Keterbukaan Informasi Publik di SMKN 2 Alasa Dipertanyakan, Ombudsman Diminta Turun Tangan

- Publisher

Jumat, 6 September 2024 - 19:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautama.id, Nias Utara – Ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK Negeri 2 Alasa menjadi sorotan publik setelah Ketua Dewan Pimpinan Daerah Sumatera Utara Komando Garuda Sakti Aliansi (KGS-AI), Agustinus Zebua, mengungkapkan rencananya untuk melaporkan Kepala Sekolah Iteli Lase kepada Ombudsman Republik Indonesia. Pengungkapan ini dilakukan dalam pertemuan dengan awak media di kantornya pada Jumat, 6 September 2024.

Agustinus Zebua mengungkapkan bahwa SMK Negeri 2 Alasa mengalami masalah keterbukaan informasi publik terkait pengelolaan dana BOS. Pada 3 September 2024, tim KGS-AI mengunjungi sekolah untuk meminta informasi mengenai pengelolaan dana tersebut. Namun, saat itu Kepala Sekolah Iteli Lase tidak berada di tempat dengan alasan urusan ke kantor cabang dinas provinsi.

BACA JUGA :  Bom Waktu Sampah di Jantung Kota Buntok

“Ketidaktransparanan ini terlihat jelas. Saat kami datang pertama kali, buku tamu sekolah tidak tersedia. Para guru mengatakan bahwa buku tamu tersebut dikunci di ruangan kepala sekolah dan kuncinya dibawa oleh kepala sekolah,” jelas Agustinus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KGS-AI melakukan kunjungan kedua ke sekolah, di mana Kepala Sekolah Iteli Lase memang berada di ruangannya. Namun, kepala sekolah tidak dapat memberikan informasi yang diminta karena sedang mengikuti rapat guru. Agustinus melaporkan bahwa tim harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan informasi. Selama waktu tunggu, dua pemuda setempat yang diduga sebagai suruhan kepala sekolah mencoba menghalangi tim dengan meminta mereka untuk segera pergi dari lokasi.

BACA JUGA :  Dorong Ekraf dan UMKM, Pemkot Pangkalpinang Gelar Festival Gema Ekraf II 2026

“Dugaan kami, pemuda tersebut adalah suruhan dari kepala sekolah. Mereka menghalangi kami untuk mendapatkan informasi yang seharusnya terbuka,” tambah Agustinus.

Seorang warga setempat, yang meminta identitasnya dirahasiakan, membenarkan masalah yang dihadapi oleh sekolah. Warga tersebut mengatakan, “Dulunya SMK Negeri 2 Alasa adalah sekolah favorit dengan banyak pendaftar. Namun, dari tahun ke tahun jumlah siswa menurun, dan sekarang sekolah dalam keadaan yang memprihatinkan.”

Agustinus Zebua menyatakan bahwa KGS-AI akan segera melaporkan Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Alasa ke Ombudsman Republik Indonesia untuk menindaklanjuti dugaan ketidaktransparanan ini. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pengelolaan dana BOS dilakukan dengan transparan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

BACA JUGA :  Hampir Rp6 Miliar Digelontorkan, Depo Arsip Berau Masih Jadi Struktur Beton: PUPR dan Kontraktor Wajib Buka-bukaan‎

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum dapat mengkonfirmasi pernyataan ini dengan pihak SMK Negeri 2 Alasa, khususnya Kepala Sekolah Iteli Lase. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi lebih lanjut jika tersedia.

Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana pendidikan untuk memastikan akuntabilitas dan integritas dalam sistem pendidikan. Publik diharapkan memberikan perhatian terhadap masalah ini agar hak-hak masyarakat dalam mendapatkan informasi publik tetap terjaga.

Berita Terkait

Dorong Ekraf dan UMKM, Pemkot Pangkalpinang Gelar Festival Gema Ekraf II 2026
Hampir Rp6 Miliar Digelontorkan, Depo Arsip Berau Masih Jadi Struktur Beton: PUPR dan Kontraktor Wajib Buka-bukaan‎
Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan
Guyup Rukun, Warga Tempel Sukoharjo Sukses Gelar Rangkaian HUT RI ke-81
Lapas Bangko Perkuat Layanan Kesehatan, Pastikan Hak Dasar Warga Binaan Terpenuhi
Dugaan Illegal Logging di Pulau Bayur Bergulir: Ada Upaya Hentikan Pemberitaan, LSM Siapkan Laporan
Warga Resah, Aktivitas PETI Dompeng di Tanjung Lamin Disebut Makin Mendekati Permukiman
Pisah Sambut Kalapas Bangko, Heri Tinggalkan Kesan, Syaikoni Bawa Harapan Baru
Berita ini 515 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Dorong Ekraf dan UMKM, Pemkot Pangkalpinang Gelar Festival Gema Ekraf II 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Hampir Rp6 Miliar Digelontorkan, Depo Arsip Berau Masih Jadi Struktur Beton: PUPR dan Kontraktor Wajib Buka-bukaan‎

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Guyup Rukun, Warga Tempel Sukoharjo Sukses Gelar Rangkaian HUT RI ke-81

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Lapas Bangko Perkuat Layanan Kesehatan, Pastikan Hak Dasar Warga Binaan Terpenuhi

Berita Terbaru

Oplus_131072

Berita Utama

Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan

Senin, 24 Agu 2026 - 15:39 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/