Resolusi Jihad Santri Dalam Kontestasi Pesta Demokrasi

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harry Yulianto

Harry Yulianto

Oleh: Harry Yulianto

Akademisi STIE YPUP Makassar

SUARA UTAMA, Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober di Indonesia dimaksudkan untuk menghormati dan mengapresiasi peran kiai dan santri dalam perjuangan melawan penjajahan bangsa asing.

Santri memiliki peran penting dalam memperjuangkan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menjaga keutuhan agama dan kedamaian di masyarakat, mempertahankan ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, membangun kehidupan sosial budaya dan ekonomi masyarakat, memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan, memperluas budaya santri dan memperkenalkan nilai-nilai kesantrian, mengajak orang untuk memahami Islam secara benar dan mengatasi isu Islamophobia, serta memperkuat wawasan kebangsaan dan moderasi beragama.

Peran tersebut bertujuan untuk memajukan bangsa Indonesia dan memperkuat kontribusi santri dalam pengabdian kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kerangka NKRI.

Resolusi Jihad Santri

Resolusi jihad yang diinisiasi oleh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus Syekh K.H. Hasyim Asy’ari memiliki makna dalam memperjuangkan dan menjaga keutuhan NKRI. Resolusi jihad sebagai keputusan penting yang diambil oleh para ulama dan kiai pada tanggal 22 Oktober 1945 sebagai jawaban atas pertanyaan Bung Karno kepada K.H. Hasyim Asy’ari melalui utusannya, apa hukumnya membela negara? Bukan Islam. Jawaban K.H. Hasyim Asy’ari adalah wajib hukumnya membela negara dari penjajah.

Resolusi jihad memiliki makna yang penting secara epistemologi bagi santri dalam memperjuangkan NKRI, yakni membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain (wajib) bagi setiap individu. Resolusi jihad menunjukkan bahwa korelasi antara Islam dan nasionalisme bukanlah suatu hal yang kontradiktif, namun justru tidak bisa dipisahkan dan dapat bersinergi dalam menjaga keutuhan NKRI.

Pandangan mengenai jihad fi sabilillah (perjuangan di jalan Allah) sebagai perjuangan yang suci, sehingga memperkuat pandangan santri bahwa perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan NKRI merupakan perjuangan yang suci. Resolusi jihad telah mampu menginspirasi para pejuang dan santri pada masa itu yang secara heroik mampu mengobarkan spirit perjuangan arek-arek Surabaya dalam pertempuran 10 November 1945. Resolusi Jihad menjadi salah satu bukti nyata dukungan para santri bagi kemerdekaan NKRI.

Karakteristik Profetik Santri Dalam Berdemokrasi

Tahun 2023-2024 yang merupakan tahun politik, dimana peran santri semakin penting dalam membangun kesadaran politik dan memperkuat partisipasi politik masyarakat.

BACA JUGA :  Perbedaan Putusan MA dan MK tentang Syarat Usia Calon Kepala Daerah: Siapa yang Diuntungkan?

Santri memiliki karakteristik profetik yang berbasiskan pada ajaran agama Islam, dan dapat diterapkan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam berpolitik. Karakteristik profetik santri (seperti: jujur dan amanah, keadilan, kesejahteraan, kesederhanaan, keteladanan, kepemimpinan) dimaksudkan untuk memperkuat peran santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Karakteristik profetik santri pada pesta demokrasi dapat diterapkan dengan cara: memperkuat partisipasi politik masyarakat, memperkuat kepemimpinan yang baik di pemerintahan, serta memperkuat nilai-nilai keadilan dan kesejahteraan dalam pengambilan kebijakan pemerintah.

Santri memiliki karateristik profetik yang tinggi (seperti: keadilan, kesejahteraan, kesederhanaan, keteladanan, kepemimpinan) yang ditunjukkan melalui partisipasi politik serta memperkuat peran santri melalui kepemimpinan yang baik di pemerintahan. Hal tersebut dapat memperkuat iklim demokrasi yang sehat dan memperkuat peran santri didalam pemerintahan.

Peran Santri Dalam Kontestasi Politik

Setelah kemerdekaan Indonesia, peran santri dalam pemerintahan tetap sangat penting. Jihad santri dalam kontestasi politik dapat dimaknai bahwa santri berperan dalam membangun kesadaran politik masyarakat pada pesta demokrasi serta memperkuat ideologi NKRI.

Jihad santri dapat  berupa kontribusi nyata membangun kepemimpinan yang baik didalam pemerintahan. Hal tersebut yang ditunjukkan melalui peran resolutif santri dalam upaya memperkuat kepemimpinan yang berbasis pada nilai-nilai agama dan kemanusiaan untuk memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, dan kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Santri dapat berperan untuk mendesiminasikan serta mengimplementasikan politik rahmatan lil alamin yang mengandung nilai-nilai moral dan etika Islam (seperti: kerendahan hati, keadilan, kejujuran, dan kemaslahatan rakyat) yang sesuai dengan karakteristik profetik santri. Politik rahmatan lil alamin membawa rahmat bagi seluruh umat manusia serta memperkuat peran agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, politik rahmatan lil alamin sebagai politik yang inklusif, membawa perdamaian, serta mencegah polarisasi di masyarakat pada pesta demokrasi.

Peringatan hari santri sebagai bentuk resolusi jihad santri untuk selalu berkomitmen mempertahankan persatuan Indonesia yang selaras dengan tema Hari Santri Nasional 2023 yakni “Jihad Santri Jayakan Negeri”. Dan, jangan pernah sekali-kali menghilangkan jasa para ulama (JAS HIJAU) dalam perjalanan historis perjuangan bangsa Indonesia.

Berita Terkait

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah
Publik Menilai BK Ketakutan, Ketua BK Akan Berkonsultasi Dengan Oknum Terduga Pelanggar Kode Etik
KOP Surat Pernyataan Kometmen Kades Sebagai Pemungut PBB-P2 Terindikasi Tidak Sah, Pakopak Akan Mengkaji Nya

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:13

Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:42

Publik Menilai BK Ketakutan, Ketua BK Akan Berkonsultasi Dengan Oknum Terduga Pelanggar Kode Etik

Kamis, 29 Januari 2026 - 20:05

KOP Surat Pernyataan Kometmen Kades Sebagai Pemungut PBB-P2 Terindikasi Tidak Sah, Pakopak Akan Mengkaji Nya

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:24

Sat Resnarkoba Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras Trihexyphenidyl di Pusat Kota

Berita Terbaru