Tips Mengenal Wartawan Bodrex dan Wartawan Profesional

Minggu, 15 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Tips Mengenal Wartawan Bodrex dan Wartawan Profesional (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

FOTO: Tips Mengenal Wartawan Bodrex dan Wartawan Profesional (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Penulis oleh: Andre Hariyanto, CIJ, CPW, CAHNR, CNW, CT.ALC, 
Jurnalis Redaksi Media Suara Utama
Master Trainer Lembaga AR Learning Center

SUARA UTAMADi era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat semakin mudah mengakses berbagai berita dari beragam media. Namun, di tengah derasnya arus informasi tersebut, muncul pula oknum yang mengaku sebagai wartawan tetapi tidak menjalankan tugas jurnalistik secara profesional. Fenomena ini sering dikenal dengan istilah “wartawan bodrex” atau wartawan abal-abal.

FOTO: Mengenal Ciri-Ciri Wartawan Resmi dan Oknum yang Mengatasnamakan Pers (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)
FOTO: Mengenal Ciri-Ciri Wartawan Resmi dan Oknum yang Mengatasnamakan Pers (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Kondisi ini tentu merugikan banyak pihak dan mencoreng nama baik profesi jurnalis yang sejatinya memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan kebenaran kepada publik. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami perbedaan antara wartawan abal-abal dan wartawan profesional.

Ciri-Ciri Wartawan Bodrex/Abal-Abal

Pertama, tidak jelas asal medianya. Wartawan profesional selalu bekerja di bawah naungan media yang jelas identitasnya, memiliki alamat redaksi, serta dapat diverifikasi. Sebaliknya, wartawan abal-abal sering kali tidak dapat menunjukkan legalitas medianya.

Kedua, datang hanya saat ada “proyek” atau kasus tertentu. Mereka biasanya muncul ketika ada isu sensitif, permasalahan hukum, atau momen tertentu yang berpotensi menghasilkan keuntungan pribadi.

Ketiga, meminta uang, “amplop”, atau keuntungan pribadi. Praktik ini jelas melanggar etika jurnalistik. Tugas jurnalis adalah mencari dan menyampaikan informasi, bukan meminta imbalan untuk memberitakan atau menahan berita.

Keempat, tidak mampu menunjukkan bukti pemberitaan. Wartawan profesional dapat memperlihatkan karya tulis atau liputan yang telah dipublikasikan, sedangkan oknum abal-abal sering kali tidak memiliki rekam jejak yang jelas.

BACA JUGA :  Pentingnya Pengelolaan Anggaran yang Bijak dan Keadilan Pajak dalam RAPBN 2026

Ciri-Ciri Wartawan Profesional

Sebaliknya, wartawan profesional memiliki standar kerja yang jelas.

Pertama, memiliki ID pers resmi dari media tempatnya bekerja. Identitas ini bisa diverifikasi dan biasanya dilengkapi surat tugas saat melakukan peliputan.

Kedua, mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Kode etik menjadi pedoman utama dalam menjalankan tugas agar tetap independen, berimbang, dan tidak memihak.

Ketiga, tulisannya jelas, faktual, dan dapat dipertanggungjawabkan. Berita yang disajikan berdasarkan data, konfirmasi, dan prinsip keberimbangan.

Keempat, kompeten dan berpengalaman. Wartawan profesional terus meningkatkan kapasitas diri melalui pelatihan, uji kompetensi, serta pengalaman lapangan.

Pentingnya Literasi Media bagi Masyarakat

Masyarakat perlu memiliki literasi media yang baik agar tidak mudah terintimidasi atau tertipu oleh oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan. Jika ada pihak yang mengaku wartawan namun meminta imbalan tertentu atau bersikap mengancam, masyarakat berhak menolak dan meminta klarifikasi identitas serta legalitas medianya.

Profesi jurnalis adalah profesi mulia. Tugas utamanya adalah mengabarkan kebenaran, memberikan edukasi, serta menjadi kontrol sosial, bukan menakut-nakuti atau mencari keuntungan pribadi.

Media yang sehat akan membangun peradaban yang sehat pula. Oleh karena itu, mari bersama-sama menjaga marwah profesi jurnalistik dengan menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan etika.

Ingat, jurnalis sejati hadir untuk menyampaikan kebenaran, bukan untuk mencari keuntungan pribadi.

Penulis : Andre Hariyanto

Editor : Zahwa Qarira Nazhira

Sumber Berita : Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

Oknum Perangkat Desa Banyuanyar Tengah Diduga Merangkap Sebagai Ketua Poktan Jaya Abadi 
Melebar, Oknum SPPG Tiris Diduga Tidak Mengantongi Sertifikat Pelatihan Higiene Sanitasi Pangan
Terindikasi Dugaan Mark Up Harga Bahan Makanan Bergizi, Oknum Aslap SPPG Tiris Memilih Diam
Lagi Lagi Oknum Aslap SPPG Tiris Terkesan Menuduh Team Media Tidak Jelas Saat Konfirmasi Video MBG Sayur Viral
Bantaian Adat Sambut Ramadan 1447 H, Warga Desa Bukit Batu Sembelih 13 Kerbau
Ulang Tahun Trabas ke 4 Sangat Sederhana dan Penuh Makna, Ini Harapan Kordinator dan Pembina
Viral Video MBG Sayuran, Oknum Aslap SPPG Tiris Terkesan Menuduh Team Media Membuat Konten Tidak Bijak 
Predator Koruptor Sebut Tidak Ada Audensi, Gubernur Jatim di Periksa Sebagai Saksi Korupsi Dana Hibah

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:21

Oknum Perangkat Desa Banyuanyar Tengah Diduga Merangkap Sebagai Ketua Poktan Jaya Abadi 

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:18

Tips Mengenal Wartawan Bodrex dan Wartawan Profesional

Minggu, 15 Februari 2026 - 11:58

Melebar, Oknum SPPG Tiris Diduga Tidak Mengantongi Sertifikat Pelatihan Higiene Sanitasi Pangan

Minggu, 15 Februari 2026 - 09:43

Terindikasi Dugaan Mark Up Harga Bahan Makanan Bergizi, Oknum Aslap SPPG Tiris Memilih Diam

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:24

Lagi Lagi Oknum Aslap SPPG Tiris Terkesan Menuduh Team Media Tidak Jelas Saat Konfirmasi Video MBG Sayur Viral

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:56

Ulang Tahun Trabas ke 4 Sangat Sederhana dan Penuh Makna, Ini Harapan Kordinator dan Pembina

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:33

Viral Video MBG Sayuran, Oknum Aslap SPPG Tiris Terkesan Menuduh Team Media Membuat Konten Tidak Bijak 

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:05

Predator Koruptor Sebut Tidak Ada Audensi, Gubernur Jatim di Periksa Sebagai Saksi Korupsi Dana Hibah

Berita Terbaru