Tolak DOB Mapia Raya, Solidaritas Dogiyai Sampaikan Aspirasi Ke Gubernur Papua Tengah

- Publisher

Jumat, 12 September 2025 - 22:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA,Nabire– Solidaritas pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Dogiyai mendatangi Kantor Gubernur Papua Tengah pada Jumat (12/09/2025). Mereka menyampaikan aspirasi agar pemerintah provinsi membatalkan rencana pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) Mapia Raya yang dinilai tidak sesuai prosedur hukum.

Perwakilan pelajar dan mahasiswa, Yomi Goo, menegaskan bahwa rencana pemekaran DOB Mapia Raya tidak memenuhi syarat pembentukan daerah otonom baru. Ia menyebut prosesnya hanya inisiatif sekelompok orang tanpa melibatkan masyarakat luasnya.

BACA JUGA :  Menkum Terima Langsung Aduan Dugaan Pelanggaran Notaris, Pastikan Proses Sesuai Hukum*

Nakes Puskesmas Moanemani Diserang OTK Saat Pulang Bertugas, Masyarakat Dogiyai Desak Perlindungan Tenaga Medis

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses pembentukan DOB ini tidak memenuhi persyaratan kewilayahan dan administratif. DPRD Dogiyai juga tidak pernah melakukan sidang paripurna maupun menandatangani rekomendasi pemekaran,” tegas Yomi di hadapan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa.

Pemuda Katolik Dogiyai Tanam 500 Pohon di Kaki Gunung Maago

BACA JUGA :  Tarif Nol Rupiah untuk Pencatatan Lagu Mulai Disosialisasikan, DJKI Dorong Perlindungan Hak

Selain itu, perwakilan masyarakat adat dari Simapitowa sekaligus Ketua Dewan Adat, Marten Iyai, meminta agar hak-hak masyarakat adat tetap dihormati. “Tanah itu milik rakyat. Kajian ulang harus dilakukan secara transparan, dan pemerintah wajib mengakui hak masyarakat adat,” ungkapnya

DPR Papua Tengah Siap Kawal Aspirasi Penolakan DOB Mapia Raya ke Tingkat Nasional

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menekankan bahwa pemekaran DOB wajib mengutamakan kajian ilmiah. “Kalau mau pemekaran, harus melalui kajian akademik. Orang Papua tidak boleh ditipu oleh Jakarta. Untuk itu, kami akan melibatkan Badan Riset Nasional dalam kajian pemekaran ini,” jelas Nawipa.

BACA JUGA :  DJKI Dorong Komersialisasi Paten Lewat Indonesia Patent Awards 2026

Dengan aspirasi ini, masyarakat Dogiyai berharap pemerintah benar-benar mempertimbangkan suara rakyat serta memastikan proses pemekaran daerah berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Berita Terkait

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya
Razia Gabungan Lapas Bangko Bersama TNI-Polri, Petugas dan WBP Jalani Tes Urine
Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media
UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta
Alhamdulillah, Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan
Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya
Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun
Mutasi Polda Jambi, Iptu Dimas Wahyu Dipercaya Isi Posisi PS Kasat Reskrim Polres Merangin
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 20:25 WIB

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya

Selasa, 22 September 2026 - 14:12 WIB

Razia Gabungan Lapas Bangko Bersama TNI-Polri, Petugas dan WBP Jalani Tes Urine

Senin, 21 September 2026 - 21:28 WIB

Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media

Minggu, 20 September 2026 - 00:50 WIB

UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta

Sabtu, 19 September 2026 - 20:11 WIB

Alhamdulillah, Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Berita Terbaru

FOTO: Penulis Mendekatkan Buku kepada Pembacanya

Berita Utama

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya

Selasa, 22 Sep 2026 - 20:25 WIB

https://mancingjitu.com/