MTsN 1 Merangin Tanamkan Siswa Peduli Sosial Religius Anak dengan Pembiasaan Infak

- Publisher

Jumat, 17 Mei 2024 - 08:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala MTsN 1 Merangin Tri Sulistyo, S Pd. MA. 
Foto: Suara Utama

Kepala MTsN 1 Merangin Tri Sulistyo, S Pd. MA. Foto: Suara Utama

SUARA UTAMA,MERANGIN – Berbicara masalah pendidikan karakter serasa makanan sehari-hari di dunia pendidikan. Telah berbagai upaya dilakukan untuk menghaslkan karakter siswa yang baik. Salah satunya adalah dengan pendidikan agama di sekolah. Mereka diajarkan cara beribadah dengan benar, diajarkan bersosialisasi dengan baik. Karena pada dasarnya manusia mempunyai dua hubungan yang tidak boleh diabaikan, ada hubungan vertikal (dengan Allah) juga secara horizontal (dengan manusia) sebagai mahluk sosial.

Di dalam mengimplementasikan ajaran agama di sekolah dengan berbagai cara salah satunya adalah melaksanakan peringatan hari hari besar keagamaan. Mengeluarkan infak dan sedekah, santunan anak yatim dan lain sebagainya. Salah satu upaya tersebut dengan menumbuhkan kesadaran berinfak, seperti yang telah di ketahui bahwa berinfak, sedekah dan zakat adalah di anjurkan oleh agama.

Karena masih banyak kita jumpa anak tumbuh dan berkembang dengan kurang memiliki jiwa sosial, terutama sikap toleransi terhadap sesama. Anak menjadi kurang peka terhadap lingkungan sosial, jiwa sosial baru tergerak kalau ada bencana, jiwa sosial yang semakin berkurang akan menimbulkan keserakahan dan pada akhirnya akan menjadi generasi korupsi.

Infak dan sedekah adalah bagian dari ajaran agama Islam dan idealnya harus diperkenalkan kepada siswa sebagai bentuk pendidikan dini. Sayangnya infak dan sedekah ini tak jarang menjadi masalah dan dianggap pungutan liar di sekolah. Padahal apabila dilakukan berdasarkan syariat Islam dan ketentuan yang ada tidak mungkin akan menjadi masalah dan dianggap pungli.

Pada usia sekolah harusnya sudah mulai diajarkan kepada siswa tentang menerapkan ajaran agama Islam. Untuk itu infak dan sedekah juga harus diperkenalkan dan tidak boleh dilakukan pemaksaan dalam memberikan pemahaman atau mengajarkan kepada siswa.

BACA JUGA :  Diduga Gelapkan Dana PIP Siswa, SMP Negeri 47 Merangin Jadi Sorotan Publik

Seperti halnya di MTsN 1 Merangin yang beralamat di Jalan Simpang MAN Kelurahan Pasar Atas Bangko, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin Provinsi Jambi, dengan mengadakan program infak untuk semua warga sekolah, anak anak diimbau menyisihkan sebagian uang jajan mereka untuk berinfak.

Dijumpai di ruang kerjanya pada Kamis (16/5/24) Kepala MTSN 1 Merangin Tri Sulistyo Spd. MA, mengatakan jika berinfak adalah perbuatan mengeluarkan sebagian harta atau benda. Infak merjadi salah satu implementasi amal ibadah seseorang terhadap Allah SWT dalam kehidupan keseharian. Dalam amalan infak terkandung nilai-nilai keikhlasan dalam berbuat baik dan beramal saleh.

“Pengelolaan kegiatan ini dilaksanakan oleh pembina Rohis, dan dana infaq tersebut tidak ditentukan barapa besar jumlahnya, yang terpenting adalah keihklasan masing-masing,

BACA JUGA :  Siswi SMAIT Darul Fikri Makassar Raih Juara 3 Duta Baca Pelajar 2026

Untuk itu para Siwa MTsN 1 Merangin ini di sarankan berinfaq secara rutin setiap hari jumat bertujuan untuk melatih siswa dalam bersedekah dengan menyisihkan sebagian uang jajan serta melatih para siswa agar mempunyai jiwa sosial serta peduli terhadap sesama,” Demikian ucap Kepsek

Ditambahkannya lagi menurut Kepsek, Menurutnya melalui kegiatan infaq tersebut diharapkan peserta didik memiliki kepekaan dan kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama.

“Hasil dari infak peserta didik ini dikelola oleh Guru Pembina Rohis, selanjutnya disalurkan untuk kegiatan sosial dan keagamaan di sekolah serta membantu siswa yang membutuhkan, untuk itu mari tanamkan dan kembangkan sikap peduli peserta didik kepada sesama dengan memberikan teladan nyata bagi mereka,” Pungkasnya

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Perjuangan Siswa KIP Berprestasi Arya
Smart TBN Hadir di Desa Wisata Kampung Raja Prailiu, Waingapu!  
Sikap Ksatria SMK Swasta di Kabupaten Bandung Rayakan Arahan Gubernur KDM: Bagikan Ijazah hingga Antar ke Rumah, Meski Hak Dana Pemerintah Masih Tertahan
Transformasi IAI TABAH Lamongan Resmi menjadi Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan
Bahasa Banua Terancam Punah, Sekda Berau: Jangan Biarkan Identitas Daerah Hilang
Komnas PA Kota Batu Berikan Edukasi Perlindungan Anak pada Pertemuan Forum Anak Desa Tlekung
Dosen PBA UNJ Tingkatkan Kompetensi Guru Desa Muktiwari melalui Pembelajaran Digital Berbasis StudyStack
Wartawan SUARA UTAMA Harus Berilmu dan Beretika
Berita ini 204 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Perjuangan Siswa KIP Berprestasi Arya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Smart TBN Hadir di Desa Wisata Kampung Raja Prailiu, Waingapu!  

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Sikap Ksatria SMK Swasta di Kabupaten Bandung Rayakan Arahan Gubernur KDM: Bagikan Ijazah hingga Antar ke Rumah, Meski Hak Dana Pemerintah Masih Tertahan

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:35 WIB

Transformasi IAI TABAH Lamongan Resmi menjadi Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:08 WIB

Bahasa Banua Terancam Punah, Sekda Berau: Jangan Biarkan Identitas Daerah Hilang

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand