
SUARA UTAMA Probolinggo-
Petugas TNBTS Diduga Tak Mendukung Penutupan Wisata Gunung Bromo Probolinggo, 1 April 2025 – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) telah mengeluarkan surat pengumuman nomor PG/T.8/TU/KSA.52/B/02/2025 yang menyatakan bahwa dalam rangka menghormati Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 2025, kawasan wisata Gunung Bromo ditutup sementara mulai 28 Maret pukul 00.01 WIB hingga 1 April 2025 pukul 23.59 WIB.
Namun, penutupan tersebut diduga tidak sepenuhnya didukung oleh petugas TNBTS di Resort Cemoro Lawang. Pasalnya, selama masa penutupan, sejumlah aktivitas wisata di kawasan Bromo tetap berlangsung tanpa pengawasan ketat. Beberapa pengunjung wisata, angkutan Jeep wisata Bromo, transportasi kuda Bromo, serta warung-warung di kawasan Laut Pasir Bromo terlihat masih beroperasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, terdapat empat mobil dinas patroli TNBTS yang berada di Laut Pasir, namun mereka justru membiarkan aktivitas wisata tetap berjalan. Hal tersebut disampaikan salah satu sopir Jeep Bromo, yang secara langsung menyaksikan kejadian tersebut saat melintas menggunakan motor di Laut Pasir Bromo pada Selasa pagi (1/4/2025).
“Ada empat mobil patroli, tetapi mereka tidak sedang berpatroli. Mereka justru membawa penumpang yang merupakan keluarganya untuk berwisata. Selain itu, sekitar sepuluh Jeep dari grup Jeep BTLC terlihat mengangkut wisatawan di Bromo. Saya juga melihat dua warung makan yang tetap buka, salah satunya adalah Warung Bu Rina,” ujar Andri.
Andri juga mengaku kecewa dengan situasi tersebut, terutama karena sebelumnya ia harus mengembalikan uang DP kepada calon penumpang yang telah memesan Jeep untuk perjalanan pada 31 Maret dan 1 April 2025. Kenyataan bahwa masih banyak Jeep yang tetap beroperasi membuatnya merasa dirugikan.
sementara Kepala Resort TNBTS Cemoro Lawang “Budi Santoso” di konfirmasi media Suara Utama lewat jejaring Sosial watshap, belum memberikan tanggapan/jawaban atas dugaan pelanggaran ini. hingga berita ini di terbitkan.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas penutupan wisata Gunung Bromo serta pengawasan dari pihak terkait. Diharapkan ada tindakan tegas untuk memastikan aturan yang telah ditetapkan benar-benar dijalankan demi menjaga integritas kawasan konservasi.
Penulis : Ali Misno