Warga Kampung Baruh Resah, Bantuan BLT Diduga Dipungut Oknum Ketua PKH Sebesar Rp100 Ribu

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kelurahan Kampung Baruh, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi, menuai sorotan. Bantuan yang seharusnya diterima utuh oleh masyarakat itu diduga mengalami pemotongan oleh oknum Ketua Program Keluarga Harapan (PKH) setempat.

Informasi tersebut disampaikan sejumlah warga kepada media ini pada Kamis pagi, 4 Desember 2025. Ratusan warga penerima bantuan terlihat memadati Kantor Pos Rantau Panjang untuk mencairkan BLT. Namun, setelah menerima bantuan, warga mengaku diminta menyerahkan uang sebesar Rp100.000 per kepala keluarga.

Seorang warga penerima bantuan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, BLT yang diterimanya senilai Rp900.000 untuk alokasi tiga bulan, namun hanya diterima Rp800.000. Sisanya, kata dia, diminta oleh oknum Ketua PKH Kelurahan Kampung Baruh berinisial DL dengan alasan biaya administrasi dan operasional.

“Kami seharusnya menerima Rp900.000, tapi yang diterima hanya Rp800.000. Alasannya untuk uang lelah dan biaya operasional pengurus,” ungkap warga tersebut.

Ia juga menyebutkan bahwa jumlah penerima BLT di Kelurahan Kampung Baru mencapai sekitar 900 kepala keluarga. Jika benar seluruh penerima mengalami pemotongan dengan nominal yang sama, maka dana yang terkumpul dari pungutan tersebut diduga mencapai puluhan juta rupiah.

“Kalau dikalikan ratusan penerima, tentu jumlahnya sangat besar. Banyak warga yang keberatan, tapi merasa takut untuk menyampaikan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Kampung Baruh, Nur Asiah, menegaskan bahwa pihak kelurahan tidak mengetahui adanya pungutan tersebut. Ia menyebutkan, data penerima bantuan yang digunakan oleh Ketua PKH bukan berasal dari kelurahan dan tidak pernah dikoordinasikan sebelumnya.

BACA JUGA :  Tumpah Ruah Warga Ikuti Jalan Sehat dan Hiburan Rakyat Semarakan Hari Jadi Desa Rasau yang ke 43

“Pungutan itu dilakukan tanpa sepengetahuan pihak kelurahan. Data penerima bukan dari kami, dan tidak ada konfirmasi maupun koordinasi. Jika benar terjadi pungutan, itu menjadi tanggung jawab pribadi oknum yang bersangkutan, bukan pihak kelurahan,” jelas Nur Asiah.

Ia juga menyarankan agar pihak-pihak yang merasa dirugikan dapat langsung mengonfirmasi kepada Ketua PKH yang bersangkutan.

Sementara itu, Camat Tabir, Syamsul Zaini, menegaskan bahwa segala bentuk pemotongan terhadap bantuan sosial tidak dibenarkan dengan alasan apa pun.

“Kami akan konfirmasi ke pihak kelurahan untuk memastikan informasi ini. Yang jelas, bantuan BLT bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) harus diterima secara utuh. Tidak boleh dipotong dengan alasan apa pun,” tegasnya.

Syamsul Zaini juga meminta agar oknum yang telah melakukan pemotongan segera mengembalikan uang tersebut kepada para penerima. Ia mendorong masyarakat yang merasa dirugikan untuk melapor ke pihak kecamatan agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya menghubungi Ketua PKH Kelurahan Kampung Baruh, Dahlian, guna meminta klarifikasi dan keterangan resmi terkait dugaan pungutan tersebut.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah
‎Proyek Jalan Setapak Beton Kelurahan Sungai Nibung Banyak yang Rusak, Lurah: Nanti Kita Perbaiki
Diduga Milik Jayak, Dua Excavator PETI Bebas Beroperasi di Pamenang Selatan, Warga Tantang Aparat Bertindak
Aman Beroperasi, Ateng Diduga Jadi Penampung dan Pembakar Emas PETI di Desa Langling

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:25

‎Proyek Jalan Setapak Beton Kelurahan Sungai Nibung Banyak yang Rusak, Lurah: Nanti Kita Perbaiki

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:54

Diduga Milik Jayak, Dua Excavator PETI Bebas Beroperasi di Pamenang Selatan, Warga Tantang Aparat Bertindak

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:26

Aman Beroperasi, Ateng Diduga Jadi Penampung dan Pembakar Emas PETI di Desa Langling

Rabu, 28 Januari 2026 - 23:08

Media Suara Utama Buka Kesempatan Bergabung bagi Jurnalis dan Kontributor di Seluruh Indonesia

Berita Terbaru