PLN Buntok Akui Defisit Daya Dari Pembangkit Picu Padam Bergilir

Manager : Bukan Soal Subsidi, Sistem Bisa Padam Total Jika Dipaksa

- Publisher

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi
Foto : Hanya Pemanis, Petugas PLN ULP Buntok Saat memangani sebuah trafo.
Ahmad Arbani/ Wartawan Suara Utama.

SUARA UTAMA, Barito Selatan – PLN Unit Layanan Pelanggan Buntok angkat bicara soal pemadaman listrik bergilir di Barito Selatan dan sekitarnya. Manager PLN ULP Buntok, Vivin Aprianor, menyebut penyebabnya adalah gangguan pada pembangkit yang membuat sistem defisit daya. Pernyataan disampaikan di Buntok kepada awak media, Selasa, 30 Juni 2026.

Vivin menegaskan pemadaman bukan karena pengurangan pasokan, keterbatasan bahan bakar, maupun pengurangan subsidi listrik.

“Ini bukan karena pengurangan pasokan, masalah bahan bakar ataupun subsidi. Pemadaman dilakukan karena terdapat gangguan pada pembangkit yang menyebabkan pasokan daya tidak mencukupi kebutuhan sistem,” katanya.

Ia mengibaratkan kondisi itu seperti 4 orang mengangkat beban 100 kilogram. Jika satu orang tidak bekerja, 3 orang sisanya tidak akan mampu.

“Pilihannya mengurangi sebagian beban melalui pemadaman bergilir atau berisiko padam total. PLN memilih pengaturan beban bergilir agar sistem tetap beroperasi,” ujarnya.

Vivin menjelaskan pembagian tugas di PLN. Unit pembangkit menghasilkan listrik, transmisi menyalurkan tegangan tinggi antardaerah, dan distribusi menyalurkan ke pelanggan.

“Sebagai unit distribusi, kami berwenang membagi beban sesuai daya yang tersedia dari pembangkit. Yang menetapkan daya tersedia adalah unit yang berbeda,” katanya.

Pengaturan dilakukan per jalur distribusi. Akibatnya, sebagian wilayah menyala sementara wilayah lain padam. Pola itu dipakai agar dampak dibagi proporsional

Barito Selatan masuk sistem interkoneksi yang terhubung dengan wilayah lain. Gangguan pada pembangkit di sistem itu membuat pasokan berkurang, sehingga dampaknya dirasakan hingga Barsel.

Untuk penyebab teknis gangguan pembangkit, Vivin menolak berspekulasi.

“Kami tidak akan berspekulasi. Informasi teknis pembangkitan adalah kewenangan unit pembangkit. Kami hanya menyampaikan yang menjadi wewenang kami,” tegasnya.

PLN ULP Buntok memastikan informasi pengaturan beban dan perkembangan sistem akan diumumkan melalui kanal resmi setelah data final. Tujuannya agar masyarakat tidak bingung.

“Pengaturan beban adalah langkah teknis menjaga keandalan sistem selama gangguan ditangani. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dan terus berkoordinasi agar sistem segera normal,” pungkasnya.

Pelayanan RSUD 24 Jam Sangat Terdampak

BACA JUGA :  Kebakaran Gunung Sumbing di Wonosobo, Pendaki Diimbau Waspada

Plt. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jaraga Sasameh Kabupaten Barito Selatan, dr Dadang Baskoro Nugroho, Sp.PD kepada Suara Utama Rabu, 01 Juli 2026 diruang humas RSUD, menyebut pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini, sangat menggangu operasional rumah sakit.

Pasalnya, seluruh layanan rumah sakit berjalan 24 jam dan sangat bergantung pada listrik. “Dampaknya membebani genset. Anggaran untuk BBM genset jadi membengkak” katanya.

Dadang merinci, ruang operasi, ICU, ICCU, dan NICU paling terdampak karena seluruh peralatannya menggunakan listrik. Kenyamanan pasien juga terganggu. Dengan kapasitas genset saat ini, suhu AC harus dibatasi.

“Seluruh ruang perawatan pasien dari VIP sampaI kelas 3 menggunakan AC. Khusus kelas 3 ada tambahan kipas angin. Apa lagi RSUD Jaraga Sasameh saat ini sudah menerapkan Rekam Medis Elektronik atau RME, tentu saja berakibat langsung dari pemadaman listrik ini” tutup Dadang.

BACA JUGA :  Yayasan Suara Utama Indonesia Perkuat Kiprah di Dunia Pers

Penulis : Ahmad Arbani

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi
Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
RSUD Waluyo Jati Gandeng Universitas Airlangga, Perkuat Layanan Kesehatan Unggulan dan Pendidikan Kedokteran
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
25 Aitem Anggaran Kegiatan Prioritas P-APBD 2026 Untuk 14 OPD Belum Sepenuhnya Terserap Hingga Bulan Oktober 2026
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:46 WIB

PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Berita Terbaru

Berita Utama

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:19 WIB

Chat via WhatsApp