Respon Global Terhadap Serangan Israel dan Amerika Serikat Kepada Iran dan Kematian Pemimpin Iran Ali Khamenei

- Writer

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Morteza Nikoubazl—NurPhoto via Getty Images

Morteza Nikoubazl—NurPhoto via Getty Images

Israel dan Amerika Serikat melakukan serangan militer terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat. Dampak dari serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya 200 orang meninggal dunia menurut Otoritas Iran.

Di antara korban yang tewas terdapat Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi lain, termasuk penasihat politik senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Shamkhani, Menteri Pertahanan, Aziz Nasirzadeh, dan Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Pakpour.

Serangan tersebut juga berdampak terhadap masyarakat sipil, salah satunya sekolah dasar putri yang terletak di kota Minab, terletak di provinsi Iran bagian selatan. Menurut pejabat resmi Iran setidaknya lebih dari 100 anak-anak tewas.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Respon Global Terhadap Serangan Israel dan Amerika Serikat Kepada Iran dan Kematian Pemimpin Iran Ali Khamenei Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Respon Pemimpin Dunia

Amerika Serikat

Melalui akun media sosial, TruthSocial, Trump menuliskan “Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah telah tewas.” Trump menambahkan “kematian Ali Khamenei merupakan keadilan bagi seluruh rakyat Iran.”

Israel

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memberikan apresiasi kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, atas kepemimpinan dan tekadnya. “Keadilan telah ditegakkan dan poros kejahatan telah menerima pukulan telak,” kata Katz melalui akun resmi X.

Kanada

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mendukung langkah Amerika Serikat untuk menghentikan Iran mempunyai senjata nuklir dan untuk mencegah pemerintahan Iran agar tidak semakin mengancam perdamaian dunia. “Sikap Kanada tetap jelas: Republik Islam Iran adalah sumber utama ketidakstabilan dan teror di seluruh timur tengah, memiliki salah satu catatan buruk hak asasi manusia di dunia dan tidak boleh diizinkan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir.”

Inggris

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, Inggris tidak ikut campur dalam serangan terhadap Iran. Melalui video di akun resmi media sosial X, dia mengatakan “Kami percaya bahwa jalan terbaik ke depan bagi kawasan dan bagi dunia adalah sebuah penyelesaian melalui negosiasi, di mana Iran setuju untuk menyerahkan atau menghentikan semua aspirasi untuk mengembangkan senjata nuklir.”

Rusia

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan rasa bela sungkawa terhadap kematian Ali Khamenei. Putin mengatakan “Pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja melanggar semua norma moralitas manusia dan hukum internasional.”

Tiongkok

Beijing meminta untuk segera menghentikan serangan militer. Melalui Pernyataan resmi di media sosial X, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan “Serangan dan pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan dan keamanan Iran. Hal ini menginjak-injak tujuan dan prinsip Piagam PBB serta norma-norma dasar dalam hubungan internasional. Tiongkok dengan tegas menentang dan mengutuk keras tindakan tersebut.”

Turki

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan kesedihannya atas meninggalnya Ali Khamenei sebagai hasil dari serangan yang dilakukan kemarin.

Spanyol

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, melalui akun media sosial X mengatakan “Saya sekali lagi meminta untuk segera melakukan de-eskalasi, penghormatan terhadap hukum internasional, dan segera melanjutkan dialog.”

BACA JUGA :  Dirjen dan Pengadilan Pajak Dinilai Tidak Pahami Pasal 36 UU KUP, Wajib Pajak Uji Ke Mahkamah Konstitusi

Uni Eropa

Dewan Uni Eropa meminta para pihak yang berkonflik untuk tetap patuh pada hukum Internasional, termasuk Piagam United Nations. Melalui pernyataan resmi, Dewan Uni Eropa juga menyatakan “Peristiwa yang sedang berlangsung di Iran tidak boleh menyebabkan eskalasi yang dapat mengancam Timur Tengah, Eropa, dan wilayah lain, dengan konsekuensi yang tidak terduga, termasuk bidang ekonomi. Gangguan terhadap jalur perairan penting seperti Selat Hormuz harus dihindari.”

Perserikatan Bangsa-Bangsa

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, meminta seluruh negara anggota untuk mematuhi hukum internasional. Melalui pernyataan resminya di media sosial X, dia mengatakan “Saya mengutuk eskalasi militer hari ini di Timur Tengah. Penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta tindakan balasan Iran di seluruh kawasan, merusak perdamaian dan keamanan internasional.”

Indonesia

Melalui pernyataan Kementerian Luar Negeri, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, siap memfasilitasi dialog apabila disetujui kedua belah pihak, Prabowo siap bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi.

Perayaan dan Kesedihan

Berbagai reaksi pro dan kontra menanggapi kematian Ali Khamenei. Beberapa jam setelah berita wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran tersebut, sebagian masyarakat merayakannya. Menurut CNN salah satu penduduk di Teheran, Iran, mengatakan “masyarakat senang Khamenei telah meninggal.” Selain masyarakat di Iran, melalui beberapa video yang tersebar di sosial media, diaspora Iran di berbagai negara merayakan kematian Ali Khamenei dengan sukacita. Putra mahkota Shah terakhir Iran, Reza Pahlavi, mengapresiasi upaya yang dilakukan Amerika terhadap Iran, melalui akun sosial media X, Pahlevi mengatakan “Menyerahlah kepada rakyat Iran. Nyatakan kesetiaanmu kepada programku dan sistem transisi dan serahkan kekuasaan tanpa pertumpahan darah lebih lanjut.”

Tetapi sebagian besar masyarakat Iran bereaksi sedih dan marah terhadap konflik yang terjadi, khususnya karena kematian Ali Khamenei dan kematian anak-anak di sekolah akibat serangan militer. Melansir NewSky, Fatemah Esmaeilkah, penduduk Teheran, mengatakan “Kamu telah menjadikan Imam umat kami syahid…kami akan membuat kalian berduka. Kami akan menghapus kalian dari muka bumi. Kalian kira kami sedang berkabung dan berlutut?ya, kami memang berkabung, tetapi kami belum tumbang. Dengarkan ini, kami akan mengajarkan kepada seluruh dunia kesalahan besar yang telah kalian buat.”

Sampai berita ini ditulis, konflik antara Israel-Amerika terhadap Iran masih berlanjut. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengatakan melalui sosial medianya X “Kami tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat.” Iran saat ini masih dalam masa berkabung selama 40 hari setelah mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Penulis : Keitaro Alfarizi

Sumber Berita: Consilium Europa, CNN, Sky News, X, Truth Social

Berita Terkait

Hari ke-10 Ramadhan, Komunitas Muslimah Mulia Kembali Bagikan Takjil Magnet Rezeki Box
Keikhlasan dan Amal Lebih Utama dari Sekadar Wadah Organisasi
BPP KOMPASS Paparkan Program Kerja, 45 Mahasiswa Papua Se-Sumatera Hadir
Polres Bitung Perkuat Tata Kelola, Jalani Audit Kinerja Itwasda Polda Sulut TA 2026
Lapak Baca Nabire Bahas Konflik Horizontal di Kapiraya
Dompet Dhuafa Lampung dan Kahf Lampung Kolaborasi Aksi Bersih-Bersih Mushola
Berkah Berbagi di Bulan Suci untuk Empat Masjid Pedalaman Timor
Nyawa yang Terenggut di Tual Alarm Keras bagi Reformasi Kepolisian dan Supremasi Hukum
Berita ini 29 kali dibaca
Reaksi Global terhadap serangan Amerika-Israel terhadap Iran

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

Respon Global Terhadap Serangan Israel dan Amerika Serikat Kepada Iran dan Kematian Pemimpin Iran Ali Khamenei

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:41 WIB

Hari ke-10 Ramadhan, Komunitas Muslimah Mulia Kembali Bagikan Takjil Magnet Rezeki Box

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:30 WIB

Keikhlasan dan Amal Lebih Utama dari Sekadar Wadah Organisasi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:00 WIB

BPP KOMPASS Paparkan Program Kerja, 45 Mahasiswa Papua Se-Sumatera Hadir

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:57 WIB

Polres Bitung Perkuat Tata Kelola, Jalani Audit Kinerja Itwasda Polda Sulut TA 2026

Berita Terbaru