PETI di Desa Bukit Bungkul Mengamuk, Aparat Diam: Ada Beking Kuat di Balik Ponidi?

- Publisher

Selasa, 10 Februari 2026 - 06:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Bukit Bungkul, Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi, kian hari semakin menggila dan merajalela.

Berdasarkan hasil investigasi media ini di lapangan pada 9 Februari 2026, ditemukan sejumlah aset dompeng serta alat berat jenis excavator yang tengah aktif mengeruk tanah dan merusak bentang alam di wilayah tersebut, tanpa sedikit pun memperdulikan dampak kerusakan lingkungan.

Yang lebih mengejutkan, warga setempat menyebut aktivitas ini diduga kuat milik seorang pria bernama Ponidi, yang disebut-sebut bukan pemain baru dalam dunia PETI.

“Itu bang di komplek RW 5, alat berat itu punya Ponidi. Dompeng juga banyak berjejer. Seolah-olah menantang aparat,” ungkap salah seorang warga kepada media ini.

Warga juga mempertanyakan sikap aparat penegak hukum yang dinilai seperti tutup mata. Pasalnya, aktivitas PETI tersebut terlihat jelas bahkan dekat dengan permukiman warga.

“Sudah sering pindah-pindah lokasi bang, tapi tidak pernah tersentuh hukum sama sekali,” tambah warga.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat:

BACA JUGA :  Jasat Korban KKM KM Virgo Transport 8 Warga Lamongan di Laut Jawa Berhasil Dievakuasi

siapa sebenarnya yang membekingi aktivitas ilegal ini?

Warga menduga ada “orang kuat” di belakang kegiatan tersebut, sehingga pelaku PETI bisa melenggang bebas, sementara penambang lain kerap ditertibkan.

Ironisnya, pemerintah desa pun disebut tidak berdaya menghadapi aktivitas tersebut.

Warga menilai seolah-olah tidak ada keberanian untuk menghentikan PETI yang sudah menguasai lahan di Desa Bukit Bungkul.

“Pemerintah desa pun tidak berkutik, bang. Seakan tidak punya nyali untuk menghentikan,” ujar warga.

Masyarakat kini mendesak Polda Jambi dan aparat terkait agar segera turun langsung ke lokasi.

BACA JUGA :  Dari Pulau Rayo Melenggang ke Rumah: Jejak Dua Excavator Bobby dan Loho Dipertanyakan

“Kalau mau menangkap alat berat dan operator PETI, tidak usah jauh-jauh sampai ke Jangkat. Di sini dekat, jelas di Bukit Bungkul A2. Nampak dari pemukiman warga!”

Aktivitas PETI bukan hanya soal emas, tetapi soal kehancuran lingkungan, kerusakan hutan, pencemaran sungai, hingga ancaman bencana di masa depan.

Jika aparat terus diam, publik akan menilai hukum hanya tajam ke bawah, namun tumpul ke atas.

Kini masyarakat menunggu:

apakah Ponidi dan aktivitas PETI Bukit Bungkul akan benar-benar disentuh hukum, atau justru terus dibiarkan merajalela?

 

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi
Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
RSUD Waluyo Jati Gandeng Universitas Airlangga, Perkuat Layanan Kesehatan Unggulan dan Pendidikan Kedokteran
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:46 WIB

PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp