Bantaian Adat Sambut Ramadan 1447 H, Warga Desa Bukit Batu Sembelih 13 Kerbau

- Publisher

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA, Merangin – Suasana khidmat bercampur kemeriahan menyelimuti Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Manau, pada Sabtu (14/2).

Ratusan warga berkumpul di lapangan terbuka untuk melaksanakan tradisi turun-temurun “Bantaian Adat” dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Acara ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, yang hadir mewakili Bupati Merangin, M. Syukur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun ini, antusiasme masyarakat terlihat meningkat drastis dengan jumlah hewan ternak yang disembelih mencapai 13 ekor kerbau, meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu yang hanya 7 ekor.

BACA JUGA :  Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo

Dalam sambutannya, Wakil Bupati A. Khafidh menyampaikan permohonan maaf dari Bupati M. Syukur yang berhalangan hadir karena tengah menjalankan tugas kedinasan di Desa Pinang Merah. Ia mengapresiasi kekompakan warga Bukit Batu dalam menjaga kelestarian adat istiadat.

“Pemerintah Kabupaten Merangin merasa bangga. Berkumpulnya masyarakat di sini bukan sekadar memotong daging, tapi merupakan bentuk rasa syukur. Secara ekonomi, kenaikan dari 7 menjadi 13 ekor kerbau ini menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat Bukit Batu,” ujar Wabup Khafidh di hadapan warga.

BACA JUGA :  Dinkes Dogiyai Gelar Pelatihan Pengelola Imunisasi

Beliau juga mengingatkan agar semangat bantaian ini diikuti dengan ketaatan terhadap kesepakatan adat yang telah dibuat.

“Mari kita taati apa yang sudah disepakati niniak mamak. Jangan sampai ada selisih paham. Mari kita masuki bulan Ramadan dengan hati yang bersih dan saling memaafkan,” tambahnya.

Sebelumnya, Tokoh Adat (Ninik Mamak) Bukit Batu, Datuk Harun, menjelaskan filosofi bantaian adat tersebut.

Ia menuturkan bahwa pembagian daging mengikuti aturan yang telah digariskan oleh para pendahulu, di mana prinsip keadilan bagi pemilik ternak dan masyarakat (anak buah/kemanakan) menjadi prioritas.

BACA JUGA :  Patut Diapresiasi, PARAKSA Selain Berdampak Positif Bagi UMKM dan PKL, Juga Berkontribusi ke PAD Kabupaten Probolinggo 

“Ado papatah mangatokan, manusio batingkek turun, maningga warih tingga pusako. Tradisi ini tidak boleh hilang. Aturan pemantaian ini sudah diambil oleh penghulu datuk-datuk masa dulu dengan bijaksana,” ungkap Datuk Harun dalam balutan bahasa adat yang kental.

Ia merinci bahwa seluruh proses, mulai dari pemilihan bagian daging untuk niniak mamak hingga pembagian untuk masyarakat, dilakukan dengan transparan.

“Daging gajah sama dilapah, daging tunggal sama dicacah.

Artinya, semua merasakan nikmat yang sama. Harapan kita, tahun depan jumlahnya bisa terus bertambah,” pungkasnya.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi
Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
RSUD Waluyo Jati Gandeng Universitas Airlangga, Perkuat Layanan Kesehatan Unggulan dan Pendidikan Kedokteran
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:46 WIB

PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp