan kepada Bandung karena dahulu kota ini dinilai sangat cantik dengan banyaknya pohon dan bunga yang tumbuh. Menurut buku Komunikasi Budaya dan Dokumentasi Kontemporer oleh Faidol Juddi, bunga patrakomala menjadi ikon dari Bandung sebagai Kota kembang.

 

Menurut laman Pemerintah Kota Bandung, pada masa kolonial Belanda, Bandung memang menjadi pusat industri yang begitu penting. Kota ini mempunyai kebun-kebun bunga yang subur, sehingga menjadikannya tempat menarik untuk berwisata.

BACA JUGA :  Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk

 

Suhu udara yang sejuk membuat Bandung menjadi tempat yang ideal bagi berbagai jenis bunga untuk tumbuh dengan baik. Kota Bandung saat itu masih rindang dengan pepohonan. Menurut buku Julukan Nama Kota di Indonesia oleh Dodi Mawardi, bunga warna-warni yang begitu cantik terlihat tumbuh di berbagai sudut kota.

 

Tak hanya mencerminkan kekayaan alam Bandung, kebun bunga yang ada menjadi aset penting dalam pertanian kolonial Belanda. Julukan Kota Kembang sendiri diberikan oleh wartawan bernama Sutan Satiawira pada tahun 1930-an.

 

Sejak itulah, julukan Kota Kembang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Bandung. Kota Kembang menjadi simbol keindahan alam dan pesona budaya kota Bandung yang selalu memikat hati banyak orang.

BACA JUGA :  Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan

 

Julukan Bandung Selain Kota Kembang

Selain Kota Kembang, Bandung juga memiliki julukan lainnya, seperti Paris Van Java dan Lautan Api. Julukan-julukan ini pun diberikan bukan tanpa alasan.

 

1. Paris Van Java

Bandung dijuluki Paris Van Java atau Parisnya Pulau Jawa. Paris sendiri adalah ibu kota Prancis yang terkenal dengan fashion beserta kreativitas modenya. Konon Bandung mirip dengan Paris dalam hal kreativitas mode dan busana.

 

Bandung memang mempunyai banyak pusat tekstil, fashion, dan rumah mode. Menurut buku Wajah Bandoeng Tempoe Doeloe yang ditulis oleh Haryoto Kunto, julukan ini sudah ada sejak 1920-an.

 

Bandung menjadi tempat wisata bagi orang Eropa yang tinggal di Indonesia. Mereka menilai Bandung seperti Paris, mulai dari arsitektur bangunan, fashion, dan kreativitas modenya.

 

2. Lautan Api

Bandung juga dikenal dengan julukan Lautan Api. Bahkan Bandung Lautan Api juga menjadi judul lagu perjuangan.

BACA JUGA :  Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI

 

Bukan tanpa alasan, hal ini karena ketika masa penjajahan, Bandung menjadi saksi bisu perjuangan hebat pahlawan asal Bandung Muhammad Toha. Dalam strategi menghadapi Belanda, dia membumihanguskan kota Bandung hingga terlihat seperti lautan api.

 

3. Kota Kreatif

Berkat kreativitas yang ada di Bandung, kota ini juga dijuluki sebagai Kota Kreatif. UNESCO mengakui Bandung sebagai bagian dari Jaringan Kota Kreatif karena pertumbuhan industri kreatifnya yang pesat.

 

Desain grafis, fashion, dan media digital menjadi tulang punggung ekonomi kota Bandung. Komunitas seperti Bandung Creative City Forum terus mengembangkan potensi kreatif warganya.

 

Itulah alasan julukan Kota Kembang pada Bandung serta julukan lain yang diberikan ke kota ini. Semoga informasi ini membantumu ya.

Penulis : Angga mubarok hanura

Berita Terkait

Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat
Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI
Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan
Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk
Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah
KKN UMAHA Hadir untuk UMKM Desa KarangTanjung melalui Pendampingan Penerbitan NIB
Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Berita ini 808 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan

Senin, 21 September 2026 - 22:38 WIB

Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk

Sabtu, 12 September 2026 - 21:11 WIB

Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah

Berita Terbaru

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa? (sumber resmi Humas MA, dari portal berita resmi Mahkamah Agung MARINews)

Berita Utama

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Senin, 2 Nov 2026 - 18:38 WIB

Polres Metro Bekasi Identifikasi Kecelakaan Truk Molen || Sumber gambar : https://tribratanews.metro.polri.go.id/

Berita Utama

Truk Molen Maut di Bekasi: 6 Tewas, Sopir Jadi Tersangka

Senin, 2 Nov 2026 - 18:31 WIB

Penggrebekan Kampung Bahari oleh Polres Jakarta Utara || Sumber : tribratanews.metro.polri.go.id

Berita Utama

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:49 WIB

Chat via WhatsApp